oleh

Kades Warupele I Izinkan Pantai Wisata Lekoena Jadi Tempat Judi Bola Guling

WARUPELE I, suluhdesa.com | Bonevasius Ghae, Kepala Desa Warupele I, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur, diduga mengizinkan aktivitas judi di desanya. Sayangnya, aktivitas judi tersebut dilakukan di tempat wisata pantai Lekoena dan melibatkan warga desa dan bahkan anak-anak.

Menurut pengaduan warga, kegiatan perjudian itu diketahui Kepala Desa Warupele I Bonevasius Ghae dan diduga aksinya ini berlindung di balik salah satu oknum polisi. Perjudian yang terjadi adalah judi kartu dan pemainan bola guling (BG).

“Pada Rabu (10/03/2021) malam itu Kades Bonevasius Ghae main judi di pantai wisata lekoena bersama warga saat acara makan bersama untuk esoknya mau tarik perahu ke tengah laut. Saat itu mereka judi sambil minum moke (arak). Padahal kan lagi pandemi dan warga dilarang untuk melakukan aktivitas secara berkerumun. Tetapi Kades Bonevasius Ghae tidak peduli,” ungkapnya.

Baca juga; Abaikan Protap Covid-19, Kades Warupele I Diduga Terlibat Judi di Lekoena

Sumber itu juga menyampaikan bahwa, selama ini Kades Bonevasius Ghae tahu secara persis setiap aktivitas perjudian di Desa Warupele I namun terkesan malas tahu dan membiarkan hal itu terjadi.

“Kami tahu, dia (Kades), bawa itu judi BG dari luar Desa Warupele I. Terus dia kasi izin. Kami mau bagaimana. Ko dia kades na. Dia kan dewa toh di Warupele I. Dia buat macam raja di sini. Kami takut tegur. Kades Bonevasius Ghae agak beringas juga,” katanya sambil meminta supaya namanya jangan disebutkan kepada Media SULUH DESA, Rabu (17/03/2021) pagi.

Sumber itu mengungkapkan lagi bahwa, akhir tahun 2020 lalu Kades Bonevasius Ghae pernah ngotot hendak izinkan supaya ada aktivitas judi berupa permainan bola guling di pantai wisata Lekoena.

Aktivitas judi di tempat wisata pantai Lekoena.

“Pada malam penjemputan kotak suara pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Ngada tahun lalu bahkan ada yang sempat tegur untuk tidak boleh main kartu,” ucapnya kesal.

Mengenai judi bola guling, sumber itu menyampaikan bahwa, pada tanggal 25 Oktober 2020 lalu, “ada sekelompok orang yang membuka bola guling di tempat wisata Lekoena tanpa berkomunikasi dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Lekoena sebagai lembaga pengelola. Melihat ini Ketua Pokdarwis Lekoena marah dan menegur kelompok tersebut. Kelompok judi itu datang dari luar Desa Warupele II karena diundang sang kades. Namun jawaban yang diperoleh kata mereka, itu sudah atas izin Kades Bonevasius.”

“Selang beberapa menit, Kades Bonevasius datang dan menyampaikan bahwa dia berhak memberi izinan tersebut. Akhirnya judi bola guling tersebut terus berjalan. Melihat hal itu, ada warga yang mendatangi mereka dan mengambil gambar aktivitas tersebut. Karena mereka lihat itu akhirnya mereka membubarkan diri,” tambahnya.

Kepala Desa Warupele I Bonevasius Ghae saat dihubungi media ini, Rabu (17/03/2021) Pukul 08.07 Wita, untuk dikonfirmasi terkait aktivitas judi bola guling (bg) di tempat wisata pantai Lekoena dengan nada marah, suara tinggi menjawab, “tidak usah muat itu. saya bilang itu tidak usah muat. Saya tidak akan jawab.”

