oleh

Kasus Rumpon di Desa Warupele II, Tokoh Masyarakat Desak APH Proses Kletus Obaria

WARUPELE II, suluhdesa.com | Tokoh Masyarakat Desa Warupele II Lambertus Gisi Turu menanggapi polemik dan mengecam keras pengadaan rumpon di Desa Warupele II, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur oleh sang kepala desa bernama Kletus Obaria yang diduga penuh dengan manipulasi dan tidak memberdayakan masyarakatnya.

Hal ini diungkapkan Lambertus Gisi Turu kepada Media SULUH DESA, Kamis (04/03/2021) siang.

Lambertus menyampaikan kekecewaannya terhadap Kepala Desa Warupele II Kletus Obaria atas dugaan manipulasi dalam pola pemerintahannya.

“Sebagai Tokoh Masyarakat Desa Warupele II, saya merasa kecewa ketika muncul pemberitaan di Media SULUH DESA (https://suluhdesa.com/2021/03/03/kades-warupele-ii-di-ngada-diduga-manipulasi-pengadaan-rumpon/). Setelah kami cermati berita tersebut, saya berpendapat ada sikap arogansi Kepala Desa Warupele II Kletus Obaria, sebab pengadaan rumpon untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Warupele II tidak tepat dan salah sasaran serta tidak sesuai dengan slogan pemberdayaan masyarakat desa,” tohoknya.

Lambertus juga meragukan kemampuan mengelola desa oleh sang kades Kletus Obaria dan mempertanyakan hal tersebut.

“Seperti yang dikeluhkan masyarakat, dalam berita tersebut bahwa Kepala Desa Warupele II Kletus Obaria mengolah rumpon itu sendiri dan menggunakan jasa pihak ketiga yang bukan warga Desa Warupele II. Di dalam berita itu dari sumber Media SULUH DESA menyebutkan bahwa, Kepala Desa Warupele II Kletus Obaria olah rumpon itu sendiri, pergi tangkap sendiri, dan jual ikan sendiri. Ini pola manajemen desa seperti apa? Yang harus menjadi perhatian Kletus Obaria bahwa dia harus memahami disposisi laut. Rumpon itu mestinya ditenggelamkan di laut yang menjadi wilayah Desa Warupele II bukan diletakkan di wilayah laut milik Kabupaten Manggarai Timur,” tegasnya.

Kalau Kepala Desa Warupele II berlaku demikian, kata dia, maka siapa yang menjadi pengawasnya?

“Siapa yang merencanakan? Atau ini merupakan bagian dari proses pembodohan terhadap masyarakat atau kepada struktur Pemerintah Daerah Ngada,” tanya dia.

Lambertus, menyampaikan jika merasa kecewa dan mengecam pola pemerintahan yang dilakukan Kletus Obaria.

“Banyak hal yang harus dibangun bersama-sama untuk kesejahteraan masyarakat. Lebih tragis lagi dan sangat miris kalau ada pernyataan dari Kepala Desa Warupele II Kletus Obaria yang mengatakan bahwa, “masyarakat Desa Warupele II kepala batu.” Ini pernyataan Kletus Obaria yang sangat menyedihkan dan tidak tahu berterima kasih kepada masyarakat yang telah memilihnya menjadi kepala desa selama tiga periode. Kletus tidak bijaksana sebab tidak mau mencari jalan tengah atau jalan keluar sehingga ini tidak menjadi polemik,” tandasnya.

Oleh karena itu, Lambertus mengingatkan Kepala Desa Warupele II Kletus Obaria.

“Dia harus tahu, bahwa dengan adanya sikap seperti itu, wajar saja masyarakat Desa Warupele II mengambil sikap waspada. Masyarakat tidak mau menjadi korban atau terlibat atau terkena getahnya. Masyarakat perlu mengambil sikap waspada dalam suatu program desa ketika manajemennya mulai pegang sendiri uang belanja desa sampai laporan juga dibuat sendiri sehingga bendahara desa diganti terus menurut suka sang kepala desa. Hal ini menjadi pertanyaan publik. Saya mewakili masyarakat Desa Warupele II bertanya, apakah ini cara-cara proses pembodohan publik yang dilakukan Kletus Obaria?,” imbuh Lambertus.

Lambertus mengharapkan Bupati Ngada Andreas Paru dan Wakil Bupati Ngada Raymundus Bena untuk menanggapi persoalan di Desa Warupele II dengan melakukan uji petik lapangan.

“Jangan sampai polemik yang terjadi dapat mengganggu roda pemerintahan desa yang ujungnya juga pada jalannya birokrasi Ngada. Kepala Desa Warupele II Kletus Obaria yang melakukan Penyalahgunaan Kekuasaan yang menguntungkan diri sendiri dan kroni masuk kategori Tindak Pidana Korupsi. Maka kami minta dan mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk bisa langsung proses atas laporan masyarakat,” tutupnya. (fwl/fwl)

DomaiNesia

Komentar

News Feed