oleh

Ada Pramugari Asal NTT di Sriwijaya Air yang Jatuh, Flobamora Bali Berduka

BALI, suluhdesa.com | Pesawat komersial Sriwijaya Air tipe Boeing 737-500 rute Jakarta-Pontianak ‘diduga jatuh’ sekitar pukul 14.40 WIB, Sabtu (09/01/2021), yang kemungkinan di sekitar perairan Pulau Lancang dan Pulau Laki, Kepulauan Seribu, Laut Jawa.

Pihak berwenang langsung melakukan pencarian dan pada Sabtu malam TNI AL menyatakan sudah menemukan titik koordinatnya. Sedikitnya 10 Kapal Republik Indonesia (KRI ) dikerahkan ke lokasi.

Lewat tengah malam, tim Basarnas membawa sejumlah temuan yang diduga berasal dari pesawat Sriwijaya Air SJ182 ke posko di dermaga JICT 2, Tanjung Priok, Jakarta.

Pesawat yang dioperasikan oleh maskapai Sriwijaya Air tersebut pertama kali terbang pada 1994 dan dikatakan dalam kondisi layak.

Peristiwa naas ini mengundang empati dari semua pihak. Bencana yang terjadi di awal tahun 2021 sungguh memilukan. Perasaan duka yang mendalam datang dari Komunitas Masyarakat Nusa Tenggara Timur yang tergabung dalam Flobamora Bali.

Dalam laman Facebook-nya, Flobamora Bali (https://web.facebook.com/humasflobamorabali) mengungkapkan rasa duka mereka kepada salah satu Pramugari Pesawat Sriwijaya Air SJ182 asal Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur, bernama Mia Zet Wadu. Rupanya Mia juga menjadi korban dalam tragedi tersebut.

Berikut adalah ungkapan duka Keluarga Flobamora Bali di dinding Facebook mereka yang dikutip oleh Media SULUH DESA.

“Kabar duka menghentak di awal tahun 2021. Nun jauh di sana, di perairan Kepulauan Seribu, Sabtu (09/01/2021), Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ182 jurusan Jakarta-Pontianak yang mengangkut 62 orang yang terdiri dari 12 awak kabin, 40 penumpang dewasa,7 penumpang anak-anak dan 3 bayi penumpang terhempas jatuh ke laut.

Tidak butuh waktu lama, kabar duka ini menyebar cepat ke seantero Nusantara bahkan dunia. Betapa tidak, di tengah ketidakpastian kapan Corona berakhir serta kesulitan ekonomi yang ditimbulkannya, tiba-tiba muncul kabar yang menyayat hati.

Peristiwa jatuhnya Sriwijaya Air SJ182 membawa duka mendalam bagi Flobamora Bali. Salah satu Pramugari yang tengah bertugas dalam penerbangan naas ini adalah Mia Zet Wadu putri dari Bapak Zet Wadu yang berasal dari Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur .

Orang tua Mia merupakan Jemaat GPIB Maranatha Denpasar. Mia, tidak sempat merayakan Natal dan Tahun Baru bersama keluarga tercinta di Denpasar beberapa waktu lalu. Sebagai gantinya, ia berencana untuk mengambil cuti dan mengajak beberapa orang temannya untuk berlibur di Bali kelak. Belum juga rencana itu terwujud, takdir berkata lain.

Mia beserta kru pesawat lainnya telah mendedikasikan hidupnya pada pekerjaan yang dicintainya hingga saat-saat terakhir. Sebagai orang beriman, kita tentu mengharapkan keajaiban. Jika Tuhan berkehendak pasti ada yang terselamatkan, atau paling tidak mereka ditemukan agar dapat dimakamkan dengan layak.

Ungkapan duka cita mengalir deras di group pesan singkat di lingkungan Flobamora Bali. Semua menyatu dalam lantunan doa dan harapan bagi Mia Zet Wadu beserta segenap kru, semua penumpang, dan keluarga yang ditinggalkan.

Semoga Tuhan sumber penghiburan dan kekuatan senantiasa menyertai mereka. Amin.” (Facebook Flobamora Bali/Msd)

Komentar

News Feed