oleh

Felix Bere Nahak Reses di Litamali, Warga Minta Pemekaran Desa

MALAKA, suluhdesa.com | Masyarakat Dusun Sukabisikun, Desa Litamali, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menghadiri reses yang dilakukan Felix Bere Nahak, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malaka, yang diselenggarakan pada Minggu (14/03/2021).

Salah satu warga Desa Litamali, Ino, dalam pengantarnya mengatakan bahwa, di Desa Litamali baru pertama kali ada reses dari Anggota DPRD Kabupaten Malaka.

Sementara itu, Felix Bere Nahak dalam pengantarnya juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah berpartisipasi dalam kegiatan reses tersebut di dusun Sukabisikun, Desa Litamali, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka.

Dalam kesempatan itu, Felix mengatakan bahwa setiap 4 bulan Anggota DPRD Malaka harus bertemu dengan masyarakat untuk menyerap aspirasi.

“Ini adalah wajib, kami DPR harus kunjung masyarakat setiap 4 bulan sekali, untuk menyerap aspirasi masyarakat,” kata Ketua Komisi 3 DPRD Malaka asal Fraksi Nasdem ini.

Felix menjelaskan, usulan perencanaan masyarakat, setiap anggota dewan mengakomodir dan akan dibawa sampai ke eksekutif untuk dibahas bersama-sama.

Dalam kesempatan tersebut, keluhan masyarakat yang disampaikan adalah, terkait kebutuhan air bersih, akses jalan dusun, dukungan untuk kelompok tani dan dukungan untuk ibu-ibu kelompok penenun serta pemekaran desa.

Pius Asa dalam kesempatan itu menyampaikan terkait kebutuhan air bersih yang selama ini dikeluhkan warga setempat. Ia menyampaikan bahwa, selama ini masyarakat sekitar yang jumlah populasinya 300 lebih jiwa hanya mengeroyok 4 sumur air, namun saat musim kemarau, 4 sumur ini tidak cukup.

Hal senada disampaikan Yono bahwa, selain kebutuhan air bersih ia juga mengusulkan terkait MCK. Harapan Yono adalah pemerintah perlu memperhatikan hal itu karena sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat.

Warga lainnya, Robby, dalam kesempatan itu menyampaikan keluhannya terkait  tanaman jagung yang setiap tahun diserang hama (ulat).

Disampaikan Robby bahwa selama ini tidak ada Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) yang ada di desa sehingga tidak pernah memberikan solusi terkait serangan hama ini.

“Selama ini PPL hanya datang lalu pergi. tidak ada solusi terkait pencegahan hama pada tanaman jagung ini,” ucapnya.

Deonijo menyampaikan perkembangan pertanian di Desa Litamali. Dirinya juga berharap agar pemerintah mendukung kaum milenial dalam bidang pertanian. Sebab dirinya bersama teman-teman pemuda mulai membentuk kelompok-kelompok kecil mulai dari dusun.

Selain itu, tak kalah penting usulan yang disampaikan Ulu Berek, warga Litamali, terkait pemekaran Desa Litamali.

Menurut Ulu Berek, pemekaran Desa Litamali perlu diprioritaskan karena jumlah penduduk di Desa Litamali sudah melampau batas untuk pemekaran suatu wilayah desa.

Menanggapi aspirasi masyarakat ini, Felix menerangkan akan membahas di dewan bersama pemerintah daerah.

Selain itu, untuk mendukung kelompok ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok kerajinan tenun, Felix akan membantu masyarakat Dusun Sukabisikun dengan menyumbangkan benang. (fecos/fecos)

Komentar

News Feed