KASN Minta Bupati Malaka Kembalikan Jabatan Remigius Asa yang Dicopot

oleh -431 views
Remigius Asa, S.H, yang dicopot jabatannya sebagai Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) oleh Bupati Malaka, Stef Bria Seran.

MALAKA, suluhdesa.com | Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) meminta Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran, M.P.H untuk meninjau kembali Surat Keputusan (SK) pembebasan tugas yang diberikan kepada Penjabat Eselon II atas nama Remigius Asa, S.H, dalam kurun waktu 14 hari.

Hal tersebut tertuang dalam surat rekomendasi yang dikirim Komisi ASN pada tanggal 4 Januari 2021 dengan tembusan kepada Mendagri, Bupati Malaka, Sekda Malaka.

Dalam Konferensi Pers, di kediamannya, Senin (11/01/2021), Remi, sapaan akrab Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP4D) yang dibebastugaskan ini mengatakan bahwa, dirinya tidak pernah melakukan seperti yang disampaikan atau dilaporkan ke komisi ASN.

Baca Juga:  Awalnya Hanya Fondasi, Pemdes Raimataus Lanjut Bangun Rumah Warganya

Oleh karena itu, kata Remi, sejak diterimanya SK pemberhentian dari jabatan Kepala BP4D pada tanggal 4 Desember 2020, dirinya mengambil sikap membuat laporan dan dikirim kepada Komisi ASN, karena dirinya menilai bahwa keputusan ini cacat hukum atau dengan kata lain gugur karena kewenangan atau gugur karena prosedur.

“Keputusan ini bisa dibilang cacat hukum, karena bagaimana bisa seorang penjabat sementara (Pjs) yang menjabat hanya 71 hari dan dengan kewenangannya yang dibatasi, mengambil sebuah keputusan seperti ini. Bagaimana bisa, seorang penjabat sementara memerintahkan, sementara masa kejanya hanya 71 hari dan kewenangan Pjs itu dibatasi,” jelas Remi.

Baca Juga:  Kuasa Hukum Pemda Malaka Siap Buktikan Kalau Pernyataan Ketua Araksi Tidak Benar

“Saya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan dengan basic ilmu yang saya miliki dibidang hukum, maka saya paham prosedurnya, sehingga saya mengambil tindakan untuk mengirim surat untuk melaporkan ke KASN terkait hal ini, karena saya merasa tidak puas dengan tuduhan yang saya tidak pernah buat,” tambah Remi.

Alasan yang membuat Kepala BP4D Malaka dibebastugaskan oleh Penjabat Bupati Malaka dr. Messerasi Ataupah beberapa waktu lalu, Remigius Asa, S.H memalsukan tanda tangan Bupati Malaka dalam dokumen pertanggungjawaban belanja perjalanan dinas.

Baca Juga:  Simon Nahak: Jika Terpilih Jadi Bupati Malaka, Mobil Pelayanan e-KTP akan Disiapkan

Berdasarkan surat rekomendasi dari Komisi ASN yang dikirim kepada Bupati Malaka dengan tembusan kepada Mendagri, Sekda dan termasuk Remigius Asa, S.H, menerangkan bahwa meminta Bupati Malaka segera meninjau kembali SK dalam kurun waktu 14 hari sejak surat diterima dan mengembalikan jabatan kepada Remigius Asa, S.H.

Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran, M.P.H, hingga kini belum ada tanggapan terkait hal ini, karena saat ini tidak berada di Malaka. Dikonfirmasi lewat pesan WhatsApp pada Selasa (12/01/2021), belum ada jawaban hingga berita ini diturunkan. (fecos/fecos)