oleh

Tahun Baru Adat di Desa Femnasi, Ada Lomba Kebun

-Berita, Daerah-734 views

KEFAMENANU, suluhdesa.com | Camat Miomaffo Timur, Pius Kolo, S.Sos mengapresiasi kegiatan Tahun Baru Adat yang diselenggarakan oleh Kepala Desa Femnasi, Klemens Manu, pada Minggu (10/01/2021). Kegiatan yang melibatkan seluruh masyarakat Desa Femnasi dengan dihadiri oleh Camat Miomaffo Timur dan Polsek Miomaffo Timur ini dilangsungkan di Nefotimu, Desa Femnasi, Kecamatan Miomaffo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Camat Miomaffo Timur, Pius Kolo ketika ditemui Media SULUH DESA di lokasi kegiatan mengapresiasi niat baik Kepala Desa Femnasi yang menyelenggarakan kegiatan Tahun Baru Adat bersama ini.

“Sebagai Camat, saya patut mengapresiasi kegiatan ini. Seingat saya, kegiatan ini diselenggarakan setiap tahun dan kali ini adalah tahun kelima. Tujuan dari kegiatan ini juga untuk mengikat tali persaudaraan di antara suku-suku yang ada di Desa Femnasi. Menariknya, kegiatan ini juga selalu melibatkan Camat Miomaffo Timur bersama staf dan juga Kapolsek Miomaffo Timur bersama anggota. Sehingga keamanan ikut terjaga dan juga protokol kesehatan pun diterapkan mengingat situasi pandemi COVID-19 yang tengah mewabah,” ujar Pius Kolo sambil makan sirih pinang.

Mengenai bentuk kegiatannya, Pius Kolo menjelaskan satu hal yang unik dari kegiatan Tahun Baru Adat ini. Bahwasanya, setiap tahun selalu diadakan lomba kebun yang paling lengkap ditanami sesuai kriteria yang diberikan oleh Kepala Desa.

“Untuk menjadi pemenang, masyarakat harus menanami kebunnya dengan beberapa tanaman khas atoin meto sesuai yang ditentukan oleh Kepala Desa. Yang harus ditanam di kebun adalah padi, jagung dan ubi kayu. Masyarakat juga diwajibkan untuk membuat terasering karena daerah perkebunan masyarakat hampir seluruhnya berada di bukit. Yang menjadi pemenang bakal diberi hadiah berupa uang. Meski tidak seberapa jumlahnya tetapi hal itu menjadi motivasi agar masyarakat berlomba-lomba melengkapi kebunnya dengan tanaman yang ditentukan,” lanjut Camat Miomaffo Timur ini.

Lebih lanjut, Camat Miomaffo Timur ini menjelaskan lagi bahwa masyarakat mendirikan tenda dari terpal sebagai tempat berkumpul setiap masyarakat. Setiap tenda dipakai oleh masyarakat yang telah membentuk kelompok, baik itu kelompok doa, kelompok satu suku, maupun himpunan masyarakat per RT.

Menurutnya tahun ini ada perkembangan karena anak-anak muda ikut terlibat dengan membentuk satu kelompok sendiri.

Kemudian untuk ritualnya, Pius Kolo menjelaskan, “masyarakat yang diwakili oleh setiap kepala suku akan maju menghantar persembahan ke hadapan leluhur sambil diiringi instrumen musik Dawan. Di hadapan leluhur sudah ada satu orang tua adat yang bertugas menerima persembahan yang dibawakan dalam tupa atau nyiru.”

Sementara itu, Camat Miomaffo Timur, Pius Kolo duduk dengan didampingi oleh Petrus Kanisius Ukat dan Leonardus Ukat selaku tokoh adat di Desa Femnasi. Pius Kolo berharap agar kegiatan ini tetap dilangsungkan setiap tahun dengan evaluasi-evaluasi yang perlu untuk meningkatkan rasa persaudaraan di antara masyarakat. Untuk anak-anak muda, ia juga berharap agar selalu dilibatkan sehingga rasa cinta terhadap budaya atoin meto tetap lestari turun temurun.

Salah satu peserta kegiatan Tahun Baru Adat, Richardus Siki saat ditemui di sela keramaian kegiatan mengatakan, “kegiatan ini sangat baik terutama untuk meningkatkan rasa persaudaraan dan sekaligus melestarikan budaya yang telah diletakkan oleh leluhur bahwa kita perlu menghantar persembahan untuk menghormati mereka yang telah tiada.” (Seko/Seko)

Komentar

News Feed