oleh

Yosef Tanu: Paket DESA SEJAHTERA Terpilih, Itu Kehendak Masyarakat TTU

KEFAMENANU, suluhdesa.com – Calon Wakil Bupati Timor Tengah Utara dari Paket KITA SEHATI nomor urut 1 Yosef Tanu, S. STP, M.Si memberikan pernyataan terkait Pilkada TTU tahun 2020 yang telah usai. Yosef Tanu mengapresiasi kemenangan yang diraih Pasangan Calon Bupati TTU dan Calon Wakil Bupati TTU nomor urut 3 David Juandi dan Eusabius Binsasi (Paket Desa Sejahtera), ketika ditemui Media SULUH DESA pada Selasa (15/12/2020) di rumahnya yang bertempat di Km 6, Kelurahan Maubeli, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Saat ditemui di rumahnya pada pukul 17.00 Wita, Yosef Tanu mengucapkan syukur berlimpah kepada Tuhan Yang Esa karena segala hiruk pikuk Pilkada TTU telah usai dan berjalan dengan lancar dan baik.

“Hiruk pikuk mengenai Pilkada TTU telah usai. Dan setelah itu melalui proses perhitungan cepat dan tahapan pleno juga sudah selesai. Dengan itu kita tahu bahwa yang unggul adalah Paket Desa Sejahtera. Saya sebagai Calon Wakil Bupati TTU dari Paket KITA SEHATI tentu menghormati segala tahapan proses. Mulai dari persiapan, pendaftaran, kampanye, dan tiga kali debat, sampai pada tahap pemungutan suara itu semua kita hormati. Yang penting sebagaimana yang saya katakan pada waktu-waktu yang lalu bahwa ini adalah sebuah tahapan proses untuk memilih dua orang untuk menahkodai daerah ini sampai kepada pemilu berikut di tahun 2024. Dengan demikian ketika mayoritas masyarakat TTU menghendaki bahwa Paket Desa Sejahtera yang harus memimpin daerah ini maka saya bersama Mama Kristiana Muki tentu sangat menghormati kondisi ini. Karena apapun keadaannya, itu adalah kehendak dari masyarakat TTU pada umumnya,” ujar Mantan Camat Noemuti Timur ini.

Menurut Yosef Tanu, kalah menang dalam politik itu bukan sebuah masalah. Karena menang harus mengabdi untuk masyarakat TTU secara keseluruhan. Begitupun sebaliknya, jika kalah pun kita tetap mengabdi untuk membangun keluarga dan juga untuk daerah ini dengan cara kita masing-masing.

“Jadi jika ada yang berpikir bahwa ketika kalah politik dan semua sudah selesai maka saya merasa bahwa itu adalah sebuah pikiran yang sangat konyol. Karena apa pun keadaannya, kita masih masyarakat Indonesia khususnya TTU yang punya kewajiban moral untuk ikut membangun daerah ini,” tuturnya sembari menghisap rokoknya.

Lebih lanjut, Yosef Tanu menandaskan bahwa pihaknya akan mengawal pemerintahan dari Bupati dan Wakil Bupati TTU terpilih David Juandi dan Eusabius Binsasi untuk melakukan yang terbaik demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat TTU.

“Tentu itu akan kita lakukan bersama-sama. Karena apa pun keadaannya, tujuan dari pada proses panjang ini adalah untuk menghasilkan pemimpin untuk membangun daerah TTU. Hal ini merupakan esensi dari perjuangan panjang ini. Saya secara pribadi bersama istri dan anak-anak juga Bapak Ray dan Mama Kristiana mengucapkan selamat dan proviciat untuk Bapak David Juandi dan Bapak Eusebius Binsasi yang berhasil memenangkan pemilihan kepala daerah kali ini. Tentu ini adalah amanat rakyat sehingga perlu menggunakan amanat rakyat untuk kesejahteraan masyarakat TTU. Kami yang tidak terpilih saat ini pun akan ada untuk bersama-sama membangun daerah ini dengan cara kami sendiri. Kami akan hadir untuk mem-backup dan mengawal agar pemerintahan bisa berjalan baik. Kami tidak berusaha untuk menjadi penghambat dalam pelaksanaan pembangunan. Karena apa pun keadaannya, kembali kepada pernyataan saya pada awalnya bahwa, proses pemilihan kepala daerah ini adalah mekanisme untuk menunjuk dua orang untuk menahkodai pemerintahan dalam membangun daerah ini,” ulas Yosef Tanu.

Mantan Kepala Bagian Umum Setda Kabupaten TTU ini juga mengatakan, “kita akan terus mengawal dan mem-backup kepala daerah terpilih agar semua impian dan visi misi yang sudah dijanjikan kepada masyarakat TTU dapat dijalankan dengan baik. Contohnya seperti bantuan sapi lima ekor kepada setiap keluarga kurang mampu dan rumah terima kunci beserta isinya. Kita berharap semua bisa dijalankan dengan baik untuk kemajuan daerah ini. Dan tentu ada program-program lain yang sudah dissampaikan secara terperinci di saat kampanye maupun debat.”