Saat disampaikan bahwa ini ada data dan merupakan keluhan masyarakat Desa Warupele I agar dirinya membenahi kinerja dan tugasnya sebagai kepala desa, ia mengatakan dengan ketus, “walaupun ada data saya tidak akan jawab.”

“Terserah kamu. Boleh ada data banyak itu terserah kamu. Kalau ada data, kalau ada izinan, coba tunjukkan surat itu,” ujar Kades Bonevasius Ghae sambil mematikan telepon.

Pada Pukul 08.09 Wita, Kades Bonevasius menelepon balik dan berkata, “terserah kamu. Nama saya sudah jelek dari kamu yang sebarkan di media sosial. Mau ada Undang-Undang atau apa saya tidak akan konfirmasi. (Maksudnya memberikan klarifikasi). Masyarakat mau seribu kali mengadu silakan kamu muat saja. Itu haknya kamu.”

Kepala Desa Warupele I Bonevasius Ghae (bertopi) diduga turut terlibat dalam permainan judi dan menciptakan kerumunan massa di lokasi wisata Pantai Lekoena.

Lagi-lagi Kades Bonevasius mematikan telepon. Pukul 08.13 Wita ia menelepon lagi, “sebelum saya memberikan konfirmasi (maksudnya klarifikasi) tolong berikan saya nama-nama warga yang mengadu ke media. Nama saya ini tersebar karena mereka-mereka itu. saya minta nama mereka itu dan harus saya tahu.”

Bahkan dalam pembicaraan itu Kades Bonevasius secara kasar menyampaikan, “nanti kalau saya cuk* dengan saya punya istri kamu tulis juga e. Atau saya pergi selingkuh dengan orang punya istri kamu tulis.”

Ketua Pokdarwis Lekoena Adrianus Dhawu saat dihubungi Media SULUH DESA, Rabu (17/03/2021) Pukul 08.02 Wita menjawab bahwa dirinya tidak mengizinkan setiap bentuk perjudian di tempat wisata yang dikelola kelompoknya.

“Saya tidak izinkan sebab itu melanggar hukum. Lalu itu merupakan tempat publik. Tempat wisata yang harus dijaga. Waktu itu Kepala Desa Warupele I Bonevasius Ghae sendiri yang izinkan. Tidak tahu itu kelompok penjudi datang dari mana tetapi mereka sampaikan bahwa mereka sudah diberikan izin oleh kades. Saya marah dan saya sampaikan untuk tidak boleh terjadi. Makanya saya minta surat izinan itu dari kades. Kami sempat berdebat. Tetapi dia (kades) ngotot dan marah-marah dan tetap menyuruh mereka menggelar judi bola guling itu di Lekoena hanya satu jam,” terang Adrianus Dhawu.

Namun, lanjut Adrianus, setelah satu jam berlalu para penjudi bola guling itu tidak berhenti, akhirnya dirinya mendatangi Kades Bonevasius untuk menyampaikan hal tersebut.

“Dia jawab saya begini, atas dasar apa kamu tutup? Ada hak apa kamu mau tutup? Karena kades sudah jawab begini makanya saya sampaikan, saya tidak bersalah atas darah orang ini. Artinya saya tidak mau bertanggung jawab dengan aktivitas judi yang diizinkan Kepala Desa Warupele I,” imbuh Adrianus.

Camat Inerie Drs. Ignasius Dhedho saat dimintai tanggapannya menyampaikan bahwa, terkait masalah judi di Desa Warupele I, dirinya sudah menemui Kepala Desa Bonevasius Ghae untuk memintanya supaya segera menghentikan aktivitas judi selama ini di Desa Warupele I.

“Saya sudah bertemu Kepala Desa Warupele I dan minta supaya berhenti sudah. Itu melanggar hukum yang namanya judi itu,” jelasnya.

Ketua BPD Warupele I Andreas Uwa saat dihubungi nomor handphone-nya tidak aktif atau di luar jangkauan. (idus/idus)

Komentar

News Feed