oleh

Notaris Seluruh NTT Lakukan Aksi Mogok Tak Buka Kantor Pelayanan

KUPANG, suluhdesa.com | Ikatan Notaris Indonesia (INI) dan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) Wilayah Nusa Tenggara Timur dalam beberapa hari ke depan akan menutup kantor pelayanan.

Hal ini disampaikan Ketua INI NTT, Albert Riwu Kore, S.H dalam jumpa pers bersama awak media, Rabu (20/01/2021) di Resto Nelayan, Kota Kupang.

Albert Juga menegaskan mereka bakal bersurat untuk meminta perlindungan hukum kepada Presiden Joko Widodo, Komisi III DPR RI, Menteri Hukum dan HAM serta Jaksa Agung di Jakarta.

Aksi solidaritas itu dilakukan sebagai wujud protes para Notaris/PPAT atas kasus yang menimpa rekan Notaris/PPAT mereka Theresia Koroh Dimu, S.H., M.Kn yang kini ditahan dengan status tersangka oleh Kejaksaan Tinggi Provinsi NTT dalam kasus penjualan aset tanah negara di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

“Kami merasa prihatin maka bentuk kepedulian dan solidaritas kami terhadap Kejaksaan Tinggi NTT, Ikatan Notaris Indonesia (INI) dan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah (IPPAT) memutuskan untuk menutup kantor di seluruh wilayah NTT,” urai Aleks.

Ketua IPPAT NTT, Emanuel Mali juga menyampaikan kekecewaannya karena seharusnya profesi Notaris adalah profesi yang mulia, profesi kepercayaan tetapi sepertinya tidak dilindungi Undang-Undang.

“Kami sangat kecewa karena profesi Notaris itu dilindungi oleh Undang-Undang dan sebagai Ketua IPPAT NTT, Majelis Kehormatan Notaris (MKN)  telah melakukan sidang dan memeriksa Theresia Koroh Dimu dan tidak ditemukan adanya pelanggaran atau cacat hukum. Saya menilai proses pembuatan hingga pendaftaran akta jual beli yang dilakukan oleh rekan  Theresia Koroh Dimu, setelah dilakukan penelusuran oleh Majelis Kehormatan Notaris, tidak ditemukan adanya pelanggaran atau kesalahan formil karena Notaris/PPAT mempunyai tanggung jawab formil bukan material seperti KTP palsu, surat palsu, kuitansi palsu, surat lurah palsu, dan tanda tangan palsu,” tegas Emanuel Mali

“Beberapa  hari ke depan kami akan  menutup kantor dan tidak melayani masyarakat di seluruh Wilayah NTT. Dan bila ada yang membuka kantor dan memberikan pelayanan akan kami berikan sanksi tegas,” jelas Emanuel.

Ditambahkannya juga seluruh Notaris /PPAT keberatan atas penetapan tersangka oleh karena itu pihaknya telah mendaftarkan praperadilan di Pengadilan Negeri (PN) Kupang dan berharap agar pengadilan dapat mempertimbangkan hal itu dengan bijaksana.

“Kami sama sekali tidak mengintervensi apa yang dilakukan bapak/ibu di Kejaksaan. Kami sangat menghargai proses hukum yang berjalan namun khusus teman kami yang sedang ditahan, dia hanya sebatas menjalankan profesi sesuai amanat undang-undang,” tegas Emanuel Mali.

Ditegaskan Emanuel, jika Theresia Koroh Dimu melakukan kesalahan maka yang mengadili adalah Majelis Kehormatan Notaris dan melakukan sidang secara bertahap dan kemudian memberikan izin kepada Kejaksaan untuk diperiksa sebagai saksi.

Ketua INI NTT, Albert Wilson Riwu Kore, S.H. mengatakan, Theresia Koroh Dimu tidak mempunyai alasan mendasar untuk menolak pembuatan akta jual beli dan Notaris tak masuk dalam perjanjian yang dibuat oleh para pihak.

“Pada saat dokumen diserahkan kepada rekan kita Theresia Koroh Dimu dalam kondisi bersertifikat dan proses penerbitan sertifikat dilakukan oleh instansi resmi yakni BPN (Badan Pertanahan Negara) sehingga pejabat PPAT hanya melaksanakan tugas dan tidak masuk dalam hal material,” ujarnya.

Dikatakan Albert, materi secara formil hanya membuat akta dengan menuangkan kepentingan antara penjual dan pembeli di dalam akta jual beli, sehingga tidak ada kepentingan apa pun untuk terlibat dalam rekayasa membuat surat keterangan palsu atau surat apa pun.

“Notaris atau PPAT sebatas melakukan proses formil saja, mengenai material tak punya kapasitas untuk mencari tahu. Jika ada sertifikat atau data palsu, maka proses lebih lanjut ke pidana,” tandasnya

Ditambahkan juga selain aksi mogok, pihaknya juga melalui kuasa hukum keluarga telah mengajukan praperadilan di Pengadilan Negeri Kupang dengan nomor 02/PID/PRA/2021/KPG. (vrg/vrg)

DomaiNesia

Komentar

News Feed