oleh

Material Milik PT Nunu Rada Bata di Lapangan Batawatu Menumpuk, Mahasiswa Poma Protes

-Berita-831 views

POMA, suluhdesa.com | Persatuan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Poma (PEDAPERAMEMA) yang mewakili masyarakat Poma, Kecamatan Wolomeze, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur melakukan protes kepada PT NUNU RADA BATA yang melakukan penumpukan material pasir urugan lainnya sejak tahun 2020 lalu di Lapangan Batawatu.

Protes Persatuan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Poma (PEDAPERAMEMA) ini dikirimkan melalui surat terbuka dan diterima Media SULUH DESA, Senin (15/03/2021) siang.

Dalam surat tersebut Persatuan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Poma (PEDAPERAMEMA) meminta supaya PT NUNU RADA BATA yang melakukan penumpukan material pasir untuk segera melakukan pembersihan sebab sangat tidak nyaman, mengganggu pandangan mata secara estetika, terlihat jorok, dan Lapangan Batawatu tidak dapat digunakan untuk kegiatan olahraga bagi warga dan anak-anak sekolah.

Berikut isi surat terbuka mereka.

SURAT TERBUKA

Kepada Yth Direktur PT NUNU RADA BATA

di

tempat

Dengan hormat,

Bersama surat terbuka ini, kami mewakili masyarakat Poma, dalam hal ini Persatuan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Poma (PEDAPERAMEMA) ingin menyampaikan beberapa hal terkait lapangan Batawatu yang sudah digunakan PT NUNU RADA BATA untuk penumpukan material pasir dan material urugan pilihan lainnya sejak tahun 2020.

Sehubungan dengan penumpukan material tersebut di atas sampai saat ini PT NUNU RADA BATA belum juga melakukan pembersihan kembali lokasi lapangan persis depan SDK Poma, dan Kantor Desa Denatana Timur, Jalan Bajawa -Poma -Riung.

Kami PEDAPERAMEMA, merasa bahwa lapangan dimaksud sampai saat ini terlihat sangat tidak nyaman, mengganggu pandangan mata secara estetika, terlihat jorok, dan tidak dapat digunakan untuk kegiatan olahraga bagi para kawula muda juga anak-anak sekolah.

Material pasir milik PT Nunu Rada Bata di Lapangan Batawatu menumpuk dan mengganggu aktivitas warga.

Maka kami melalui surat terbuka ini menyampikan kepada Bapak Direktur PT NUNU RADA BATA yang baik hati untuk segera mungkin membersihkan lapangan Batawatu Poma seperti sediakala.

Kami tidak membutuhkan renovasi terhadap lapangan Batawatu seperti yang dijanjikan, yang kami butuhkan agar NUNU RADA BATA sekali lagi, segera memperbaiki lapangan kami dan mengembalikan lapangan kami seperti semula, sebelum perusahaan menempatkan screen dan material pasir pada lapangan kami.

Demikian surat terbuka ini kami buat. Kami mohon kiranya bapak direktur yang baik hati merespon surat kami, dengan aksi di lapangan. Atas perhatian bapak, kami ucapkan limpah terimakasih.

Hormat kami

Rakyat

Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini dari tim di lapangan bahwa, Direktur PT NUNU RADA BATA adalah An Wijaya. An Wijaya selama ini terkesan malas tahu dengan keadaan tersebut dan tidak mau membersihkan Lapangan Batawatu dari tumpukan material pasir. Padahal warga sudah berulang kali meminta kepadanya sebab lapangan itu selama ini digunakan oleh anak-anak sekolah dan masyarakat umum untuk melakukan event atau aktivitas olahraga.

Dari penyampaian beberapa warga kepada media ini bahwa, Penjabat Kepala Desa Denatana Timur Ignasius Mbay diduga sangat berpihak pada PT NUNU RADA BATA sehingga tidak mengindahkan keluhan warganya terkait dengan Lapangan Batawatu yang dipenuhi material pasir.

“Kami menduga Kades sudah dibayar makanya diam saja,” tutup sumber yang tidak mau disebutkan namanya.

Sampai berita ini diturunkan, Media SULUH DESA sedang berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak PT NUNU RADA BATA dan Penjabat Kepala Desa Denatana Timur Ignasius Mbay. (fwl/fwl)

Komentar

News Feed