oleh

Frater OCD Asal Bajawa Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kebun Biara

-Berita, Daerah-7.642 views

KUPANG, suluhdesa.com | Seorang Frater Ordo Carmelitarum Discalceatorum (OCD) Indonesia, Redemtus Tangi Kebo (Karlos) Asal Ruto, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, yang saat ini menjadi Mahasiswa Filsafat Tingkat Dua Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, serta menjalani pembinaan di Seminari Tinggi (Biara) OCD San Juan, Rt 13 Rw 4, Dusun 2, Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur ditemukan tewas diduga gantung diri, di Kebun Biara OCD San Juan Penfui.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Media SULUH DESA dari salah satu anggota Komunitas OCD San Juan di tempat kejadian pada Minggu (07/03/2021) Pukul 07.30 WITA, disampaikan bahwa, pada Minggu pagi ini ada doa bersama komunitas di dalam Kapela yang terletak di samping Biara OCD. Karena suhu di dalam Kapela itu terasa panas, maka salah satu Pastor memintanya untuk membuka jendela, sebelum dimulai misa tersebut.

“Pada saat saya buka jendela itu saya melihat seperti ada objek yang tergantung seperti manusia. Makanya langsung berteriak dan berlari keluar. Ternyata Frater Karlos yang tergantung di pohon dengan tali terikat di lehernya,” ucapnya sedih.

Padahal, lanjut sumber yang lainnya, pada Sabtu siang (06/03/2021) Frater Karlos dan teman-temannya masih sempat ke Oesao untuk mengambil beras yang dibeli oleh pihak Biara OCD.

“Malamnya itu mereka makan dan setelah itu rekreasi bersama. Namun ada satu keompok yang merupakan kelompoknya Frater Karlos ini siap ruangan dan peralatan karena hari ini akan ada webinar. Setelah itu mereka latihan koor dan itu Frater Karlos masih bersama teman-teman. Setelah itu mereka masuk ke kamar masing-masing. Paginya kita lihat sudah begini,” tambahnya.

Frater Karlos diketahui merupakan salah satu Frater yang menangani IT di Biara OCD San Juan Kupang.

“Dia periang dan yang kami tahu dia tidak ada masalah. Hanya kenapa dia bisa mengakhiri hidup seperti ini,” lanjut salah satu teman kelasnya.

Pantauan Media SULUH DESA, pada Pukul 07.00 WITA aparat kepolisian dari Polsek Kupang Tengah tampak berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) mengamankan lokasi tersebut dengan memasang garis polisi sambil menanti kedatangan tim identifikasi.

Tampak jasad Frater Karlos tergantung dengan tali nilon berwarna biru di pohon Kedondong yang tinggi, dan kelihatan sebuah tangga kayu disandarkan pada pohon tersebut.

Kapolsek Kupang Tengah IPDA Elpidus Kono Feka,S.Sos, saat dikonfirmasi Media SULUH DESA, Minggu (07/03/2021) Pukul 14.11 menjelaskan bahwa, pada hari Minggu, tanggal 07 Maret 2021 Pukul 06.00 WITA telah ditemukan jasad seorang laki-laki dengan posisi tergantung di dahan pohon Kedondong di samping Gereja Kapela San Juan di lingkungan Biara Karmel San Juan Kupang, Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.

Identitas korban dan saksi – saksi :

Korban berinisial KK, 24 tahun, Laki-laki, Katolik, Mahasiswa Frater, Alamat Biara Karmel San Juan Kupang, Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.

Saksi- Saksi :

  1. Marsel Rangga, 24 tahun, Frater, Katolik, Alamat Biara Karmel San Juan Kupang, Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.
  2. Sakarias Abduli, OCD, laki-laki, 42 tahun, Katolik, Romo, alamat Biara Karmel San Juan Kupang, Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang.

Kronologis kejadian :

Pada Pukul 06.00 WITA sedang berlangsung Misa di Gereja Kapela San Juan yang berlokasi di lingkungan Biara Karmel San Juan, Desa Penfui Timur, Kabupaten Kupang. Karena suhu yang panas di dalam ruangan Gereja sehingga saksi membuka jendela Gereja dan saksi melihat Korban sudah tergantung di Pohon Kedondong yang berada di samping Gereja dengan jarak kurang lebih 50 m, kemudian saksi bersama-sama teman Frater keluar dari gereja dan melihat jasad korban yg tergantung di Pohon Kedondong. Atas kejadian tersebut Saksi dua langsung bergerak menuju Polsek Kupang Tengah untuk melaporkan kejadian dimaksud.

Tindakan Kepolisian :

Setelah polisi menerima laporan, tim mendatangi dan melakukan Olah TKP oleh Tim Ident Polres Kupang selanjutnya melaporkan kepada Kapolres Kupang.

“Kita berkoordinasi dengan Pihak Puskesmas Tarus untuk dilakukan pemeriksaan luar terkait penyebab kematian almarhum. Hasil pemeriksaan luar di tubuh korban oleh tim medis dari Puskesmas Tarus dr. Judith W. P. Hambleton tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan dan murni yang bersangkutan gantung diri. untuk lebih akurat, jenazah korban sudah kami dorong ke RS Bhayangkara supaya dapat dipastikan penyebab kematian. Untuk penyebab kenapa korban gantung diri, sementara masih penyelidikan,” tutupnya. (fwl/fwl)

Komentar

News Feed