oleh

Kadinsos Ngada akan Laporkan Neneng Prihatin ke Polisi: Dia Itu Putar Balik

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Yohanes Vianey Siwe akan melaporkan Mantan Bendahara Neneng Prihatin ke Polres Ngada terkait hak jawab yang dikirimkan Neneng kepada Media SULUH DESA pada Kamis (25/02/2021) pukul 19.00 WITA. Siwe mengaku kesal lantaran Neneng dalam hak jawabnya memutar balikkan fakta dan merugikan nama baik serta reputasinya.

Hal ini disampaikan Kadis Siwe lewat telepon kepada Media SULUH DESA, Kamis (25/02/2021) pukul 21.00 WITA.

Menurut Siwe, seluruh pernyataan Neneng yang termuat dalam pemberitaan seluruhnya penuh dengan pembohongan publik serta membunuh karakternya sebagai Kepala Dinas Sosial Ngada.

“Saya kemarin saat wartawan telepon mau bicara dengan dia hendak konfirmasi penyalahgunaan uang yang dia lakukan itu saya izinkan. Bahkan saya berikan handphone saya kepada dia untuk bicara dengan wartawan. Mengapa harus lewat telepon saya, supaya dia tidak bicara di luar dari hasil temuan Inspektorat yang sudah tertera di dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP). Tapi ini dia putar balik. Kemarin dia omong lain hari ini dia omong lain. Saya akan laporkan dia ke Polres Ngada karena sudah mencemarkan nama baik saya. Sekalian saya minta polisi untuk telusuri kembali uang yang dia salah gunakan. Kalau saya mau jujur, uang yang dia pakai itu lebih dari itu,” ungkap Siwe kesal.

Siwe menyampaikan bahwa, pada Kamis siang hari ini, dirinya memerintahkan Neneng Prihatin, Bendahara Dinsos yang Baru Umi Kalsum, dan salah satu Staf Dinsos bernama Matahir untuk menghadap lagi Inspektorat Ngada guna mengecek kembali isi LHP.

Neneng Prihatin, Mantan Bendahara Dinas Sosial Kabupaten Ngada.

“Berdasarkan keterangan Inspektorat tadi kalau uang yang harus Neneng Prihatin ganti tersisa 34 juta lebih. Bahkan lebih dari itu. nah, di sana di hadapan Inspektorat Neneng itu tidak berkutik. Tiba-tiba sekarang dia buat pernyataan ke media mempertanyakan LHP itu. dia mau tuduh siapa? Lah dia yang pakai kok uang semua itu. uang yang ada dia pakai 183 juta lebih itu untuk seseorang di luar NTT. Ini masalah pribadinya yang saya jaga selama ini. Tapi ini hari dia putar balik. Saya akan laporkan dia ke polisi. Dia harus tahu, sampai dia tidak dihukum itu karena dia dan suaminya Gius Wou datang menangis di saya. Mereka bilang anak-anak masih kecil, jadi saya bantu. Baiklah saya cabut laporan polisi asalkan kamu mau bertanggung jawab. Terus uang yang dia pakai itu bukan saya yang suruh. Saya tidak pernah gunakan uang itu. jadi Neneng jangan macam-macam. Neneng itu sudah balas kebaikan saya dengan hal yang putar balik. Dia itu balas air susu dengan air tuba,” kata Siwe.

Lanjut Siwe, sebenarnya Neneng hendak melarikan diri pada saat pihak Dinas Sosial Ngada telah mencium penyalahgunaan uang yang dilakukannya.

“Dia ditangkap polisi di Bandara Soa. Dia mau lari karena curi uang itu. Lalu saya mau proses, tapi dia mau bertanggung jawab, makanya kita juga beri dia kesempatan. Ini di media dia sampaikan kalau saya yang seolah menghalangi dia selama ini untuk jangan bicara dengan wartawan. Bagaimana bisa? Sedangkan saya sendiri berulang kali sampaikan ke dia, Neneng wartawan ada minta nomor kamu. Tapi dia jawab bilang, jangan bapak. Terus sekarang dia bilang saya menghalangi dia? Saya ini dengan wartawan tidak pernah sekalipun saya menghalangi wartawan. Dan semua wartawan tahu itu. Neneng sudah mengarang cerita, menuduh, dan memfitnah saya,” tutup Siwe.

Informasi yang diperoleh Media SULUH DESA bahwa, Neneng Prihatin sebelumnya bertugas di Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Ngada. Neneng bermasalah dengan keuangan yang ada di instansi ini hingga akhirnya dipindahkan ke Dinas Sosial Kabupaten Ngada. Di tempat ini, Neneng kembali melakukan penyalahgunaan uang sebesar 183 juta rupiah tahun 2019 dan menjadi temuan Inspektorat tahun 2020. (fwl/fwl)

DomaiNesia

Komentar

News Feed