oleh

Surat Pastor Ini untuk Kemenag: Gereja Katolik Roma Bukan Bagian dari Gereja Nestorian

MANILA, suluhdesa.com | Pastor Yohanes Kopong Tuan, MSF yang sekarang bertugas sebagai Misionaris di Pilipina, tepatnya di Keuskupan Novaliches-Quezon City-Metro, Manila, Negara Filipina, mengirimkan surat terbuka yang ditujukan kepada Menteri Agama Republik Indonesia, Menteri Pendidikan Republik Indonesia, Dirjen Bimas Kristen Republik Indonesia, Persekutuan Gereja Indonesia (PGI), Yayasan, Kepala Sekolah, dan Seluruh Guru Agama Kristen Sekolah Menengah Pertama Teologi Kristen, serta untuk Penulis maupun Editor Buku Siswa Sejarah Gereja Kelas VII Untuk Sekolah Menengah Pertama Teologi Kristen.

Dalam surat terbukanya yang diterima media ini, Selasa (02/03/2021) siang, Kopong Tuan menegaskan jika surat terbuka yang dibuatnya tidak mewakili lembaga resmi Gereja Katolik Indonesia dalam hal ini Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI) dan juga tidak mengatasnamakan seluruh umat Katolik Indonesia.

Surat terbukanya ini merupakan surat pribadinya sebagai seorang umat Katolik dan juga sebagai seorang Imam dalam Gereja Katolik Roma.

“Beberapa hari ini, media sosial diramaikan oleh banyaknya postingan terkait isi dari Buku Siswa Sejarah Gereja Kelas VII untuk Sekolah Menengah Pertama Teologi Kristen yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen, Direktorat Pendidikan Kristen, Kementerian Agama Republik Indonesia yang mana pada halaman 24 buku tersebut dituliskan bahwa Gereja Katolik Roma merupakan bagian dari gereja Nestorian,” ungkap Kopong Tuan.

Sebagai sebuah buku pegangan bagi para siswa dan juga buku pengajaran bahkan sebagai buku sejarah Gereja, kata Kopong Tuan, jelas bahwa isi dari tulisan sebagaimana tercantum dalam halaman 24 terkait Gereja Katolik Roma adalah SESAT dan SALAH BESAR.

Kopong Tuan mengatakan bahwa isi dari buku itu adalah sesat dan salah besar karena:

  1. Gereja Katolik Roma tidak berafiliasi atau tidak merupakan bagian dari gereja lain manapun. Istilah Gereja “Katolik” sudah ada sejak abad awal, walau pertama kali diresmikan pada tahun 107 ketika Santo Ignatius dari Antiokhia menjelaskan dalam suratnya kepada jemaat di Syrma 8, untuk menyatakan Gereja Katolik sebagai Gereja satu-satunya yang didirikan Yesus, untuk membedakan umat Kristen dari para heretik pada saat itu yang menolak bahwa Yesus adalah Allah yang sungguh-sungguh menjelma menjadi manusia, yaitu heresi/ bidaah Docetism dan Gnosticism. Nah Gereja Katolik yang dimaksud di sini adalah Gereja Katolik yang mengakui otoritas uskup Roma, sebagai penerus rasul Petrus. (Bdk. katolisitas.org).
  2. Dengan demikian ketika menjelaskan bahwa gereja Nestorian meliputi yang salah satunya adalah Gereja Katolik Roma, itu adalah sebuah kesalahan besar dan sesat karena Gereja Nestorian yang pengikutnya adalah para pengikut ajaran Nestorius yang mana Nestorius sendiri yang adalah seorang Uskup dari Konstantinopel dinyatakan sesat dan bidaah oleh Gereja Katolik Roma dalam Konsili Efesus (431) dan Konsili Kalsedon (451)-yang di dalamnya Santo Sirilius dari Alexanderia (370) sangat berperan besar-karena pengajarannya yang sesat terkait Yesus Kristus yang memiliki dua (2) kodrat dan dua (2) pribadi yaitu Allah dan manusia serta pengajarannya yang memandang Maria sebagai Bunda Kristus (Christotokos) dan bukan sebagai Bunda Allah (Theotokos) karena Yesus dilahirkan Bunda Maria adalah sebagai manusia biasa (bdk. hidupkatolik.com, katolikindonesia.com dan mirifica.net)
  3. Dari fakta sejarah ini menunjukan dengan jelas bahwa Gereja Katolik Roma adalah satu-satunya Gereja yang berdiri sendiri tanpa pernah menjadi bagian dari gereja Nestorian. Bagaimana mungkin Gereja Katolik Roma yang mengutuk dan menyatakan sesat serta bidaah ajaran Nestorius berbalik arah menjadi bagian dari gereja Nestorian?

Oleh karena itu, tandas Kopong Tuan, “berpijak pada fakta sejarah singkat sebagaimana yang saya jelaskan dalam ketiga point di atas dan atas dasar bahwa segala hal yang diajarkan dan dipelajari adalah untuk mencapai sebuah kebenaran berdasarkan fakta sejarah serta demi kebaikan bersama dan tidak menjadi jalan penyesatan bagi para siswa.”

Oleh karena itu, Kopong Tuang meminta kepada pihak terkait yang disebutkannya di atas agar menarik dan merevisi kembali buku pengajaran ini bahwa Gereja Katolik Roma tidak pernah menjadi bagian dari gereja Nestorian.

“Meminta kepada penulis, editor dan penerbit agar mengedepankan kebenaran fakta sejarah dalam menuliskan sejarah agama dan gereja lain. Jika hal-hal yang berhubungan dengan gereja atau agama lain sebaiknya menggunakan sumber yang jelas dan benar atau minimal bertanya kepada pihak atau otoritas agama tersebut. Karena di dalam buku itu ditulis Gereja Katolik Roma, maka pihak yang bisa menjadi sumber yang tepat dan benar adalah KWI,” tutup Kopong Tuan. (fwl/fwl)

Komentar

News Feed