oleh

Dinas PUPR Malaka Buang Sampah di Hutan, FPPLH Desak Angkut Kembali, Kadis: Buang di Kebun

-Berita, Daerah-209 views

MALAKA, suluhdesa.com | Aksi damai dari pemuda dan tokoh masyarakat yang tergabung dalam Forum Pemuda Peduli Lingkungan Hidup (FPPLH) hari Selasa (16/02/2021) untuk menuntut dan mendesak Dinas PUPR Kabupaten Malaka agar segera membersihkan dan mengangkut kembali sampah yang dibuang di Hutan Kateri, Desa Kateri, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Hal ini karena masyarakat Kateri menyaksikan sendiri bahwa pada hari Sabtu (13/02/2021), mobil sampah milik Dinas PUPR Malaka telah membuang sampah di Hutan Kateri, yang mana sampah tersebut diangkut dari Kota Betun.

Koordinator Aksi FPPLH, Marselus Seran, dalam orasinya menyampaikan bahwa pihaknya datang ke Kantor Dinas PUPR dan DPRD Malaka guna meminta pertanggung jawaban terkait Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang hingga kini belum ada dan menjadikan Hutan Lindung Kateri dan Wemer sebagai TPA.

Massa aksi FPPLH juga menuntut kepada pihak Dinas PUPR untuk segera membersihkan dan mengangkut kembali sampah yang berada di hutan tersebut.

Berikut Pernyataan Sikap FPPLH:

  1. Meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Malaka melalui Dinas Pekerjaan Umum untuk segera membersihkan dan mengangkut kembali semua sampah yang ada di sepanjang jalur Kateri-Nurobo.
  2. Pemerintah Kabupaten Malaka segera menetapkan TPA sesuai dengan aturan yang berlaku.
  3. Meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Malaka untuk segera melakukan reboisasi hutan yang rusak akibat pembuangan sampah oleh Dinas PUPR Kabupaten Malaka.
  4. Forum Pemuda Peduli Lingkungan akan melaporkan kasus ini kepada pihak yang berwajib berdasarkan bukti yang ada, karena sudah melanggar UU Hutan Lindung.
  5. Forum Pemuda Peduli Lingkungan sudah bersurat ke BKSDA NTT dan Kementerian Kehutanan di Jakarta.

Usai diskusi dengan utusan massa aksi bersama Kepala Dinas PUPR Malaka, BKSDA dan para anggota DPRD lainnya di Ruangan Rapat Komisi III, oleh Ketua Komisi III DPRD Malaka, Felix Bere Nahak menyampaikan bahwa pihaknya bersama Kadis PUPR, massa Aksi dan BKSDA bersepakat terkait beberapa poin-poin penting yang sudah disampaikan.

Forum Pemuda Peduli Lingkungan Hidup (FPPLH) menggelar aksi damai terkait pembuangan sampah di Kawasan Hutan Lindung Kateri oleh Petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Selasa (16/02/2020).

Felix menegaskan tugas DPR juga akan mengawasi. Felix membeberkan, Komisi III sudah mendorong agar segera dilakukan TPA, sejak mulai masuk di DPRD pada tahun 2019, pembahasan untuk 2020 juga Komisi III sudah ngotot agar Pemda Malaka segera membangun TPA.

Kemudian pada anggaran 2021 yang dibahas tahun 2020 itu juga sama, pihaknya meminta untuk segera dilakukan perencanaan, TPA ini harus ada, karena sampah-sampah dibiarkan berserakan.

Sementara itu, ditanya terkait anggaran yang sudah lolos masuk di Dinas PUPR Malaka, itu selalu dicoret.

“Eksekutornya ada di pihak eksekutif. Eksekutornya ada di teman-teman eksekutif,” jawabnya.

Felix menerangkan bahwa pihaknya membahas serius terkait persoalan ini, namun, kata Ketua Fraksi Nasdem ini, kendalanya dengan urusan kepemilikan lahan.

“Oleh karena itu, persoalan ini harus diselesaikan dulu terlebih dahulu, sehingga tidak ada masalah ikutan. TPA sudah dibangun, kemudian ada masalah karena persoalan tanah belum selesai, makanya kita minta itu didahulukan,” jelas Felix.

Sementara itu Kepala Dinas (Kadis) PUPR Malaka, Yohanes Nahak, menyampaikan bahwa, selama ini sampah-sampah yang diangkut dari pusat kota dibuang di kebun-kebun masyarakat yang pemiliknya mau.

“Selama ini begitu, kita tempat pembuangan sampah belum ada, kita buang itu dari kebun ke kebun. Kalo sudah penuh masyarakat bilang sudah, kita pindah lain lagi,” katanya.

Kadis juga menyampaikan akan mengangkut kembali sampah-sampah yang sudah dibuang beberapa waktu lalu.

“Rabu (17/02/2021) kita bersama bagian kebersihan angkut kembali sampah yang sudah dibuang kemarin dan kita juga langsung cari Tempat Pembuangan Sementara (TPS) atau Tempat Pembuangan Akhir (TPA) secepatnya. Kita juga cari lahan milik warga yang mau dibebaskan untuk dijadikan TPS. Masyarakat mana yang mau lahannya subur dan bersedia buang sampah kita pakai itu sampai masyarakat bilang sudah, yah kita pindah lagi,” tutupnya. (fecos/fecos)

Komentar

News Feed