oleh

Ada Penyalahgunaan Uang di Dinsos Ngada, Kadis: yang Bersangkutan Sudah Cicil

-Berita, Daerah-1.532 views

BAJAWA, suluhdesa.com | Salah satu Staf di Dinas Sosial Kabupaten Ngada yang sebelumnya menjadi bendahara bernama Neneng Prihatin menyalahgunakan keuangan sebesar 183 juta rupiah pada tahun 2019 dan menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan dan Lembaga Inspektorat Ngada tahun 2020.

Menurut sumber Media SULUH DESA, menyampaikan bahwa uang tersebut diduga dikirimkan Neneng untuk sesorang yang berada di luar Provinsi Nusa Tenggara Timur. Terbukti ada 25 slip pengiriman ada pada dirinya. Saat perbuatannya terendus oleh Dinas Sosial Ngada, Neneng hendak melarikan diri, namun berkat kesigapan dari aparat kepolisian, Neneng berhasil diamankan di Bandara Soa.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ngada, Yohanes Vianey Siwe, saat dihubungi Media SULUH DESA, Selasa (09/02/2021) pagi membenarkan hal tersebut. Akan tetapi, kata Siwe, Neneng sudah mengganti uang tersebut dengan cara mencicil.

“Betul ada temuan BPK dan Inspektorat. Sebesar 183 juta rupiah. Uang itu dia pakai cubit sedikit-sedikit dan dia sempat kami laporkan ke Polres Ngada, dan kami hendak proses di pengadilan. Akan tetapi karena suaminya, Gius Wou datang bertemu saya dan sampaikan bahwa anak mereka masih kecil semua dan butuh perhatian mamanya, jadi atas pertimbangan kemanusiaan kami tarik atau cabut laporan itu dan minta BPK serta Inspektorat untuk audit. Neneng pun di hadapan kami berjanji untuk bertanggung jawab dan mengembalikan uang tersebut. Batas akhir cicilannya itu harus Desember 2020 lalu itu,” ungkap Siwe membenarkan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ngada, Yohanes Vianey Siwe

Saat ini sisa uang yang belum dikembalikan Neneng sebesar 34 juta rupiah. Berdasarkan penjelasan dari Kadis Siwe, Neneng mengeluh bahwa dirinya belum memiliki uang untuk melunasi uang yang dipakainya.

“Kami tidak bisa pecat dia. Makanya hanya bisa tempatkan dia jadi staf biasa. Dia sudah tidak menjabat sebagai bendahara. Dia harus tetap di kantor dan bekerja. Sehingga dia bisa cicil uang itu dan ganti sampai tuntas. Kalau kami pecat dia, terus dia mau bayar uang yang ada bagaimana?,” ucap Siwe.

Menurut Siwe, keuangan milik Dinas Sosial Ngada yang disalahgunakan Neneng bukan untuk kepentingan siapapun di dalam instansi tersebut.

“Itu Neneng yang pakai. Dan kami tidak pernah suruh dia. Fisik uang itu saya sendiri tidak tahu. Neneng salah dan memang dia salah. Dia sudah mengaku bersalah. Hanya kalau kita paksa dia bayar saat ini terus dia mau ambil dari mana? Kita masih beri dia kesempatan dan itu kita ambil dari gajinya. Ini juga kita buat karena pertimbangan kemanusiaan. Suaminya dan dia datang menangis di saya,” terang Siwe.

Kepala Inspektorat Ngada, Paulus Gono saat dihubungi media ini untuk dimintai penjelasannya mengenai penyalahgunaan uang yang dilakukan Neneng Prihatin, menjawab, “minta saja informasi ke Dinas Sosial.”

Setelah berkomunikasi dengan Kadis Siwe, Mantan Bendahara Dinas Sosial Kabupaten Ngada, Neneng Prihatin, berhasil dihubungi Media SULUH DESA, Rabu (24/02/2021) pukul 12.30 WITA. Melalui handphone milik Siwe, Neneng menjawab pertanyaan wartawan dengan ketus.

“Uang itu saya pakai benar. Dan saya bertanggung jawab. Selama ini saya ganti dengan cara cicil,” sahut Neneng.

Saat ditanya, uang tersebut digunakan untuk apa atau diberikan kepada siapa? Neneng mengatakan, “saya sudah diperiksa dan itu menjadi urusan saya. Intinya saya sudah bertanggung jawab.” (fwl/fwl)

Komentar

News Feed