oleh

Limbah Bekas APD Covid-19 Dibuang dan Berserakan di TPU Wolobaja

BAJAWA, suluhdesa.com | Limbah-limbah yang diduga merupakan bekas Alat Pelindung Diri dari Tim Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dibuang, dibiarkan berserakan tak terurus dengan baik di sekitar Tempat Pemakaman Umum (TPU) Wolobaja, Bajawa, yang juga merupakan tempat pemakaman jenasah pasien positif Covid-19.

Hal ini dikeluhkan beberapa warga Kota Bajawa kepada Media SULUH DESA, Rabu (17/02/2021) pukul 09.00 WITA.

Sumber yang tidak ingin disebutkan namanya ini menyampaikan bahwa, pada hari Selasa (16/02/2021) sekira pukul 15.00 WITA, dirinya dan beberapa anggota keluarga hendak ke TPU Wolobaja untuk berziarah ke salah satu makam kerabat mereka yang ada di tempat itu, dan mereka menyaksikan limbah-limbah berupa APD yang biasa dipakai Satgas Covid-19 seperti baju hazmat, sarung tangan, penutup kepala, dan yang lainnya berserakan.

“Itu pakaian seperti APD yang petugas Covid-19 biasa pakai. Itu dibiarkan dan berserakan di dekat excavator yang digunakan untuk menggali lubang pemakaman jenasah Covid-19. Ini pakaian yang biasa pakai hanya petugas Covid-19 Ngada. Tidak ada masyarakat yang pakai begini. Jadi ini pasti mereka petugas yang buang saja atau memang sengaja dibiarkan begitu saja,” ungkap sumber itu kesal.

Sumber itu juga berharap agar pihak yang bertanggung jawab dapat menjaga kebersihan sekitar makam khususnya area pemakaman Covid-19 di TPU Wolobaja.

“Karena kami keluarga tidak mungkin tidak datang untuk bereskan makam yang hanya digali dan ditutupi excavator begitu saja. Tapi melihat limbah APD seperti itu ketakutan pun muncul. Tidak menutup kemungkinan masyarakat yang tidak paham atau anak-anak malah menggunakan barang-barang bekas APD tersebut. Kami masyarakat juga mau bekerja sama untuk memutuskan mata rantai penyebaran virus ini. Tetapi sepertinya Satgas Covid-19 Ngada tidak serius dalam proses penanganan ini,” ungkapnya lagi.

Sumber yang lain menyampaikan bahwa, ini sebuah bukti betapa Satgas Covid-19 Ngada tidak bertanggung jawab.

“Ini juga kelemahan edukasi dari para pengambil kebijakan.Yang bertanggung jawab soal ini adalah Ketua Gugus Tugas Covid-19 Ngada, Dinas Kesehatan Ngada, dan Dirut Rumah Sakit Umum Daerah Bajawa. Kita bayangkan kalau limbah APD bekas ini akhirnya menjadi mainan anak-anak. Tentunya jadi fatal,” imbuhnya.

Menurutnya, hal serupa bukan yang pertama terjadi di mana Tim Satgas Covid-19 Ngada membuang atau membiarkan limbah APD berserakan tidak terurus dan diletakkan begitu saja di kebun milik warga.

“Di Desa Faobata pernah juga warga mengamuk karna APD bekas dibuang di kebun warga. Ini minimnya literasi kesehatan. Ini kesalahan teknis tapi akibatnya fatal. Bupati Ngada harus perhatikan ini,” timpalnya.

“Ini membuktikan bahwa Gugus Tugas Covid-19 Ngada tidak memiliki standar yang jelas dalam proses penanganan Covid-19. Mereka buat sembarangan. Tim Satgas Covid pernah pergi semprot desinfektan di rumah warga di Enabhara juga buang limbahnya sembarang di sekitar jalan yang ada. Nah ini lagi buang APD bekas di sekitar TPU dan sangat melanggar protap kesehatan,” ucapnya geram.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada, Agustinus Naru yang dikonfirmasi Media SULUH DESA terkait limbah-limbah APD bekas ini lewat pesan WhatsApp meminta agar langsung menghubungi pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ngada.

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Ngada sekaligus Pelaksana Harian (Plh) Bupati Ngada Theodisius Yosefus Nono saat dihubungi menjawab, “setahu saya penanganan limbah apalagi limbah Covid-19 itu sangat ketat, silahkan hubungi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Ngada.”

Sampai berita ini diturunkan Media SULUH DESA sedang berupaya menghubungi pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ngada. (fwl/fwl)

DomaiNesia

Komentar

News Feed