oleh

Rumah Warga Terbakar, Pemdes Lakekun Utara di Malaka Tutup Mata

-Berita, Daerah-1.305 views

MALAKA, suluhdesa.com | Sejak 19 November 2020 lalu, rumah warga Desa Lakekun Utara (Lakut), Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang ludes terbakar, hingga kini tidak diperhatikan baik dari Pemerintah Desa (Pemdes) Lakekun Utara, maupun Pemerintah Kabupaten Malaka.

Demikian disampaikan Delvinus saat ditemui Wartawan di kediaman keluarganya, Minggu (10/01/2021), di Dusun Welaus B.

Kepada Wartawan, Delvinus mengakui, sejak dua bulan pasca kebakaran, baik pihak Desa Lakekun Utara maupun dari dinas terkait tidak pernah memperhatikan mereka terkait musibah yang menimpa dirinya dan keluarga.

Delvinus menyampaikan, hingga sekarang hanya ada bantuan dari Dinas Sosial Kabupaten Malaka berupa terpal, kain panas, seragam Sekolah Dasar (SD) 2 pasang, termos nasi, tacu, dandang, dan peralatan dapur lainnya.

Sejak kejadian, Delvinus bersama keluarganya tinggal di rumah adat (Suku Bei Nak) bersama sanak familinya dan di dalam rumah itu terdapat 4 Kepala Keluarga (KK).

Delvinus mengaku, dirinya merasa kesal dan kecewa dengan pihak desa yang sampai saat ini tidak ada respon terkait musibah yang menimpa dirinya dan keluarga, bahkan pasca kebakaran, tidak ada rasa empati dari Pemerintah Desa Lakekun Utara.

“Saya kecewa, kesal, seolah saya dianggap tidak sebagai warga Desa Lakekun Utara,” sesalnya.

Hingga kini, keluarganya hanya dibantu dari pihak swasta dan perkumpulan seperti Perkumpulan Legio Maria, Koperasi TLM dengan bantuan ala kadarnya dan menghibur keluarganya.

Sementara itu, Kakak Delvinus, Marselinus Koli, sebagai keluarga yang menampung adiknya, turut kesal dengan pihak Pemerintah Desa Lakekun Utara.

Dirinya mengaku, sudah hampir dua bulan adiknya bersama isteri dan anak tidak diperhatikan.

“Saya sebagai kakak merasa kecewa, karena selama hampir dua bulan ini adik saya bersama isteri dan anak-anak kewalahan, karena mereka tidak punya apa-apa pasca kebakaran, hanya pakaian di badan saja, semuanya habis terbakar,” tutur Marselinus.

Marselinus menambahkan, dirinya sangat menyayangkan dan menilai pemerintah seolah tutup mata dan telinga, sebab kata Marselinus, adiknya hanyalah seorang petani yang tidak mempunyai penghasilan tetap.

Marselinus berharap Pemerintah Desa Lakekun Utara maupun dinas terkait bisa melihat dan turut merasakan musibah yang menimpa adiknya dan keluarga.

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Lakekun Utara, Ignasius Bau, S.H, saat dihubungi Media SULUH DESA via WhatsApp pada Minggu (10/01/2021) malam, menyampaikan bahwa sudah membantu melaporkan bersama korban ke dinas terkait untuk meminta bantuan.

“Kemarin saya sudah membantu buat laporan bersama korban ke dinas terkait untuk meminta bantuan,” jawabnya singkat.

Ketika ditanyai terkait adakah upaya lain yang dilakukan pemdes terkait musibah yang menimpah warganya, Kades Ignasius menjawab, “Ya kita lihat dulu petunjuk teknis dari pusat apa bisa atau tidak karena tahun ini dana desa hanya untuk pemulihan ekonomi masyarakat saja lewat bentuk kelompok untuk didanai. Hal ini terjadi karena Covid tahun kemarin.” (fecos/fecos)

Komentar

News Feed