oleh

Remigius Asa Laporkan dr. Messe Ataupah ke Polres Malaka

MALAKA, suluhdesa.com | Polemik pemberhentian Kepala BP4D Kabupaten Malaka, berujung di Kepolisian Resor (Polres) Malaka. Mantan Kepala BP4D, Remigius Asa, S.H pada hari Selasa, (19/01/2020) resmi membuat lapor ke Polres Malaka dan diterima oleh Penyidik Pembantu Aiptu Yosef Wadan.

Mantan Kepala BP4D, Remigius Asa, S.H didampingi 2 orang Advokad Muda Malaka, resmi mempolisikan Mantan Pjs Bupati Malaka bersama 2 orang pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Malaka yang diduga menuduh dirinya memalsukan tanda tangan Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran, M.P.H, terkait surat penugasan hingga dirinya diberhentikan dari jabatan Kepala BP4D.

Ketiga terlapor dimaksud adalah Kepala BKPSDM Malaka, Kepala Inspertorat Malaka dan Pjs. Bupati Malaka, dr. Messerasi V B Ataupah.

Mantan Kepala BP4D Remi Asa melaporkan ketiga orang tersebut karena ingin mengetahui masalah ini secara terang benderang, siapa di balik semua ini. Karena menurutnya, tuduhan yang dimaksud tidak mendasar terkait pemalsuan tanda tangan hingga rujukan dari laporan hasil pemeriksaan Inspektorat Kabupaten Malaka.

Remi Asa mengaku, hingga saat ini, dirinya belum menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) dari Inspektorat terkait dasar pemberhentian dari jabatannya sebagai Kepala BP4D.

Alasan terkait tiga orang yang disebutkan namanya sebagai terlapor karena, yang pertama dr. Messerasi V B Ataupah sebagai Penjabat Bupati Malaka. Kedua, Remigius Leki sebagai Kepala Inspektorat kabupaten Malaka karena rujukan SK pemberhentian itu berdasarkan laporan hasil pemeriksaan dan ketiga, Kepala BKPSDM Kabupaten Malaka karena surat yang dikeluarkan berdasarkan nomor surat yang tertera kode BKPSDM (SK Pjs Bupati Malaka Nomor: BKPSDM.887/800/XII/KEP/2020 tentang Pemberhentian Aparatur Sipil Negara dari Jabatan Struktural di Lingkup Pemerintah Kabupaten Malaka)

Sementara itu, Kuasa Hukum Yulianus Bria Nahak, S.H., M.H menerangkan bahwa, pihaknya menduga ada perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh Pjs bupati Malaka serta Inspektorat Malaka dan Kepala BKSDM Malaka. Sehingga hari Selasa (19/01/2021) melaporkan ke Polres Malaka.

“Hari ini, kami mendamping klien kami Bapak Remigius Asa, S.H melaporkan perbuatan Pjs Bupati Malaka, Kepala Inspektorat dan Kepala BKPSDM ke Polres Malaka,” jelas Yulianus.

Yulianus membeberkan alasan mengadu ke Sat Reskrim Polres Malaka tersebut karena terkait dugaan yang dituduhkan kepada kliennya, yang diduga melakukan pemalsuan tanda tangan atau duplikasi tanda tangan.

“Tuduhan kepada klien kami itu tidak berdasar, maka hari ini kami mengadu ke Sat Reskrim Polres Malaka, guna melakukan penyelidikan,” tandas Yulianus

Hal senada disampaikan Wilfridus Son Lau, S.H., M.H yang menjelaskan bahwa perbuatan yang dituduhkan kepada kliennya ini, perbuatan yang tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undang.

“Pemberhentian terhadap klien kami, dengan tuduhan pemalsuan tanda tangan itu, secara sepihak dan tidak beralasan hukum, sehingga dibatalkan Komisi ASN berdasarkan surat yang diterima klien kami tertanggal 4 Januari 2021 lalu,” ucap Son Lau

Maka atas dasar itu pihaknya mendampingi Remigius Asa untuk mengadu ke Polres Malaka melalui Satuan Reserse Kriminal terhadap beberapa orang. Sebab mereka menilai ada muatan pencemaran nama baik terhadap Remigius Asa. (fecos/fecos)

Komentar

News Feed