oleh

Dinas PUPR Malaka Biasa Buang Sampah di Hutan Lindung, FPPLH Lakukan Protes

-Berita, Daerah-134 views

MALAKA, suluhdesa.com | Masyarakat Kateri yang tergabung dalam Forum Pemuda Peduli Lingkungan Hidup (FPPLH) menggelar aksi damai terkait pembuangan sampah di Kawasan Hutan Lindung Kateri oleh Petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Aksi ini diwarnai dengan pembuangan sampah oleh massa aksi di depan Kantor PUPR Kabupaten Malaka sebagai bentuk protes.

Aksi damai yang digelar hari Selasa (16/02/2020) oleh FPPLH ini demi menyadarkan masyarakat dan pemerintah akan pentingnya hutan lindung bagi keberlangsungan hidup manusia termasuk ekosistem yang ada di dalam hutan lindung Kateri.

Koordinator Aksi FPPLH Marselus Seran, dalam orasinya mengatakan bahwa, Hutan kateri ditetapkan Menteri Kehutanan sebagai Suaka Marga Satwa Kateri pada tanggal 26 Oktober 2009 dengan nomor SK: 688/MENHUT-II/2009.

Alasan inilah menggugah nurani para pemuda yang tergabung dalam FPPLH melakukan aksi damai, karena hutan Kateri selama ini dijadikan sebagai Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Aksi ini diwarnai dengan pembuangan sampah oleh massa aksi di depan Kantor PUPR Kabupaten Malaka sebagai bentuk protes.

Pantauan Media SULUH DESA, masa aksi membawa serta sampah-sampah ke Kantor Dinas PUPR Kabupaten Malaka sebagai bentuk protes forum yang sudah tidak tahan lagi dengan sampah yang selama ini dibuang di hutan Kateri baik dengan sadar ataupun tidak yang hingga kini sangat meresahkan masyarakat.

Dalam aksi ini, salah satu tuntutan FPPLH adalah, meminta Dinas PU untuk segera mengangkut kembali sampah yang sudah dibuang di hutan Kateri.

Salah satu massa aksi, Paskalis Bere Nahak dalam orasinya menjelaskan bahwa masyarakat Kateri telah membuat pagar ditempat-tempat yang menjadi target para pembuang sampah, namun para pembuang sampah masih saja menyerobot dan membuang di lokasi tersebut. Selain itu ia juga menjelaskan bahwa pihaknya sudah memasang plang di sepanjang jalan sekitar hutan lindung Kateri sebagai bentuk peringatan atau larangan agar para pembuang sampah tidak membuang sampah sembarangan, namun semua itu tidak dihiraukan.

Terpantau, koordinator aksi bersama utusan massa aksi sebanyak 5 orang bertemu dengan Anggota DPRD Malaka untuk mediasi, namun pertemuan tersebut masih diskorsing karena dijelaskan Henry Melky Simu bahwa sesuai mekanisme, pihak DPRD bersurat dulu ke instansi terkait. Hingga berita ini diturunkan, masih menunggu konfirmasi dari Dinas PUPR Kabupaten Malaka.

Pantauan Media SULUH DESA, titik kumpul massa aksi ini dari Cabang Uma Sukaer, Desa Bakiruk, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka. Kemudian massa aksi menuju Kantor Dinas PUPR sekira pukul 10.00 WITA dan titik terakhir aksi di Kantor DPRD Malaka. (fecos/fecos)

Komentar

News Feed