oleh

SMK Muhammadiyah Kupang Belajar Budi Daya Hidroponik di Manulai

KUPANG, suluhdesa.com | Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah Kupang melakukan pembelajaran kelas kewirausahaan di salah Satu Home Industri PB Gemmilang yang melakukan Budi Daya Sayuran Organik dan Pembuatan Pupuk Organik secara konvensional (manual) dan Aquaponik (kolaborasi Aquatik dan Hidroponik) milik Mahmud Nolowala, S.Pd di Kelurahan Manulai 2, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (30/01/2021).

Pembelajaran Kelas Kewirausahaan ini merupakan bagian dari pengamalan teori yang diperoleh siswa di kelas dan bagaimana aktualisasinya di lapangan (integrasi antara teori dan pengamalan).

Banyak tuntutan ke depan bagi generasi penerus bangsa adalah mampu menciptakan lapangan kerja dengan pengetahuan dan skill yang dimiliki, bukan pada bagaimana mencari kerja, tetapi lebih dari itu tidak menjadi beban dari keluarga dan negara setelah tamat studi.

Adapun tujuan/manfaat dari program belajar kewirausahaan ini yakni siswa dapat: 1) Memperkaya informasi aktual di lapangan, 2) Mengembangkan sikap ingin tahu siswa, dan memperluas pengetahuan, 3) Menyediakan pengalaman melalui objek, tempat, situasi, dan hubungan antar manusia, 4) Mempertajam kesadaran siswa terhadap lingkungan, 5) Mengenalkan siswa tentang kemungkinan bidang kerja dan karier, 6) Menumbuhkan rasa sikap tertarik siswa terhadap objek yang diamati, 7) Memadukan kelas dengan komunitas terbaru dan lingkungan yang lebih besar dan lebih berarti, 8) Mempererat keakraban dengan teman satu kelas dan melatih kerja sama antar siswa dalam suatu kelompok, 9) Memberikan suasana relaksasi di tengah rutinitas yang terkadang menjenuhkan apalagi pembelajaran yang sudah dilaksanakan hampir setahun secara Online (Belajar Dari Rumah/BDR), 10) Memberikan rasa kegembiraan dan suasana yang nyaman dalam hati

Sedangkan manfaat bagi pengelola Hidroponik adalah : 1) Mendatangkan keuntungan, 2) Objek yang dikunjungi menjadi dikenal luas oleh masyarakat dan 3) Menambah lapangan usaha.

Akhir dari Belajar Kewirausahaan ini adalah siswa wajib membuat laporan sebagai bentuk pertanggungjwaban akademik kepada guru dan sekolah meliputi cara pembuatan Budi Daya Sayuran Organik dan Pembuatan Pupuk Organik secara Konvensional (manual) dan Aquaponik (kolaborasi Aquatik dan Hidroponik), alat dan bahan yang dibutuhkan, hasil yang diperoleh dan bagaimana pemasarannya serta kendala atau hambatan yang dihadapi dalam pembuatannya.

Kegiatan Pembelajaran Kelas Kewirausahaan ini adalah yang pertama kali dilakukan oleh SMK Muhammadiyah Kupang dan mendapat tanggapan sangat positif dari para guru dan siswa.

Yusri Sota, S.Pd (Guru Bahasa Inggris) mengatakan bahwa, kegiatan ini merupakan salah satu cara yang dapat menambah wawasan sekaligus memberikan motivasi lebih kepada peserta didik untuk bisa berwirausaha di kemudian hari.

“Kegiatan ini juga merupakan modal dan bekal awal yang baik untuk terus diasah kepada generasi milenial kita sekarang ini untuk dapat menciptakan lapangan kerja baru yang akan menyerap tenaga kerja. Untuk itu saya menyarankan supaya kegiatan ini tidak putus dan terus berkelanjutan sehingga peserta didik mendapatkan ilmu sepenuhnya. Karena untuk menjadi seorang wirausahawan itu butuh proses,” katanya.

Sedangkan, Aba Munawir K. Lamen, S.Pd. (Guru PKN), mengatakan bahwa, kunjungan peserta didik kelas XII ke Home Industri pembuatan tanaman hidroponik adalah yang pertama kalinya,

“Secara pribadi saya juga terlibat di dalam kegiatan sehingga saya mendapatkan ilmu yang baru tentang cara pembuatan tanaman hidroponik itu sendiri. Sedangkan dari segi kesiswaan, saya melihat antusiasme peserta didik sangat semangat dalam mengikuti kegiatan ini, Saya berharap setelah mengikuti kegiatan ini peserta didik dapat mengembangkan ilmu yang mereka peroleh dan menyelesaikan tugas baik laporan individu maupun tugas dari guru mata pelajaran juga merupakan salah satu obat penawar kejenuhan bagi peserta didik belajar yang sudah hampir setahun melakukan pembelajaran secara online (BDR),” ucap dia.

Tanggapan lainnya datang dari Abdul Mujemil, S.Pd (Guru Mata Pelajaran Kewirausahaan). Ia menandaskan bahwa, pembelajaran kelas kewirausahaan di Home Industri pembuatan tanaman hidroponik sangat baik, karena sangat dibutuhkan oleh kaum mileneal saat ini.

“Karena itu harus diberi bekal pengetahuan dan keterampilan khususnya kepada siswa-siswi SMK Muhammadiyah Kupang supaya lebih eksis dalam pembelajaran kewirausahaan maupun lainnya, sehingga mereka bisa lebih berkembang dan sukses di dunia wirausaha. Secara pribadi saya sangat mengharapkan Kepala SMK Muhammadiyah Kupang terus mendukung kegiatan seperti ini untuk mengarahkan para guru dan siswa SMK Muhammadiyah Kupang untuk senantiasa meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menopang kehidupan di masa mendatang,” ucapnya.

Pendapat lain dari Mariana Arba Huller (guru mata Pelajaran Korespondensi) bahwa kegiatan pembelajaran Kelas Kewirausahaan di Home Industri pembuatan atau budidaya tanaman hidroponik bisa mendapatkan ilmu tentang cara budidaya tanaman hidroponik.

“Ke depannya apabila siswa/siswi kita menyelesaikan studi di sekolah dan belum mendapatkan pekerjaan, maka ini bisa menjadi inspirasi dan alternatif bagi mereka untuk berwirausaha,” imbuhnya.

Ririn Wulandari, Siswi Kelas XII, mengungkapkan bahwa, kegiatan ini sangat menyenangkan baginya.

“Ssaya baru pertama kali melihat tanaman hidroponik yang apung apalagi banyak tanaman lainnya, sehingga mendorong saya untuk memanfaatkan lahan kosong di rumah saya. Saya akan mencoba menerapkan pengetahuan yang diperoleh pada Pembelajaran Kelas Kewirausahaan di Home Industri PB Gemmilang,” tutupnya senang. (taufiq/msd)

Komentar

News Feed