oleh

Rm. Benny Susetyo: Lahan Pemakaman Korban Covid-19 Saat Ini Penuh

JAKARTA, suluhdesa.com | Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Rm. Antonius Benny Susetyo, Pr, menjadi pembicara dalam wawancara yang dilangsungkan oleh Radio Republik Indonesia (RRI) pada Kamis (21/01/2021) pekan lalu.

Dalam  wawancara ini dibahas mengenai lahan pemakaman khusus korban Covid-19 yang saat ini mulai penuh menjadi fokus utama. Benny menjelaskan pemakaman adalah keyakinan seseorang yang tidak dapat dipaksaan.

Dapat diberikan alternatif seperti pemakaman jenasah Covid di pemakaman umum asal dengan protokol kesehatan yang jelas serta menghindari kerumunan atau dengan dimakamkan satu lubang dengan keluarga yang terlebih dahulu meninggal

“Persoalan kita saat ini darurat sistemnya. Solusinya bisa tumpang sari atau dilakukan di pemakaman umum tetapi menggunakan protokol Covid. Karena faktanya dari penelitian  yang meninggal tidak menularkan virus ini,” jelasnya saat berbincang dengan Media SULUH DESA, Selasa (26/01/2021) pagi lewat telepon.

Pastor Katolik ini menegaskan kesulitan dan keterbatasan lahan ini adalah peringatan untuk masyarakat agar lebih mematuhi protokol kesehatan.

“Ini warning kepada kita agar disiplin kesehatan. Kita memutuskan ini pembatasan kerumunan ditaati. Disiplin diri juga harus dilakukan dan lainnya,” tambahnya.

Warga masyarakat harus melaksanakan protokol kesehatan berdasarkan kesadaran bukan paksaan.

“Jika paksaan akan berat karena itu tekanan. Kalau ikhlas ini akan dilakukan gembira suka cita,” ujarnya.

Dalam kegiatan beribadah Pendiri Setara Institute ini menjelaskan bahwa di gereja-gereja Katolik sudah diterapkan protokol kesehatan sejak lama dalam melakukan proses ibadah.

“Gereka Katolik melakukan protokol kesehatan itu dan Paus Fransiskus meberikan contoh menghindari kerumunan hingga misa online dilakukan,” ungkap Benny.

Pesan Benny kepada masyarakat adalah diharapkan tidak takut berlebihan dan paling penting menaati semua protokol kesehatan.

“Jangan paranoid berlebihan bahwa orang meninggal karena Covid itu menularkan. Yang perlu kita jaga adalah protokol kesehatan  dan kita harus mempunyai rasa kemanusiaan untuk menghormati para korban Covid-19,” jelasnya.

Sebagai penutup Benny menegaskan bahwa, orang yang membuat kerusuhan dalam menghadapi masalah ini adalah orang yang tidak mempunyai cinta kasih kepada Tuhannya. (fwl/fwl)

Komentar

News Feed