oleh

Pelayanan CUKS Betun Diduga Lalai, Uang Nasabah Raib

MALAKA, suluhdesa.com | Koperasi Credit Union Kasih Sejahtera (CUKS) Betun diminta bertanggung jawab atas hilangnya uang milik Beatrix Bano Nahak asal Dusun Beilout, Desa Umotoos, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Demikian disampaikan Beatrix bersama suaminya Bruno, pada hari Senin (08/02/2021).

Permintaan ini disampaikan Beatrix dan Bruno lantaran uang yang ada dalam rekeningnya, dicairkan oleh orang tak dikenal alias bukan pemilik rekening atau pewaris, dan ini diduga terjadi akibat kelalaian pihak CUKS Betun.

Bruno, menyampaikan jika dirinya mengetahui uang dalam rekening milik isterinya hilang saat ia hendak mencairkan uang sebesar 20 juta rupiah di Koperasi CUKS Cabang Wewiku. Saat itu, petugas atau kasir menerangkan bahwa beberapa waktu lalu ada pencairan sebesar 20 juta rupiah di Kantor CUKS Betun. Ia pun kaget saat mendengar penyampaian itu lalu bergegas menghubungi Beatrix isterinya sebagai pemilik rekening. Saat itu, kasir mengatakan pencairan itu dilakukan isterinya Beatrix di Kantor CUKS Betun sesuai dengan slip penarikan yang dikirim oleh Kasir di CUKS Betun ke Kasir CUKS Wewiku lewat pesan WhatsApp. Namun Isterinya mengaku tidak pernah mencairkan uang tersebut.

“Saya tidak pernah cairkan uang di Betun, karena setelah kami dialihkan ke Wewiku, saya atau suami saya biasa cairkan uang di Kantor cabang Wewiku,” kata Beatrix.

Pengakuan Bruno (suami Beatrix) uang yang dicairkan oleh oknum tak dikenal itu pada tanggal 16 Juli 2020 dan diketahui pemilik rekening saat hendak melakukan pencairan dengan nominal yang sama pada tanggal 9 September 2020.

Anehnya pihak teller CU berani melayani oknum yang melakukan pencairan uang 20 juta rupiah itu tanpa membawa buku rekening atau buku anggota CU. Parahnya lagi, Beatrix menjelaskan bahwa pihak CU mengaku mereka juga korban, sebab mereka sudah melayani pencairan uang itu.

“Kasir yang bernama Ibu Neli menelepon petugas di Weoe dan bertanya, lalu petugas di Weoe bilang kasih saja itu mereka punya uang,” kata Bruno mengulangi kalimat yang disampaikan kasir.

Anehnya lagi, sang Kasir mengaku, jika slip pencairan yang digunakan orang tersebut untuk menarik uang dibawa memang dari rumah.

“Kenapa, tidak minta KTP, Buku Rekening, tapi langsung dilayani pencairan? Kalau sudah begini, pihak kantor harus tanggung jawab dan kembalikan uang kami,” tegas Bruno.

Hasil penelusuran Media SULUH DESA, usai kejadian ini, pelayanan di CUKS mulai lebih teliti dan CCTV juga sudah terpasang. Pengakuan beberapa anggota CUKS yang ditemui media ini mengaku, awalnya pelayanan tidak seperti ini (tidak terlalu teliti), sekarang menjadi sangat teliti.

Bruno bersama isteri sangat menyayangkan prosedur pelayanan di CUKS yang melayani nasabah tanpa mengecek dulu terkait kepemilikan. Mereka mengaku sudah menyampaikan hal itu ke Kantor Pusat Atambua, karena sudah dialihkan ke sana. Dan dari pihak Kantor Pusat Atambua mengatakan akan mengembalikan uang tersebut, namun hingga sekarang belum ada respon.

Sementara itu Manager Credit Union Kasih Sejahtera Kantor Pelayanan Betun, Aryanto Seran, A.Md, saat ditemui wartawan di ruangannya membenarkan bahwa ada kejadian tersebut.

Ia menjelaskan pihaknya sudah mencoba melakukan proses mediasi bersama Romo Sipri dan pada tanggal 7 Januari 2021, Romo Sipri hadir namun nasabah tidak datang dengan alasan mereka ada urusan keluarga, sehingga sampai sekarang belum ada proses selanjutnya dan pihaknya akan tetap berupaya untuk menyelesaikan persoalan ini. (fecos/fecos)

Komentar

News Feed