oleh

Ini Alasan Melky Simu Puji FPPLH yang Menggelar Aksi di DPRD Malaka

-Berita, Daerah-192 views

MALAKA, suluhdesa.com | Ketua Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Malaka, Henry Melky Simu menilai aksi damai yang digelar Forum Pemuda Peduli Lingkungan Hidup (FPPLH) berbeda kelas dengan aksi damai yang dilakukan para tenaga kesehatan (Nakes) beberapa waktu lalu.

Hal ini disampaikan Melky Simu usai menerima utusan 5 orang massa aksi untuk melakukan diskusi di Ruang Rapat Komisi I terkait tujuan aksi hari Selasa (16/02/2021).

Ketua Komisi I sekaligus Ketua Fraksi Partai Golkar ini sangat mengapresiasi respon baik dari massa FPPLH, yang mana pihak DPRD Malaka meminta utusan masa aksi untuk melakukan diskusi sebanyak 5 orang dan permintaan itu ditaati para massa aksi. Sehingga dirinya menilai dan membandingkan aksi beberapa waktu lalu yang dilakukan para nakes.

“Ini beda kelas. Aksi hari ini saya menilai beda kelas dibandingkan dengan aksi nakes kemarin, karena mereka (FPPLH) sangat tertib dan masuk ruangan juga sesuai permintaan. Jelas aksi hari ini beda kelas dan massa aksi dari FPPLH berkelas,” tutupnya.

Diberitakan media ini sebelumnya bahwa, masyarakat Kateri yang tergabung dalam Forum Pemuda Peduli Lingkungan Hidup (FPPLH) menggelar aksi damai terkait pembuangan sampah di Kawasan Hutan Lindung Kateri oleh Petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Aksi ini diwarnai dengan pembuangan sampah oleh massa aksi di depan Kantor PUPR Kabupaten Malaka sebagai bentuk protes.

Aksi damai yang digelar hari Selasa (16/02/2020) oleh FPPLH ini demi menyadarkan masyarakat dan pemerintah akan pentingnya hutan lindung bagi keberlangsungan hidup manusia termasuk ekosistem yang ada di dalam hutan lindung Kateri.

Forum Pemuda Peduli Lingkungan Hidup (FPPLH) menggelar aksi damai di halaman Kantor DPRD Malaka terkait pembuangan sampah di Kawasan Hutan Lindung Kateri oleh Petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Selasa (16/02/2020).

Koordinator Aksi FPPLH Marselus Seran, dalam orasinya mengatakan bahwa, Hutan kateri ditetapkan Menteri Kehutanan sebagai Suaka Marga Satwa Kateri pada tanggal 26 Oktober 2009 dengan nomor SK: 688/MENHUT-II/2009.

Alasan inilah menggugah nurani para pemuda yang tergabung dalam FPPLH melakukan aksi damai, karena hutan Kateri selama ini dijadikan sebagai Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Pantauan Media SULUH DESA, masa aksi membawa serta sampah-sampah ke Kantor Dinas PUPR Kabupaten Malaka sebagai bentuk protes forum yang sudah tidak tahan lagi dengan sampah yang selama ini dibuang di hutan Kateri baik dengan sadar ataupun tidak yang hingga kini sangat meresahkan masyarakat.

Dalam aksi ini, salah satu tuntutan FPPLH adalah, meminta Dinas PU untuk segera mengangkut kembali sampah yang sudah dibuang di hutan Kateri.

Salah satu massa aksi, Paskalis Bere Nahak dalam orasinya menjelaskan bahwa masyarakat Kateri telah membuat pagar ditempat-tempat yang menjadi target para pembuang sampah, namun para pembuang sampah masih saja menyerobot dan membuang di lokasi tersebut. Selain itu ia juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah memasang plang di sepanjang jalan sekitar hutan lindung Kateri sebagai bentuk peringatan atau larangan agar para pembuang sampah tidak membuang sampah sembarangan, namun semua itu tidak dihiraukan.

Terpantau, koordinator aksi bersama utusan massa aksi sebanyak 5 orang bertemu dengan Anggota DPRD Malaka untuk mediasi, namun pertemuan tersebut masih diskorsing karena dijelaskan Henry Melky Simu bahwa sesuai mekanisme, pihak DPRD bersurat dulu ke instansi terkait. Hingga berita ini diturunkan, masih menunggu konfirmasi dari Dinas PUPR Kabupaten Malaka.

Pantauan Media SULUH DESA, titik kumpul massa aksi ini dari Cabang Uma Sukaer, Desa Bakiruk, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka. Kemudian massa aksi menuju Kantor Dinas PUPR sekira pukul 10.00 WITA dan titik terakhir aksi di Kantor DPRD Malaka. (fecos/fecos)

Komentar

News Feed