oleh

Elit Politik Harus Hentikan Polemik, Fokus Hadapi Pandemi

JAKARTA, suluhdesa.com | Pandemi Covid-19 masih terus berlangsung. Data yang tercatat di website resmi Komite Penanganan dan Pemulihan Ekonomi Nasional tercatat hingga Selasa (02/02/2021) jumlah kasus terkonfirmasi di Indonesia sudah mencapai lebih dari 1 juta kasus atau lebih tepatnya 1.099.687 kasus.

Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo mencermati hal ini dan berharap semua elit politik dapat memfokuskan dalam penanganan Pandemi Covid-19 ini.

“Energi bangsa ini harus difokuskan pada penyelesaian problem mengatasi Covid-19 dan dampaknya bagi pertumbuhan ekonomi dengan cara semua elit politik menghentikan polemik persoalan internal partai politik,” jelas Benny saat dihubungi Media SULUH DESA, Kamis (04/02/2021) pagi.

Selain itu Benny berharap bahwa, para elit politik dapat mengedepankan nilai-nilai luhur bangsa yaitu musyawarah dan mufakat.

“Persoalan dalam partai politik hendaknya diselesaikan dengan cara musyawarah mufakat. Tidak perlu menguras energi melibat publik untuk berpolemik,” tambahnya.

Ke depannya bangsa membutuhkan kebersamaan dan persatuan anak bangsa untuk mengatasi masalah Covid-19 dan dampaknya dalam ekonomi dan kehidupan masyarakat serta ruang-ruang publik harus diisi dengan hal positif.

“Ruang publik diisi dengan hal positif dan harapan optimis agar bangsa keluar dari problem global akibat Covid-19 yang menimbulkan krisis ekonomi global,” tuturnya.

Pendiri Setara Institute ini menjelaskan bahwa pentingnya ruang publik dibanjiri dengan semangat kebersamaan dan keluar dari lingkaran mementingkan  cara berpikir sempit untuk kepentingan pribadi.

Benny menjelaskan seharusnya ruang publik mengutamakan keadaban politik.

“Politik beradab tunjukkan norma kemanusiaan dan keadilan. Ke depan ruang publik mengarusutamakan keadaban politik yang mengaktualisasikan nilai, Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, keadilan dalam keutamaan politik,” tegas Benny.

Menurut Benny, mengutip Habermas bahwa, ruang publik memiliki peran yang cukup berarti dalam proses berdemokrasi. Ruang publik merupakan ruang demokratis atau wahana diskursus masyarakat, yang mana warga negara dapat menyatakan opini-opini, kepentingan-kepentingan dan kebutuhan-kebutuhan mereka secara diskursif.

“Penting ruang publik dihiasi dengan ide-ide untuk mewujudkan cita-cita Pendiri Bangsa yakni politik kesejahteraan menjadi habitus partai politik,” tutupnya. (fwl/fwl)

Komentar

News Feed