oleh

Bupati dan Wabup Ngada Harus Bangun Politeknik Kelautan di Aimere

JAKARTA, suluhdesa.com | Kabupaten Ngada pernah heboh saat KPK OTT mantan Bupati Ngada Marianus Sae yang mau bertarung jadi Calon Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pasca OTT KPK RI Ngada kembali marak kasus Korupsi Hak-Hak Ekosob rakyat Ngada. Selain itu Ngada didera mandeknya Proyek Panas Bumi Daratei. Proyek besar nasional yang dibiayai APBN ini belum nampak.

“Infrastruktur seperti jalan menuju destinasi pariwisata di Riung rusak parah termasuk hotelnya Pemkab Ngada di Riung tidak terurus. Peternakan Terpadu Pertanian di Ngada menuju Agroindustri dan agrowisata belum kelihatan.Termasuk Tempat Pelelangan Ikan dan pengembangan Sektor Kelautan baru dalam rencana belum dimaksimalkan di Laut Sawu meliputi Kecamatan Aimere, Inerie, dan Golewa Selatan serta di Laut Flores meliputi Kecamatan Riung,” tegas Gabriel Goa, Ketua Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi (KOMPAK) Indonesia, kepada Media SULUH DESA, Minggu (28/02/2021) siang.

Terpanggil untuk memajukan Ngada maka KOMPAK Indonesia, mendesak Bupati dan Wakil Bupati Ngada Andreas Paru-Raymundus Bena harus bekerja sama dengan BPK dan BPKP melakukan audit menyeluruh terhadap proyek-proyek yang sedang dikerjakan di Ngada.

Jika ditemukan adanya Dugaan Tindak Pidana Korupsi maka langsung bekerja sama dengan KPK RI untuk memproses secara hukum dan menghukum seberat-beratnya Pelaku dan Aktor Intelektualisnya.

“Kami mendesak Bupati Ngada dan Wakil Bupati Ngada yang baru untuk melakukan reformasi Birokrasi dan menempatkan Pejabat secara meritokrasi dan berintegritas bukan berdasarkan KKN. Bupati Ngada dan Wakil Bupati Ngada harus bekerja sama dengan Lembaga-Lembaga Agama dan Perusahaan untuk membangun BLK PMI (Balai Latihan Kerja Pekerja Migran Indonesia) dan LTSA (Layanan Terpadu Satu Atap)di Ngada,” kata Goa.

Direktur Institute for Research,Consultation and Information of International Inveatment (IRCI) ini meminta Bupati Ngada dan Wakil Bupati Ngada agar bekerja sama dengan Kemenkes untuk membangun Politeknik Kesehatan di Bajawa Utara.

“Bupati Ngada dan Wakil Bupati Ngada harus bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif membangun Politeknik Pariwisata di Riung. Bupati Ngada dan Wakil Bupati Ngada harus bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk membangun Pusat Pelelangan Ikan dan Politeknik Kelautan di Aimere,” pinta Goa.

Dirinya juga mendesak Bupati Ngada dan Wakil Bupati Ngada supaya bekerja sama dengan Kementerian dam Lembaga Baik Nasional dan Internasional untuk mempercepat kemajuan Ngada melalui promosi dan lobi Program Tante Nela Paris Ngada.

“Bupati Ngada dan Wakil Bupati Ngada mesti bekerja sama dan melibatkan partisipasi aktif orang-orang Ngada Diaspora untuk merealisasikan Program Tante Nela Paris agar tidak sekadar konsep saja tapi nyata untuk pembangunan Ngada,” tutup Goa. (fwl/fwl)

Komentar

News Feed