oleh

Para Perantau Asal Sebowuli Bertekad Membangun Desa

-Berita, Daerah-468 views

SEBOWULI, suluhdesa.com | Para perantau asal Desa Sebowuli, Kecamatan Inerie, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur, yang tergabung dalam Komunitas Perantau Asal Desa Sebowuli (KOMPAS) tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan luar negeri melakukan pertemuan secara virtual melalui aplikasi Zoom Meeting, pada Minggu (24/01/2021) pukul 15.00 WITA.

Pertemuan virtual ini membahas tentang potensi dan peluang dalam memajukan Desa Sebowuli, membedah masalah, dan tantangan yang dihadapi Desa Sebowuli. Dari hasil pembahasan yang ada, seluruh ide-ide atau gagasan direkomendasikan sebagai kontribusi para perantau terhadap desa.

Pantauan Media SULUH DESA, sebelum memulai pertemuan, para perantau asal Desa Sebowuli yang sporadis berada di seluruh tanah air dan luar negeri melakukan perkenalan secara singkat. Suasana kekeluargaan tampak dari pertemuan itu walaupun dilakukan secara daring. Hal ini terjadi berkat kerja keras para penjaga gawang “Chanel Youtube Akar Rumput” yang berada di Kupang yakni Bernard Gapi, Damianus Loni, Berno Gisi, dan John Reo.

Amatus Botha, salah satu perantau asal Desa Sebowuli yang kini menjadi warga Kota Kupang dalam perkenalan singkatnya mengaku merasa senang dan bahagia sebab walaupun dibatasi jarak namun tetap dekat di hati karena saat ini sudah ada aplikasi modern yang sangat membantu pertemuan ini.

“Saya senang dan bangga. Walaupun kita masing-masing berada di tempat yang jauh dan berbeda, kita masih bisa bersua walaupun hanya dalam aplikasi Zoom ini. Saat ini juga masa Pandemi Covid-19, jadi kita harus tetap menjaga kesehatan, menjaga jarak, dan tetap memakai masker. Pertemuan kita ini menjadi “loka tua mata api”secara online (tempat pertemuan untuk mencari hikmat dan kebijaksanaan),” ungkap Amatus sambil tersenyum.

Hal senada disampaikan pula oleh Marsi Bhara, Epi Sina, Servas Bupu, Hendro Sadi, Wempi Sugi, Gabriel Zezo, dan yang lainnya yang berada di Papua, Bali, Jakarta, Kupang, Malaysia, serta Kalimantan.

Menurut para perantau tersebut, pertemuan kali ini terjadi pertama kali secara online dan mendekatkan satu sama lain untuk membangun Desa Sebowuli yang dicintai. Oleh karena itu, mereka berharap supaya pertemuan serupa terus dilakukan dan hal-hal yang menjadi poin-poin penting harus dilaksanakan oleh semua pihak.

Pertemuan yang memakan waktu hampir satu setengah jam ini menghasilkan beberapa hal penting dari Komunitas Perantau Asal Desa Sebowuli ini untuk pembangunan desa. Hal-hal itu adalah:

  1. Komunitas Perantau Asal Desa Sebowuli mendukung Pemerintah Desa Sebowuli dalam menggenjot sektor pariwisata dan program-program pemberdayaan masyarakat desa.
  2. Komunitas Perantau Asal Desa Sebowuli mengimbau Pemerintah Desa Sebowuli untuk membuka seluas-luasnya akses informasi publik tentang kegiatan-kegiatan desa agar diketahui oleh para perantau, via Facebook, WhatsApp Group, media berita, atau media lainnya.

Selain itu, Komunitas Perantau Asal Desa Sebowuli merekomendasikan gagasan dan usul saran terhadap beberapa hal:

a) Diharapkan peran Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam (UED SP) sebagai Koperasi Desa Sebowuli yang bisa terbuka bagi para perantau untuk menyertakan modal atau sebagai nasabah.

b) Pengadaan mobil Ambulance desa,

c) Membuka akses dan sarana pendukung ke lokasi-lokasi wisata seperti Thebho Bero, Ngalu Rada Nage, Wolo Watu Ngadha, dan Gedha Tere, sebagai perangsang.

d) Pengadaan rumah baca atau perpustakaan desa.

e) Membangun wisata religi di lokasi bukit (Wolo: Bukit) Watu Ngadha

f) Memberikan penamaan lorong atau gang desa.

g) Pemetaan wilayah administrasi dan mempertegas status admistrasi baik KUB, RT, maupun lingkungan.

h) Memperkuat kaderisasi kepemudaan desa dalam melibatkan diri ke jalur politik.

i) Membangun gapura pintu masuk dan pos penjagaan sehingga menjadi monumen atau bukti fisik kontribusi perantau.

j) Pengadaan alat sewa kelolah milik desa, seperti kursi, tenda, dan lain-lain.

Dari pertemuan yang terjadi ini, Komunitas Perantau Asal Desa Sebowuli bersepakat mendukung dengan memberikan kontribusi nyata bagi kebutuhan-kebutuhan di Desa Sebowuli yang tidak diakomodir melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), Komunitas Perantau Asal Desa Sebowuli membantu pengadaan alat dan perlengkapan Liturgi untuk Kapela Sebowuli dengan besaran uang, sesuai kemampuan (yang sudah siap menyumbang, atas nama Amatus Bota, sebesar Rp. 1.000.000 dan Gabriel Zezo, sebesar Rp. 2.000.000).

