oleh

Miliki Lahan 124 Ha, Kebun Eden Jadi Tempat Penangkar Benih di TTU

KEFAMENANU, suluhdesa.com | Anggota Kelompok Tani Kebun Eden mengadakan pertemuan singkat  untuk membahas administrasi dan pembukuan sebagai syarat legalnya kelompok ini pada Sabtu (23/01/2021). Pertemuan yang dilaksanakan di kebun milik Yosef Tanu dimulai pada pukul 09.45 Wita.

Ketua Kelompok, Victor Afrianto Rangga membuka pertemuan dengan mempersilakan Veronika Sofia Jaquelin Talan, S.ST selaku Koordinator  PPL Kecamatan Bikomi Tengah untuk memberikan penjelasan detail terkait syarat yang mesti dipenuhi untuk menjadi Kelompok Tani yang legal di hadapan pemerintah.

Dalam penjelasannya, Veronika yang akrab disapa Ibu Erlin ini membeberkan berbagai persyaratan yang mesti dilakukan kelompok agar dapat diakui oleh Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara.

Menurutnya, untuk menjadi kelompok yang legal tidaklah susah. Hanya dengan penataan administrasi yang baik saja sudah bisa menjadi kelompok yang legal. Artinya bahwa apabila administrasi sudah berjalan baik maka tentunya kegiatan kelompok juga sudah berjalan baik bahkan maksimal.

Lebih lanjut, Erlin menjelaskan bahwa Kabupaten TTU masih kekurangan sumber penangkar benih. Oleh sebab itu, ia sangat berharap agar suatu kelak kelompok ini dapat ditata untuk menjadi salah satu penangkar benih untuk Kabupaten TTU.

Inyo Piris, salah satu anggota kelompok yang hadir ketika diberikan kesempatan berbicara mengatakan bahwa kelompok ini punya prospek yang baik dalam hal pertanian sehingga harus ditata sedemikian rupa agar menjadi model bagi pertanian di Kabupaten TTU.

“Bahkan kalau bisa bukan hanya menjadi model pertanian modern di kabupaten saja tetapi bisa lebih jauh dari itu,” ujar Inyo Piris bersemangat.

Kemudian dalam penjelasan selanjutnya, Erlin Talan menjelaskan lagi bahwa salah satu syarat untuk menjadi kelompok yang adalah dengan pembukuan yang jelas.

“Yang diwajibkan dari pemerintah adalah bahwa setiap kelompok wajib memiliki 19 buku untuk mendata perkembangan kelompok tani ini. Tetapi sekurang-kurangnya harus memiliki 9 buku yang paling wajib untuk mendatanya. Setidaknya harus ada buku agenda kegiatan, buku kas untuk bendahara, dan masih banyak lagi yang lain. Nanti saya berikan formatnya untuk dipakai sebagai panduan,” tutur Erlin sambil tersenyum di balik kacamatanya.

Sementara itu, Yosef Tanu selaku anggota Kelompok Tani Kebun Eden menjelaskan bahwa luas lahan yang dimiliki adalah seluas 124 hektare.

“Memang lahannya terpisah tetapi saya pikir ini adalah lahan yang cukup untuk memulai. Ke depan kita sudah merencanakan untuk berbagai varietas tanaman yang mesti dikembangkan. Saya percaya bahwa dengan dukungan dari Dinas Pertanian TTU, tentunya kelompok ini bakal menjadi semakin baik ke depannya sesuai dengan harapan kita,” jelas Yosef Tanu.

Ketua Kelompok, Victor Afrianto Rangga dalam penjelasannya mengatakan, “saya berharap agar kelompok ini lebih cepat dikukuhkan agar segala yang sudah kita rancang dapat terlaksana. Sudah semestinya kita turut memberikan pendidikan praktis bertani kepada masyarakat yang kerap menggunakan sistem tebas bakar. Atau yang biasa kita sebut kebun pindah-pindah. Saya harap ke depan kita dapat merealisasikan banyak agenda yang sudah dirancang dan kita menjadi model untuk pertanian di Kabupaten TTU ini.” (Seko/Seko)

Komentar

News Feed