oleh

Dua PMI Meninggal di Malaysia, Ini Kata PADMA Indonesia

-Berita, Daerah-137 views

JAKARTA, suluhdesa.com | Duka kembali menimpa Keluarga Besar Flobamora atas meninggalnya dua orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Provinsi Nusa Tenggara Timur yakni Yustika Ataplay (43 tahun) asal Alor di Tawau dan Aberlay Inacio asal Desa Litamali, Kobalima, Malaka di Sandakan, Malaysia Timur.

“Berdasarkan informasi dari Bapak Yudha, Direktur Perlindungan WNI dan Bantuan Hukum Indonesia bahwa Korban Yustika Ataplay langsung dikuburkan di Tawau karena kondisi tubuhnya tidak bisa dibawa pulang ke NTT, sedangkan jenazah Aberlay Inacio sedang diurus persiapannya untuk dibawa pulang ke Indonesia dan Polda NTT sedang memproses dugaan korban Tindak Pidana Perdagangan Orang(TPPO),” Gabriel Goa, Dewan Pembina Lembaga Pelayanan Advokasi Untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia (PADMA Indonesia) kepadaa Media SULUH DESA, Minggu (14/02/2021) malam.

Fakta membuktikan bahwa negara hadir untuk melindungi warga negaranya. Oleha karena itu PADMA Indonesia (Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia) menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerja keras tanpa pamrih dari BP2MI dan Kemenlu RI beserta Perwakilannya di Malaysia yang terus berkoordinasi aktif dengan PADMA Indonesia, dan keluarga, serta jaringan di Malaysia juga di NTT untuk menolong PMI asal Indonesia.

“Kami mendukung total proses penegakan hukum TPPO yang sedang dijalankan oleh Tim Polda NTT terkait dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang terhadap Korban Arbelay,” tegas Goa.

“Kami mendukung Kemenlu RI u.p Direktorat Perlindungan WNI dan BHI untuk terus melobi dan mengawal proses hukum terhadap Pelaku Human Trafficking dengan Korban Adelina Sau asal NTT di Pengadilan Malaysia,” tandas Goa.

Selain itu PADMA Indonesia mendesak Kemenaker RI dan Pemprov NTT untuk segera mengoptimalkan LTSA (Layanan Terpadu Satu Atap) dan membangun BLK PMI (Balai Latihan Kerja Pekerja Migran Indonesia) bukan BLK Komunitas di Maumere untuk layani CPMI asal Flores, Adonara, Solor dan Lembata; di Kupang untuk layani CPMI asal Timor, Rote Ndao, Sabu Raijua, Semau dan Alor; di Tambolaka untuk layani CPMI asal Sumba. (fwl/fwl)

Komentar

News Feed