oleh

Penyelewengan Keuangan Negara di NTT Dalam Setahun Rp 2,5 T

KUPANG, suluhdesa.com | Aliansi Rakyat Anti Korupsi Indonesia (ARAKSI) menduga, dalam satu tahun anggaran terjadi penyelewengan anggaran keuangan negara di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebesar Rp 2.5 triliun.

Hal ini disampaikan Ketua ARAKSI, Alfred Baun, S.H pada awak media dalam konferensi pers, Jumat (12/03/2021) di Kantor ARAKSI, Jalan Rote, Kelurahan Fatubesi, Kota Kupang.

Menurut Alfred, estimasi penyelewengan anggaran keuangan negara ini dihitung dari perencanaan penggunaan keuangan negara sampai pelaksanaan penggunaan keuangan negara.

“Indikasi Penyelewengan keuangan negara berasal dari mafia perencanaan program pembangunan, mafia tender proyek pembangunan, mafia belanja modal dan belanja habis pakai, mafia investasi, modal, perbankan, industri dan pertambangan,” tohok Alfred.

Dijelaskan Alfred, akar dari peluang itu berkutat di sekitar penggunaan APBN, APBD I, APBD II dan Dana Desa.

“Araksi meminta dan mendesak Kapolda NTT, Kejati NTT untuk segera selesaikan kasus korupsi bawang merah di Kabupaten Malaka, juga Araksi meminta Kapolda NTT segera tetapkan tersangka terhadap dugaan kasus korupsi Rumah Sakit Pratama (RSP) Boking di Kabupaten Timor Tengah Selatan dengan kerugian negara senilai Rp. 14.5 miliar. Juga kami meminta Kapolda NTT segera tindak lanjut dugaan korupsi dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp. 47,5 miliar di Kabupaten Timor Tengah Utara,” jelas Alfred

Lebih lanjut dikatakannya, Araksi mendukung program Pemerintah Provinsi NTT dan program pembangunan di 21 Kabupaten dan 1 Kota yang bebas dari Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN) terutama bebas dari Korupsi.

Araksi juga meminta kepada Pemerintah Provinsi NTT dan pemerintah di 22 Kabupaten/Kota di NTT agar berhati-hati dengan perencanaan dan penggunaan keuangan negara.

“Kami dari Araksi meminta Aparat Penegak Hukum (APH) baik Kepolisian dan Kejaksaan di Wilayah Nusa Tenggara Timur agar serius dalam pengawasan dan penanganan kasus dengan tindak pidana korupsi di NTT,” tutup Alfred. (vrg/vrg)

Komentar

News Feed