Yosef Tanu juga berharap agar persoalan penempatan pegawai yang biasanya menjadi momok perbincangan dapat dijalankan dengan baik.

“Persoalan penempatan pegawai menjadi faktor pemberat dalam berjalannya roda pemerintahan. Karena faktanya beberapa tempat letaknya sangat jauh dari ibu kota kabupaten. Ketika ada pegawai yang ditempatkan ke sana, orang selalu merasa terbuang dan lain-lain. Itu letak pemberat dalam roda pemerintahan. Yang berikut, saya secara pribadi tentu menyampaikan permohonan maaf baik kepada Bapak David bersama Bapak Eus maupun kepada Bapak Frengky bersama Bapak Amandus bahwa mungkin dalam proses panjang dalam sosialisasi, kampanye, dan saat debat ada tutur kata yang menyakitkan mohon dimaafkan. Itu merupakan bumbu penyedap dalam perjalanan panjang pemilihan kepala daerah. Tentu ini jangan dimasukkan ke dalam hati karena ini hanyalah bagian dari proses Pilkada,” ucap Suami dari Leni Dhae.

Selanjutnya, Yosef Tanu mengucapkan terima kasih kepada Partai Nasdem dan semua tim pendukung yang sudah mendukung Paket KITA SEHATI nomor urut 1 dalam proses Pilkada TTU kali ini.

“Saya bersama istri dan anak-anak, juga Bapak Ray dan Mama Kristiana mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Partai Nasdem, tim partai, tim keluarga, tim relawan, dan masyarakat TTU yang berjumlah kurang lebih 43 ribuan orang yang sudah mendukung kami dalam proses pemilihan kepala daerah saat ini. Tentu kami tidak punya apa-apa untuk kami berikan guna membalas keikhlasan dan kebaikan dari bapak ibu baik itu dari pihak partai, tim, awak media, maupun masyarakat umum yang sudah mendukung kami dengan caranya masing-masing. Hari ini kami tidak bisa memberikan sesuatu untuk bapak ibu baik itu berupa pembangunan umum maupun hal-hal lain karena kita belum beruntung saat ini. Hanya kata terima kasih dan doa tulus untuk semua kebaikan yang sudah diberikan untuk kami. Mari kita bangkit meninggalkan rasa kekalahan dan melupakan bahwa kita kalah dalam pemilihan daerah kemarin dan kembali beraktivitas seperti biasa serta bekerja untuk memberikan sumbangsih bagi pembangunan di daerah TTU tercinta dengan cara kita masing-masing,” pesan Ayah dari Essa, Peter, dan Nada, penuh wibawa.

Yosef Tanu mengutip kata orang bijak untuk memberikan semangat kepada semua pendukungnya agar tetap bersemangat dalam mendukung pemerintahan daerah terpilih.

“Seperti kata orang bijak bahwa mungkin kita kalah dalam politik tetapi tidak boleh kalah dalam kehidupan. Jadilah seperti mutiara yang sekalipun tercebur ke dalam lumpur, ketika ditemukan ia tetap berkilau. Jadi untuk membangun daerah ini tidak perlu harus menjadi bupati dan waki bupati. Mari kita lakukan dengan cara kita sendiri. Mari kita menjadi lilin-lilin kecil di tengah kehidupan. Jadi saya berharap, semua pendukung Paket KITA SEHATI untuk bangkit untuk mengisi hidup kita masing-masing sebagai bentuk dari ikut membangun TTU. Soal pemerintahan yang akan dipimpin oleh Bapak David dan Bapak Eus, mari kita kawal dan kita dukung sebagai bentuk dukungan moral kita kepada pemerintah yang ada saat ini,” pesan Pria yang suka berkebun ini.

Yosef Tanu juga menegaskan, “pemenang sejati bukan berarti orang tidak pernah kalah. Pemenang sejati adalah orang yang selalu bangkit ketika ia terjatuh, orang yang selalu melangkah walaupun ia letih, orang selalu tertawa walaupun sesungguhnya hatinya teriris-iris. Inti dari kehidupan ini adalah dalam keadaan apa pun kita harus mampu memberikan sesuatu yang positif untuk kehidupan banyak orang. Inti dari proses politik ini adalah untuk kesejahteraan masyarakat sekalipun kita tidak menjadi bagian dari struktur pemerintahan tetapi paling tidak kita menjadi bagian dari sejarah hadirnya pemimpin TTU tahun 2020 ini. Lebih dari itu, kita terus menjadi bagian penting untuk kesejahteraan daerah ini.”

