oleh

Saksi dari Paslon SBW-WT Tidak Menandatangani Berita Acara

MALAKA, suluhdesa.com – Usai pleno hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan perolehan suara tingkat kabupaten dalam pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Malaka tahun 2020 yang dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malaka pada hari Rabu (16/12/2020), Saksi dari Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 2 Pasangan Stef Bria Seran dan Wandelinus Taolin, tidak bersedia menandatangani Berita Acara (BA) hasil pleno rekapitulasi dan penetapan tingkat kabupaten.

Disaksikan media ini, alasan yang disampaikan saksi dari Paslon 02 menyebutkan bahwa pihaknya tidak percaya terhadap penyelenggara maupun stakeholder lainnya dalam melaksanakan tugas mereka. Saksi Paslon 02 juga menyebutkan adagium, ibarat dalam sebuah pertandingan, wasit turut menyumbangkan gol indah pada pasangan yang dikasihinya.

Alasan lain dari saksi Paslon 02 yang disampaikan adalah, adanya tindakan intimidasi dan juga pihaknya menyaksikan begitu masifnya pemilih yang menggunakan KTP elektronik (e-KTP).

Atas dasar beberapa alasan itulah, Saksi Paslon 02 menggunakan haknya untuk tidak menandatangani Berita Acara (BA) dan akan menempuh jalur lain.

Berbeda dengan saksi Paslon 01 dari Pasangan Simon Nahak dan Kim Taolin, pihaknya setuju untuk ditetapkan dan menandatangani BA hasil pleno dan penetapan oleh KPU Malaka.

Menanggapi hal tersebut, Ketua KPU Malaka, Makarius Bere Nahak, S.Fil melalui Juru Bicara (Jubir) KPU Yosef Nahak mengatakan bahwa, penolakan itu adalah hak dari Saksi Paslon 02, namun pihak KPU kabupaten Malaka tetap menandatangani dan lebih lanjut hasil penandatangan tersebut diserahkan kepada saksi masing-masing paslon dan Bawaslu.

Terpisah, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kabupaten Malaka, Petrus Nahak Manek, dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait adagium dari Paslon 02 yang menyebutkan ibarat dalam sebuah pertandingan wasit turut menyumbangkan gol indah, dirinya menjawab, belum paham apa yang dimaksudkan dari ucapan Saksi 02 itu.

“Iya saya belum paham yang dimaksud saksi 02 menyebut wasit itu siapa?? Intinya sesuai hasil pengawasan penghitungan suara secara berjenjang mulai dari TPS, PPK, dan KPU berjalan dengan baik tanpa adanya keberatan saksi dari kedua paslon terkait selisih perolehan suara paslon,” jawabnya.

Sebelumnya, pada hari Rabu (16/12/2020), usai kegiatan pleno dan penetapan oleh KPU Malaka di Aula Susteran SSpS Betun, dirinya menyampaikan bahwa selama tahapan berlangsung tidak ada pelanggaran atau kecurangan yang ditemui di lapangan selama tahapan Pilkada Malaka berlangsung. (fecos/fecos)

Komentar

News Feed