Sedangkan untuk menyediakan kas kontribusi nyata maka, bagi anggota Komunitas Perantau Asal Desa Sebowuli disepakati menyetor uang pangkal sebesar Rp. 500.000, dan iuran wajib per bulan sebesar Rp. 100.000.

Kas tersebut dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan mendesak dan penting di masa yang akan datang, serta dikelolah sendiri oleh Komunitas Perantau Asal Desa Sebowuli, melalui pihak yang diutus di desa dalam mencairkan atau melakukan pengadaan barang publik, dan Servas Bupu dipercayakan menjadi Bendahara Komunitas Perantau Asal Desa Sebowuli.

Bernadus Gapi, dan Damianus Loni yang menginisiasi pertemuan virtual itu sebelum menutup perjumpaan mengharapkan agar seluruh masyarakat perantau asal Desa Sebowuli ikut terpanggil untuk ambil bagian dalam wadah komunitas perantau untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa.

“Sekian hasil rapat yang dapat kami sampaikan. Atas perhatian dan pengertian baik dari bapak, mama, kakak, adik, basodara semua, kami ucapkan limpah terima kasih. Kita toa gili ola, wado wasi lika sa’o (kita sudah berpencar mengelilingi dunia, kita harus kembali untuk membersihkan tungku di rumah). Semoga ke depannya semua perantau asal Desa Sebowuli dapat bergabung bersama lagi dan mendiskusikan hal-hal nyata bagi pembangunan Desa Sebowuli,” ucap Bernadus dan Damianus.

Kepala Desa Sebowuli, Marselinus Niki, saat dihubungi Media SULUH DESA, Minggu (24/01/2021) malam, mengatakan bahwa dirinya sangat bangga dengan gebrakan yang dilakukan oleh para perantau asal Desa Sebowuli yang tersebar di seluruh Indonesia maupun di luar negeri.

“Saya merasa senang dan bangga. Saya juga mengapresiasi virtual meeting terkait pembangunan Desa Sebowuli. Selama ini kami menyadari masih memiliki kekurangan. Oleh karena itu, dengan hadirnya para perantau yang ingin berkontribusi bagi desa melalui materi dan pikiran yang baik, kami terima dan kami sambut dengan suka cita. Desa Sebowuli adalah rumah kita bersama. Sekali lagi saya bangga memiliki teman-teman perantau, para saudara yang memiliki sikap antusiasme yang tinggi,” kata Kepala Desa Sebowuli yang biasa disapa Seli ini.

Tentang apa yang dibicarakan dalam pertemuan tersebut, Seli menjelaskan bahwa, “untuk program pariwisata kami baru mulai dan masih pelan-pelan. Kami tetap meminta dukungan, masukkan dari semua pihak untuk perbaikan kita punya kampung ini. Kami berterima kasih kepada teman-teman perantau yang memiliki pengalaman lebih. Ini akan membantu kami di desa meskipun dari jarak jauh tetapi buah pikiran itu akan sangat bermanfaat bagi kemajuan desa kita. Selama ini kami melihat dari kacamata kami, kami merasa Desa Sebowuli biasa-biasa saja ternyata lebih luas yang harus kita lihat.”

Terkait pariwisata di Pantai Desa Sebowuli sudah 10 sampai 15 persen yang disiapkan desa. Jalan sudah jadi yang tembus ke pantai. Air, dan MCK juga disiapkan secara swadaya oleh masyarakat.

Masalah yang dihadapi Desa Sebowuli, ujar dia, yakni air, MCK. Menurut Seli, intervensi Dana Desa untuk pariwisata pantai belum ada tetapi nanti tahun 2022 melalui musrembang.

“Saat ini saya fokus pembangunan dapur kantor desa multi fungsi untuk Posyandu, Polindes, dan kegiatan desa lainnya. Tinggal menunggu asistensi dari kabupaten. Sekali lagi untuk pariwisata Pantai Tebho Bero, saya tengah bernegosiasi dengan masyarakat untuk tempat MCK di pantai  dan membuat jalan menuju pantai. Jalan ke pantai Tebho Bero itu akan dibuat rabat beton,” imbuh Seli.

Seli juga menyampaikan tentang jumlah warga Desa Sebowuli saat ini.

“Jumlah warga Desa Sebowuli 224 KK termasuk yang keluar merantau ke Malaysia dan Kalimantan. Sebagai kepala desa saya minta para saudara saya yang di rantauan untuk bisa memberikan dorongan, masukan, dan memberikan kontribusi bagi Desa Sebowuli yang kita cintai ini. Kami tidak bisa jalan sendiri. Kami sangat mengharapkan peran serta para saudara yang berada di perantauan untuk membangun kampung kita tercinta,” tutup Seli.

Hadir dalam pertemuan virtual ini selain para perantau, hadir pula para sesepuh asal Desa Sebowuli yang berada di Papua, Kupang, dan Bali. Sedangkan dari Desa Sebowuli sendiri, hadir Kepala Desa Sebowuli, Marselinus Niki, didampingi Ketua BPD Sebowuli, Tony Neru. (msd/haji ismail)

Komentar

News Feed