oleh

30 Tahun Fakultas Filsafat Unwira Kupang, Jadi Komunitas Ilmiah yang Unggul

KUPANG, suluhdesa.com | Sejak berdirinya Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang pada tahun 1991, Alumni Fakultas Filsafat yang tersebar di seluruh dunia melakukan rapat dan reuni secara virtual, pada Sabtu (27/02/2021) Pukul 08.00 WITA.

Pertemuan Alumni dengan Almater ini merupakan amanat Undang-Undang Republik Indonesia Tentang Sistem Pendidikan Nasional  Perguruan Tinggi  dan Permenristekdikti dan bagian dari pengelolaan alumni, studi pelacakan alumni, studi kepuasan pengguna lulusan Fakultas Filsafat Universitas Katolik  Widya Mandira selama 30 tahun terhitung sejak tanggal 15 Agustus 1991 berdirinya Seminari Tinggi Santu Mikhael dan status terdaftar sebagai Fakultas Filsafat Agama diberikan resmi oleh Mendikbud RI dalam SK No.06/D/1993.

RD John Subani, Dekan Fakultas Filsafat Unwira Kupang menyampaikan bahwa, jumlah mahasiswa dari angkatan pertama sampai angkatan tahun 2020 tercatat 1.513 orang. Lulus dan meraih gelar Sarjaana Filsafat sebanyak 1.198 orang, mahasiswa yang tidak sempat menyelesaikan studi sebanyak 312 orang; dan yang meninggal sebanyak 3 orang.

Selama 30 tahun para alumni telah menduduki berbagai posisi penting dalam negeri ini maupun luar negeri dan menjadi salah satu daya tarik bagi  masyarakat untuk bisa melirik dan membantu fakultas dalam berbagai aspeknya.

“Gajah besar sudah ditidurkan selama 30 tahun. Hari ini kita mulai membangunkan kekuatan besar yang sudah lama ditidurkan. Kita membangun sinergi. Alumni yang berkuatan besar harus bersinergi dengan Almamaternya. Alumni yang sukses tidak boleh dipisahkan dan memisahkan dirinya dari Almamater tempat menimba ilmu,” ujar John Subani.

Menurut Dosen Hukum Kanonik ini, alumni berpotensi dan berkompetensi membangun opini publik demi citra dan untuk sebuah nama baik/reputasi Fakultas dan Universitas.

Sebagai contohnya setiap tulisan alumni di media apa saja selalu mencantumkan “Alumnus Fakultas Filsafat Unwira”. Alumni menjadi relasi/relator penting dalam memperluas jaringan Fakultas-Universitas dengan institusi di luar. Alumni menjadi sumber informasi dunia kerja dan usaha bagi lulusan baru, mempromosikan lulusan baru di tempat kerja yang memerlukan tenaga kerja baru.

RD Sipri Senda, Kepala Program Studi Ilmu Filsafat Fakultas Filsafat Unwira Kupang dalam penjelasannya menyampaikan bahwa, fakultas ini membutuhkan dosen baru dari alumni, khususnya di bidang psikologi, sosiologi, antropologi.

Alumni Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur yang tersebar di seluruh dunia menggelar reuni dan pertemuan perdana secara virtual pada Sabtu (27/02/2021) pukul 08.00 WITA hingga pukul 10.00 WITA.

“Mahasiswa Fakultas Filsafat Unwira Kupang berjumlah 309 orang dan mayoritas Calon Imam Katolik dari Seminari Tinggi St. Mikhael, Seminari Tinggi Claretian, Seminari Tinggi OCD, Seminari Tinggi Hati Kudus, Seminari Tinggi OMD, dan beberapa mahasiswa Bruder atau Suster. Ada juga mahasiswa awam, termasuk awam perempuan,” tambah Sipri Senda.

Pantauan media ini, pertemuan ini terjadi dalam suasana kekeluargaan dan dihadiri Ketua Ikatan Alumni Filsafat Unwira Kupang Paul Bataona.

Berikut adalah Visi, Misi, dan Sejarah Fakultas Filsafat Unwira Kupang

Para Uskup se-Nusa Tenggara dan para pimpinan SVD se- Indonesia, dalam rapatnya di Ritapiret tanggal 28 Januari 1988 dengan SK No.1/1988/Nusra, menetapkan pembukaan Fakultas Filsafat Unwira Kupang.

Dalam keputusan itu ditetapkan dua hal penting, Pertama, memohon kesediaan Yapenkar untuk membuka Fakultas Filsafat pada Unwira Kupang.

Kedua, mengimbau Yapenkar mengambil langkah-langkah yang perlu dalam kerja sama dengan pimpinan Unwira Kupang, untuk mewujudkan keputusan yang telah dletapkan.

Surat Keputusan tersebut ditandatangani oleh Uskup Agung Ende Mgr. Donatus Djagom, SVD, ketika itu mewakili para Uskup se-Nusra dan Provincial.

Selanjutnya Uskup Agung Kupang Mgr. Gregorius Monteiro, SVD (Almarhum) atas nama para Uskup NUSRA, tahun 1989 dalam suratnya No 19059/Koe/ll/1989 menyampaikan keinginan para uskup dan provincial SVD se-Indonesia kepada pihak Propaganda Fide di Roma dan sekaligus meminta persetujuannya.

