oleh

Demo ke Gedung DPRD Malaka, Para Nakes Abaikan Protokol Covid-19

MALAKA, suluhdesa.com | Perhimpunan Tenaga Kesehatan (Nakes) Kabupaten Malaka yang terdiri dari Ikatan Dokter Indonesia, Persatuan Perawat Nasional Indonesia dan Ikatan Bidan Indonesia se Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, melakukan aksi demo di gedung DPRD Malaka pada hari Kamis (28/01/2021) guna menuntut nama baik profesi mereka yang diduga dilecehkan oleh salah satu anggota dewan, pada Rabu (27/01/2021).

Aksi yang dilakukan tersebut melanggar protokol Covid-19, sebab massa aksi yang dimobilisasi ke gedung DPRD Malaka melebihi ratusan orang sehingga menciptakan kerumunan banyak orang dan hampir semua massa aksi yang hadir mengabaikan tempat mencuci tangan alias tidak cuci tangan, padahal di halaman Kantor DPRD tersedia tempat cuci tangan, walaupun terlihat para nakes ini menggunakan masker.

Salah satu mayarakat, Yance yang turut menyaksikan aksi ini sangat menyayangkan terkait aksi tersebut, karena menciptakan kerumunan di masa pandemi Covid-19 yang lagi mewabah dan ia juga sangat menyayangkan karena massa aksi mengunakan fasilitas negara yang notabenenya fasilitas tersebut untuk pelayanan kepada masyarakat.

“Sayang sekali, petugas kesehatan yang merupakan garda terdepat dalam penanganan Covid-19 justru memberikan contoh kepada masyarakat dengan berkumpul banyak orang. Sudah begitu, demo pake mobil Ambulance plat merah lagi,” ucap Yance kesal.

Disaksikan media ini, sepanjang aksi, tuntutan massa aksi untuk pemulihan nama baik karena telah dianggap menghina profesi tenaga kesehatan yang diduga dikatakan oleh salah satu Anggota DPRD Malaka saat dalam perdebatan dengan dokter dan tenaga medis penanganan Covid-19 di RSUPP betun beberapa waktu lalu.

Sempat terjadi perdebatan saat massa aksi hadir dan masuk ke dalam ruangan DPRD Malaka yang saat itu para anggota DPRD sedang melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait honor tenaga medis penanganan Covid-19 yang belum menerima honor. Namun sayang, massa yang hadir menerobos masuk ke ruang rapat paripurna DPRD Malaka, karena ada aksi provokatif dari masyarakat non medis yang hadir saat itu.

Pantauan Media SULUH DESA, diskusi dipimpin oleh Wakil Ketua II DPRD Malaka, Henderikus Fahik Taek, S.H karena Ketua DPRD Malaka, Adrianus Bria Seran dan Wakil Ketua 1 Devi Hermin Ndolu tidak hadir dan tanpa keterangan yang jelas.

Diskusi yang dipimpin oleh Henderikus Fahik Taek ini, walaupun sempat terjadi perdebatan panas, namun diskusi berjalan lancar dan pihak anggota dewan sudah mengklarifikasi terkait tuduhan yang disampaikan dan tuduhan itu tidak benar.

Sebelum menutup diskusi, Hendrik Fahik mengklarifikasi bahwa tidak ada pihak anggota DPRD Malaka yang melecehkan profesi para tenaga medis saat kejadian Rabu (27/01/2021).

“Ini rumah rakyat. Datang dan kita terima. Kita akan mendengar dan menampung. Kita mengatur jalannya diskusi,” kata Hendrikus.

Hendrikus mengaku tidak menyinggung perasaan tenaga medis. Kunjungan itu dilakukan secara resmi yang diawali dengan laporan kepada pejabat rumah sakit. (fecos/fecos)

DomaiNesia

Komentar

News Feed