oleh

Warga Mengeluh, PAUD Hametin Domin di Belu Gunakan Rumah Warga

-Berita, Daerah-279 views

BELU, suluhdesa.com | Tiga tahun Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Hametin Domin yang berada di Dusun Fatukrin, Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur, beroperasi namun sampai sekarang gedung PAUD tersebut masih menggunakan rumah warga. Hal ini dikeluhkan Ketua RT III Dusun Fatukrin, Rosalino Roberto Monis yang mewakili masyarakat Dusun Fatukrin.

Anita Menezes Dos Santos Babo selaku Kepala Pengelola PAUD saat ditemui Wartawan Media SULUH DESA pada Senin (08/02/2021) di kediamannya membenarkan hal itu.

“PAUD ini sudah beroperasi sejak tahun 2017 dan sampai sekarang kami masih menggunakan rumah warga,” ungkap Anita.

Menurut Anita, persoalan ini sudah beberapa kali diusulkan kepada Pemerintah Desa Bakustulama melalui Musyawarah Dusun (Musdus) dan juga Musyawarah Desa (Musdes) namun sampai sekarang belum juga mendapat jawaban dari pemerintah.

“Kami sudah beberapa kali mengusulkan persoalan ini kepada pemerintah desa melalui  Musdus dan juga Musdes, namun sampai sekarang belum ada jawaban dari pemerintah,” jelas Anita.

Melalui Media ini, Anita dan Rosalino yang mewakili masyarakat Dusun Fatukrin meminta kepada pemerintah, baik itu Pemerintah Desa dan juga Pemerintah  Daerah Belu untuk dapat menanggapi persoalan tersebut.

Anita Menezes Dos Santos Babo (Kepala Pengelola PAUD Hametin Domin)

“Kami mewakili seluruh masyarakat Dusun Fatukrin sekali lagi meminta kepada pemerintah agar dapat dengan segera menanggapi persoalan ini,” pinta keduanya.

Kepala Desa Bakustulama, Raimundus Berek saat dikonfirmasi membenarkan hal itu. Namun menurutnya usulan itu tidak dapat direalisasikan karena belum masuk  dalam rangking program pembangunan desa.

“Masyarakat Dusun Fatukrin memang pernah beberapa kali mengusulkan pembangunan Gedung PAUD Hametin Domin dalam Musdus dan juga Musdes. Namun hal itu tidak dapat kami realisasikan karena belum masuk dalam rangking program pembangunan desa,” kata Raimundus.

Raimundus juga menjelaskan mekanisme suatu program yang dapat masuk   dalam rangking program Desa.

“Untuk masuk dalam rangking program pembangunan desa sejatinya melalui berbagai proses yakni usulan melalui Musdus dan kemudian pada Musdes. Apabila dalam Musdes program tersebut mendapat persetujuan dari Badan Permusyawaratan Desa (BPD) maka secara otomatis tersebut masuk dalam rangking program pembangunan desa dan siap untuk direalisasi,” tandas Raimundus.

PAUD Hametin Domi ini dibangun pada tahun 2017 dan mulai beroperasi pada tahun yang sama. Pada tahun 2019 PAUD itu mendapat izin operasionalnya yaitu tepat pada tanggal 07 Januari 2019 dengan Nomor SK Izin Operasional :420/PK/O5/l/2019.

Saat ini PAUD Hametin Domin dikelola oleh satu kepala pengelola, dua orang guru, dan satu operator yakni: Anita Menezes Dos Santos Babo (Kepala Pengelola), Natalina  De Araujo M. Amaral (Guru Kelas A), Veronika Da Costa (Guru Kelas B), dan Joaquina E. D. Babo (Operator). Sedangkan siswa PAUD berjumlah 33 anak.

Hingga berita ini diturunkan, Media SULUH DESA sedang berupaya menghubungi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu, Jhonisius R. Mali untuk menyampaikan keluhan masyarakat Desa Bakustulama terkait PAUD yang ada. (jello/jello)

Komentar

News Feed