Cardinal J. Tomko sebagai Prefek Kongregasi Penyebaran Iman dalam suratnya tertanggal 21 Maret 1989 kepada Mgr. Gregorius Monteiro, SVD memberikan persetujuan atas pembukaan Seminari Tinggi St. Mikhael di Kupang, yang dalam urasan akademik menurut sistim Pendidikan Tinggi di Indonesia bergabung dengan UNWIRA sebagai Fakultas Filsafat.

Pada tahun 1990 dibuka Tahun Orientasi Rohani (TOR) Lo’o Damian Atambua, sebagai persiapan untuk Seminari Tinggi di Kupang.

Tanggal 15 Agustus 1991 Seminari Tinggi St. Mikhael diresmikan dengan Rm. Alo Pendito Keranz, Pr sebagai Praeses.

Akhirnya Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada tahun 1993 dengan SK. No.06/D/1993, memberikan Status Terdaftar kepada Fakultas Filsafat. Sejak itulah secara yuridis mulai berdiri Fakultas Filsafat dengan Rm. Dr. Alo Pendito Keranz, Pr sebagai Dekan.

Visi, Misi dan Tujuan Fakultas Filsafat Unwira Kupang

Visi dasar yang diemban Fakultas Filsafat Unwira Kupang berkaitan dengan tugas maha penting dan maha berat pembentukan komunitas pendidikan dan komunitas ilmiah yang unggul dalam pemikiran filosofis-profetis, berdaya ubah dan berwawasan global berlandaskan iman dan moral kristiani dalam dialog dengan agama dan budaya.

Pribadi manusia yang diupayakan pembentukannya lewat pendidikan di Fakultas Filsafat adalah pribadi-pribadi yang matang, utuh-seimbang, beriman teguh dan bertakwa kepada Allah, menjunjung tinggi harkat dan martabat pribadi manusia (berperikemanusiaan), setia dan tekun memelihara persatuan dan kesatuan Nasional, menghargai perikehidupan demokratis, dan terdorong untuk terus-menerus bersikap adil dan arif dalam kehidupan.

Profesionalisme di bidang pemikiran kritis-filosofis yang berdaya berdaya ubah dan berwawasan global berlandaskan iman dan moral kristiani dalam dialog dengan agama dan budaya adalah seperangkat keahlian di bidang ilmu filsafat dan ilmu pendukung lainnya yang diupayakan tetap berlandaskan pada integritas kepribadian yang meliputi aspek intelektual, religius, moral, sosial dan pastoral sebagai hasil sintesis iman dan ilmu, dengan berpegang teguh pada sikap cinta akan kebenaran sebagai karunia Allah, Sang Kebenaran Sejati, sambil tetap terbuka dan siap sedia menerima dan menghayati tawaran keselamatan yang diwahyukan Allah bagi manusia sepanjang peredaran jaman dengan situasi dan kondisinya yang konkret.

Fakultas Filsafat mengupayakan agar rangkaian pembinaan intelektual sedapat mungkin berpadanan dengan tuntutan mendasar akal-budi manusia sebagai “partisipasi dalam Cahaya Budi Ilahi”.

Fakultas Filsafat berusaha semaksimal mungkin membina kesadaran dalam diri para mahasiswanya bahwa dengan daya nalar yang terbina secara maksimal, mereka mampu mengenal manusia dan dunia dengan lebih baik, meraih kebijaksanaan, mengenal dan mencintai Allah dengan lebih rela berpaut kepadaNya.

Fakultas Filsafat bertugas memelihara mutu pembinaan intelektual mahasiswanya yang sebagian terbesar adalah calon-calon imam.

Para mahasiswa dituntun untuk mencari kebenaran dengan setia dan tekun, penuh hormat dan berusaha menghayati kebenaran itu dalam seluruh perikehidupannya, dan setia mewartakannya dalam tugas.

Fakultas Filsafat berusaha membimbing para mahasiswanya secara khusus agar mereka menerima dan menghayati iman secara konsekuen dan radikal karena keyakinan bahwa Allah telah memanggil mereka untuk tugas keselamatan.

Sasaran pembinaan intelektual yang terselenggara di Fakultas Filsafat ialah agar para mahasiswa  memperoleh ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang memadai di bidang filsafat dan ilmu-ilmu pendukung lainnya.

Untuk itu diperlukan suasana yang kondusif agar para mahasiswa menumbuhkembangkan dalam dirinya semangat cinta akan ilmu pengetahuan, hasrat dan keinginan untuk terus-menerus belajar seumur hidup, dan atas prakarsa dan usaha sendiri mengembangkan bekal bagi kehidupannya di dalam dunia dengan arus globalisasi yang menantang.

Fakultas Filsafat telah melahirkan banyak lulusan atau out put  yang mumpuni di bidangnya. Fakultas ini telah mencetak ratusan Imam Katolik, akademisi, peneliti, pengusaha, birokrat, politisi, wartawan, dan profesional lainnya. (fwl/fwl)

DomaiNesia

Komentar

News Feed