oleh

GUD akan Berhenti dari Partai Demokrat Ngada, Ey Pullu: Hubungan Kami Baik

BAJAWA, suluhdesa.com | Gagal dalam Pilkada Ngada 9 Desember 2020 lalu tak membuat Greg Upi Dheo Calon Wakil Bupati Ngada yang mendampingi Paulus Soliwoa sebagai Calon Bupati Ngada, merasa kalah dalam kehidupan. Bagi pria yang akrab disapa GUD, kalah dalam politik itu hal yang biasa.

Saat dihubungi Media SULUH DESA, Jumat (26/02/2021) pagi lewat panggilan telepon, GUD menjelaskan banyak terkait kegiatannya ke depan. Selain itu GUD juga tengah memikirkan untuk mengambil sikap politiknya sebagai Anggota Partai Demokrat Kabupaten Ngada.

“Kemarin saya kalah dalam Pilkada Ngada. Itu bukan proses yang gagal. Dalam politik itu hanya kalah suara. Di dalam berpolitik itu juga menurut keyakinan saya bukan seperti di dalam militer. Kalau di dalam militer jika tertembak dan mati ya itu sekali. Tetapi dalam politik, harus siap untuk mati berkali-kali,” ucap GUD.

Menurut Praktisi Hukum ini, ke depannya ia akan fokus pada pemberdayaan masyarakat. GUD akan membentuk kelompok usaha di lingkungan tempat tinggalnya.

Tokoh Muda Ngada dan Praktisi Hukum, Greg Upi Dheo atau GUD

“Saya bersama dengan anak-anak muda. Lalu dengan cara saya juga, saya akan mendistribusikan komoditas milik semua masyarakat Ngada ke luar dengan pihak-pihak pengusaha. Ini membantu masyarakat supaya tidak terjebak pada permainan harga yang mematikan usaha ekonomi mereka. Dengan harga sesuai harga pasar yang layak dan wajar, saya bantu masyarakat di bidang ekonomi dan pasar. Saya juga akan fokus kepada usaha peternakan dan pertanian. Selain itu saya sebagai praktisi hukum akan membantu dalam proses advokasi kepada masyarakat yang membutuhkan,” tutur GUD.

Terkait dengan dirinya yang saat ini menjadi Anggota Partai Demokrat Ngada, GUD sedang mempertimbangkan untuk non aktif dari partai ini.

“Saya memiliki berbagai pertimbangan untuk berhenti dari Partai Demokrat. Anak muda ini kan harus taktis juga melihat situasi dan kondisi yang ada, serta peluang-peluang yang ada. Saya akan non aktif dari Partai Demokrat. Ini pernyataan saya karena melihat dinamika-dinamika politik yang terjadi. Setelah saya tidak jadi Anggota Partai Demokrat lagi maka saya akan lebih bebas ke mana saja,” kata pemilik Kantor Hukum GUD Dan Rekan ini.

Menanggapi pernyataan yang disampaikan oleh GUD mengenai dirinya akan berhenti dari Partai Demokrat, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Ngada Herman Arnoldus Pinga Pullu, S.E, saat dihubungi Media SULUH DESA, Sabtu (06/03/2021) Pukul 13.18 Wita menjawab bahwa itu adalah hak pribadi GUD.

“Kemarin niatnya GUD untuk bergabung di Partai Demokrat karena mau bertarung di Pilkada Ngada. Dan itu niat dari Pak Greg sendiri. Beliau waktu itu mau maju sebagai salah satu Calon Wakil Bupati Ngada dan mendaftar sebagai Kader Partai Demokrat. Bahwa hari ini, beliau ada pertimbangan lain atau memang tidak mau berpartai lagi atau mungkin ada incaran partai lain, secara resmi kami belum dengar dari Pak Greg sendiri. Tetapi, bahwa beliau memiliki niat untuk non aktif dari Partai Demokrat, itu sebenarnya kembali ke pribadinya. Tetapi secara partai, kami tidak ada punya alasan untuk memberhentikan seseorang. Kecuali ada tindakan hukum yang terjadi akibat pelanggaran hukum,” jawab Herman Arnoldus Pinga Pullu yang biasa dipanggil Ey Pullu.

Ey Pullu menegaskan bahwa, seseorang keluar atau memutuskan untuk berhenti, itu diatur dalam AD/ART Partai Demokrat.

Menurutnya, saat ini GUD masih sebagai kader biasa. Belum masuk dalam struktur kepengurusan.

“Sekali lagi hubungan pribadi dengan Pak Greg dan teman-teman di Partai Demokrat Kabupaten Ngada selama ini terbina baik dan sampai saat ini sangat baik. Tetapi Pak Greg berniat untuk tidak lagi terlibat dalam Partai Demokrat, itu merupakan hak pribadi,” pungkas Ey Pullu. (fwl/fwl)

Komentar

News Feed