Ketika ditanya mengenai kegagalan menjadi pemimpin daerah saat ini, Yosef Tanu menjawab santai, “saya pikir kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda. Kekalahan hari ini tentu diinginkan oleh banyak orang agar Paket KITA SEHATI harus kalah. Saya tidak sebutkan siapa pun tetapi dari pengamatan saya seperti itu. Ini tidak perlu dibahas lebih jauh. Tetapi yang saya maksudkan di sini adalah saya sendiri memiliki idealisme. Artinya bahwa ketika kita memiliki komitmen untuk bertarung maka peluangnya hanya dua yakni kalah dan menang. Saya tidak mau mengatakan bahwa esok atau lusa harus ikut lagi kontestasi politik atau tidak. Saya secara pribadi tidak menyesal bahwa harus meninggalkan jabatan sebagai pegawai untuk ikut kontestasi politik. Ini berangkat dari sebuah keputusan dan tentu ada konsekuensinya. Sebagai seorang laki-laki yang berani mengambil keputusan berarti harus menerima konsekuensinya. Dan menyangkut keterlibatan dalam politik ke depan, saya tidak mau menjawab tetapi biarlah itu berjalan laksana air mengalir. Toh, kalau memang itu adalah jalan hidup maka tidak ada gunung yang terlalu tinggi untuk didaki dan tidak jurang yang terlalu dalam untuk dilewati. Kalau sampai waktunya dengan izin Tuhan maka apa salahnya untuk kita jalani.”

Menurut Yosef Tanu, kalah atau menang baginya rasa syukurnya kepada Tuhan tetap pada porsi yang sama. Artinya bahwa kalah pun tetap bersyukur, menang pun tetap bersyukur. Baginya tidak ada penyesalan atas kekalahan kali ini tetapi mensyukurinya sebagai permenungan untuk waktu yang akan datang. Segala jalan telah diatur oleh Tuhan sehingga kalah atau menang harus tetap disyukuri sebagai anugerah dari Tuhan untuk direnungkan sepanjang waktu yang Tuhan sediakan.

Ditanya terkait aktivitasnya setelah gagal menjadi wakil bupati kali ini, Yosef Tanu membeberkan, “saya secara pribadi sudah merasa bebas atau pensiun dari berangkat ke kantor setiap jam tujuh pagi. Artinya bahwa rutinitas saya sebagai PNS sudah selesai. Saya sangat berterima kasih kepada negara yang sudah memberikan kepercayaan untuk bekerja di pemerintahan. Saya hanya mau menegaskan kembali apa yang sudah saya sampaikan dalam beberapa kali debat bahwa setelah orang bersekolah tidak harus menjadi pencari kerja tetapi bagaimana menjadi pencipta lapangan pekerjaan dengan menggunakan potensi yang ada di daerah ini. Bekerja sebagai apa pun ujung-ujungnya untuk menghasilkan uang. Sebelum menjadi calon wakil bupati, saya sudah menjadi petani. Oleh sebab itu, saya akan kembali aktif di bidang pertanian, peternakan, perikanan, dan aktivitas lain yang saya pertimbangkan ketersediaan untuk membuka lagi peluang ke sana. Saya pikir hari ini saya sudah punya banyak waktu untuk mengisi hidup sesuai apa yang saya mau tanpa terikat rutinitas kantor yang mewajibkan saya harus masuk tepat jam tujuh lewat lima belas menit. Jadi fokus saya ke depan adalah menyangkut pertanian dan mungkin merambat kepada perkebunan, peternakan termasuk di dalamnya perikanan dan mungkin masih ada yang lain tetapi kita lihat dari waktu yang ada.”

Mengakhiri penyampaiannya, Yosef Tanu menegaskan agar Kepala Daerah TTU terpilih harus tetap memperhatikan motif-motif tenun yang ada. Baginya, motif-motif tenun adalah keinginannya yang terbesar dalam menjaga produksi tenun ikat agar tidak diplagiasi oleh orang lain.

Ia berharap agar motif-motif tenun harus diberikan hak paten agar menjadi tidak ditiru dan diproduksi dengan mesin oleh orang lain sehingga masyarakat sebagai pemilik motif dapat terakomodir dalam meningkatkan ekonominya.

Menurutnya, pemberian hak paten untuk motif-motif di TTU adalah sebuah kebutuhan dan kewajiban karena banyak motif yang sudah diplagiat dan beredar di mana-mana.

Untuk diketahui, Berdasarkan real count Komisi Pemilihan Umum (KPU) di laman https://pilkada2020.kpu.go.id/ sudah mencapai 100 persen dengan data yang masuk 100 persen. Data tersebut terkumpul dari 518 TPS di TTU.

Pasangan Calon Bupati TTU nomor urut 1 Kristiana Muki dan Calon Wakil Bupati Yosef Tanu (Paket KITA SEHATI) meraih 43.958 suara (33,5 persen), Pasangan Calon Bupati TTU nomor urut 2 Hendrikus Frengky Saunoah dan Calon Wakil Bupati Amandus Nahas (Paket FRESH) memperoleh 38.408 suara (29,3 persen), sedangkan Pasangan Calon Bupati nomor urut 3 David Juandi dan Calon Wakil Bupati Eusabius Binsasi (Paket DESA SEJAHTERA) meraup suara tertinggi sebanyak 48.926 suara (37,3 persen). Paket DESA SEJAHTERA mengungguli pasangan calon nomor urut 1 dan nomor urut 2. (Seko/Seko)

Komentar

News Feed