Peringati Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, Dinas P3A TTU Gelar Sosialisasi

oleh -240 views
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Petrus Nahak

KEFAMENANU, suluhdesa.com – Dalam rangka memperingati Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan tanggal 25 November, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) menggelar upacara bendera, pembagian selebaran, serta sosialisasi bertema anti kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Kepada Media SULUH DESA melalui sambungan seluler, Senin (14/12/2020), Kepala Dinas P3A Kabupaten TTU, Petrus Nahak mengatakan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan Covid-19.

Menurut Petrus, kegiatan tersebut berangkat dari meningkatnya kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), juga kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten TTU, sehingga sosialisasi kepada kaum perempuan dan ibu-ibu sangat diperlukan.

Baca Juga:  Penataan Kota, KITA SEHATI akan Gelar Pasar Malam Keliling Kantor Bupati TTU

“Program kegiatan kami dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) adalah mulai dari penanganan, pelayanan hingga pemulihan, sudah terprogram dengan baik. Kami melakukan sosialisasi sampai ke desa-desa karena tingkat KDRT sangat tinggi. Namun karena anggaran terbatas, maka kami melakukan sosialisasi di 5 sampai 6 desa saja,” kata Petrus.

Lebih lanjut, Petrus menjelaskan bahwa sesuai data tahun 2019, angka kekerasan terhadap perempuan di Kabupaten TTU tercatat ada 71 kasus. Sedangkan tahun 2020 per bulan November terdapat 86 kasus.

Baca Juga:  Cegah DBD, Satgas Pamtas RI-RDTL Bentuk Tim Juru Pemantau Jentik

“Sebagai salah satu upaya untuk meminimalisir dan mengakhiri kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan, maka sejak 25 November-10 Desember, selain sosialisasi, kami juga membagikan banner ke setiap instansi pemerintah, fasilitas umum seperti Masjid, Gereja, Pura, Kantor Camat, serta Kantor Desa,” beber Petrus.

Bangun Pemahaman dan Kesadaran

Dengan kegiatan edukatif tersebut, lanjut Petrus, diharapkan dapat membuka pemahaman dan kesadaran kepada masyarakat, terutama bagi perempuan yang mengalami KDRT.

“Jika ada perempuan yang mengalami kasus kekerasan (KDRT), jangan segan-segan dan takut untuk segera melaporkan diri sehingga bisa ditindaklanjuti,” pinta Petrus.

Baca Juga:  Yosef Tanu Kampanye di Bikomi Tengah, Warga Minta Pemberdayaan Perempuan

Petrus menginformasikan bahwa pada bulan Desember ini, pihaknya juga akan melaksanakan beberapa item kegiatan dalam rangka memperingati hari Ibu yang ke-92.

“Kaum Ibu merupakan wonder women. Mereka adalah pancaran kasih sayang, ketulusan, cinta, dan pendidik. Maka sangat disayangkan apabila perempuan masih harus menghadapi berbagai ketimpangan dan kekerasan terutama di tengah pandemi Covid-19 ini. Perempuan sering dalam situasi yang lebih rentan terhadap kekerasan,” tutup Petrus. (vrg/vrg)