oleh

Kerumunan Massa di Maumere karena Rakyat Mencintai Jokowi

-Berita, Daerah-176 views

MAUMERE, suluhdesa.com |  “Rakyat Sikka merindukan pemimpin berhati rakyat, rakyat NTT mencintai Presiden Jokowi. Hentikan segala polemik dan kontroversi dalam menanggapi spontanitas masyarakat. Mari bahu-membahu membantu negara dalam upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat dan keadilan sosial.”

Hal itu diutarakan Wakil Ketua DPRD Sikka, Yoseph Karimanto Eri, dalam diskusi daring yang digelar Rumah Kebudayaan Nusantara, Minggu (28/2/2021).

Menurut Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang akrab disapa Manto ini, sebagai Kepala Negara, kehadiran Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), dalam rangkaian agenda kunjungan kerja guna meresmikan Bendungan Napun Gete, patut diapresiasi.

“Kehadiran Presiden Jokowi di Nian Tana Sikka adalah rahmat bagi warga Sikka pada khususnya, dan NTT pada umumnya. Peresmian Bendungan Napun Gete adalah bukti kehadiran negara menjawabi kebutuhan rakyatnya melalui proyek nasional yang bersumber dari APBN. Masyarakat sangat bangga saat Pemimpin hadir di tengah mereka,” nilai Manto.

Manto tak menampik bahwa konteks kerumunan di tengah pandemi Covid-19 yang menekankan social distancing, dampaknya menjadi sorotan publik dari berbagai sudut pandang argumentasi.

Wakil Ketua DPRD Sikka, Yoseph Karimanto Eri

Meski demikian, mantan Aktivis PMKRI Cabang Maumere ini dengan tegas mengatakan bahwa konteks kerumunan warga Sikka, tidak dapat dibandingkan atau disamakan dengan konteks kerumunan massa dalam kasus Mohammad Rizieq Shihab (MRS).

“Sama sekali tidak ada motif pengarahan massa secara terorganisir, dimobilisasi bahkan terpimpin. Semuanya terjadi secara spontan, karena kerinduan dan rasa bangga warga yang ingin melihat langsung Presiden Jokowi. Jangan sandingkan dengan konteks kerumunan massa MRS yang terorganisir secara sistematis sehingga memenuhi unsur tindak pidana,” sentil Manto.

Manto mengharapkan agar berbagai polemik dan kontroversi yang berkembang, tidak digiring sebagai opini politis yang menyerang substansi kunjungan kerja Presiden ke bumi NTT.

“Kesejahteraan rakyat adalah intensi luhur yang terus diperjuangkan dan diwujudkan oleh Presiden Jokowi. Rakyat NTT sungguh merasakan kehadiran negara melalui perhatian pemerintah pusat. Bendungan Napun Gete adalah mahakarya dan rahmat untuk Kabupaten Sikka Manise,” simpul Alumni STFK Ledalero ini.

Diketahui, Rumah Kebudayaan Nusantara (RKN) merespons dinamika seputar Kerumunan saat Presiden Jokowi mengadakan kunjungan kerja (kunker) ke Kabupaten Sikka, Flores, NTT, dengan menggelar Diskusi (online/offline) dengan tema “Rakyat Menggugat” yang diselenggarakan di Kantor RKN, Ruko Beverly-Unit C, Jalan Pangeran Antasari No. 67 Cilandak Barat, Jakarta Selatan.

Hadir sebagai Pembicara dalam Diskusi Virtual trrsebut yakni Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sikka, Yoseph Karimanto Eri; Pengamat Komunikasi Politik, Maksimus Ramses Lalongkoe; Ketua Presidium Kongres Rakyat Flores/Koordinator Tim Pembela Demokrasi Indonesia (TPDI), Petrus Selestinus; Tokoh Masyarakat Sikka/Mantan Anggota DPRD Kabupaten Sikka, Silverius F Angi; dan Aktivis/ Tokoh Pemuda Kabupaten Sikka, NTT Paul Nining Pau. (msd/try)

Komentar

News Feed