oleh

Kelompok Muda Lintas Iman Gelar Diskusi Virtual Tentang Teologi Tubuh

KUPANG, suluhdesa.com | Seiring berkembangnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia dihadapkan juga dengan situasi kebingungan terkait arti dan makna tubuh. Informasi dan teknologi yang diterima dewasa ini membuat banyak orang terjebak dalam pengertian yang dilematis tentang tubuh. Jika manusia tidak dibekali oleh pengetahuan tentang pemaknaan tubuh yang benar maka ia akan memiliki konsep yang salah tentang tubuh.

Beranjak dari pikiran-pikiran itu, anak-anak muda yang terhimpun dalam Kelompok Solidaritas Misericordia Kupang kembali mengadakan diskusi oikumene secara virtual tentang Teologi Tubuh, dengan Tema “Menghormati Tubuh, Menghormati Allah”, Kamis (04/02/2021), setelah beberapa waktu lalu menyelenggarakan kegiatan diskusi online yang bertema “Pekan Doa Sedunia dan Panca Tugas Gereja.”

Narasumber dalam kegiatan ini yakni Pendeta Nicko Agusta dari Gereja Presbyterian Indonesia yang menerangkan Teologi Tubuh dari perspektif Gereja Protestan, dan Fr. Giovanni A.L Arum, calon Diakon Keuskupan Agung Kupang yang menerangkan dari perspektif Gereja Katolik.

Dalam pemaparannya tentang Yesus dan tubuh kemanusiaan, Pendeta Nicko Agusta menjelaskan bahwa banyak narasi dalam Kitab Suci Perjanjian Baru bertutur tentang kisah Yesus yang peduli pada “tubuh”; memberi makan, menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, bahkan Yesus sendiri peduli dengan “kemanusiaan-Nya” yakni makan dan minum saat lapar. Bahkan dalam narasi kebangkitan Yesus, disaksikan bahwa lambung-Nya masih berlubang. Ia merengkuh kelemahan tubuh.

“Tubuh tidak dipandang rendah oleh Tuhan, pandangan tubuh yang dianggap rendah justru muncul dari pemahaman filsafat Yunani sebab Yerusalem dipengaruhi oleh budaya filsafat Helenistik yang kuat. Banyak Gereja justru terjebak pada pemahaman neo-gnostic padahal Allah sendiri datang ke dalam dunia menjadi daging dalam diri Yesus Kristus,” tandas Pendeta yang menyelesaikan studi teologi di Afrika Selatan ini.

Sedangkan pemaparan tentang Teologi Tubuh dalam perspektif Gereja Katolik, Fr. Giovani A.L Arum menjelaskan apa yang menjadi refleksi Paus Yohanes Paulus II. Pertama-tama gagasan teologi tubuh Yohanes Paulus II diintroduksi atas pertanyaan mendasar tentang siapakah manusia. Pertanyaan ini mengarahkan kita untuk masuk secara jeli dan cermat memahami pesan narasi Kitab Suci khususnya narasi penciptaan manusia dalam kitab Kejadian.

“Menjawab pertanyaan siapakah manusia, Paus memberikan tiga jawaban yang sangat komprehensif. Pertama: manusia harus kembali ke sumber iman yakni Kitab Suci, dalam hal ini manusia harus menyadari tujuan asali penciptaannya. Kedua: manusia harus melihat kembali sejarah hidupnya setelah ia diciptakan. Ketiga: manusia harus menyadari sungguh akan tujuan akhir hidupnya,” jelas calon Imam Katolik ini.

Di sesi diskusi, peserta yang berjumlah 61 orang, cukup berperan aktif dengan terlibat dalam mengutarakan pertanyaan-pertanyaan. Mario Djegho bertanya dan meminta tanggapan tentang kasus bunuh diri. Bernard Kase bertanya tentang tatto, Cucu Luther mengangkat penggunaan KB, Clarissa meminta penjelasan tentang kasus pelecehan seksual, dan Nina menyoroti edukasi tentang seksualitas yang masih dirasa tabu dalam masyarakat. Pertanyaan-pertanyaan yang diutarakan dijawab secara mendetail oleh kedua narasumber.

Kepada orang muda, kedua narasumber mengajak untuk selalu memuliakan Tuhan melalui pikiran, perkataan dan perbuatan dan dalam segala hal. Tubuh memiliki peran dan panggilan spiritual, oleh karena itu perlu penghayatan bahwa apapun yang dikerjakan selalu diarahkan untuk kemuliaan Allah.

Kegiatan yang bermanfaat ini diinisiasi oleh Kelompok Solidaritas Misericordia, dan mendapat perhatian dan dukungan dari berbagai pihak yang ikut ambil bagian. Kelompok ini merupakan kelompok orang muda lintas agama yang dibentuk bulan November 2019. Sebagian besar beragama Katolik dan Protestan, sedangkan dua orang berasal dari kalangan Muslim. Ke depan, kelompok ini akan menghadirkan diskusi online untuk memberikan pencerahan kepada orang muda lintas agama dengan aneka topik menarik. (Yohanes Bahy/msd)

Komentar

News Feed