oleh

Atasi Stunting di TTU Kinerja Stakeholder Harus Lebih Efektif

KEFAMENANU, suluhdesa.com – Dalam rangka mengatasi problematika stunting dengan meningkatkan kinerja Posyandu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk melaksanakan Rapat Kerja Pokjanal Posyandu Tingkat Kabupaten Timor Tengah Utara Tahun 2020. Kegiatan ini diselenggarakan pada Selasa (15/12/2020) di Aula Hotel Victory, Kelurahan Kefamenanu Tengah, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan Rapat Kerja Pokjanal (Kelompok Kerja Operasional) Tingkat Kabupaten TTU ini dimulai pada pukul 11.00 Wita dengan dihadiri oleh 60 Kepala Desa termasuk para Kepala Puskesmas. Narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan ini adalah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTU dan Kabid PMD Yustina Muti, S.K.M.

Kabid PMD Yustina Muti, S.K.M ketika ditemui Media SULUH DESA sebelum kegiatan dimulai menjelaskan terkait tujuan dilaksanakannya kegiatan ini.

Menurutnya untuk mengatasi problematika stunting di Kabupaten Timor Tengah Utara dibutuhkan kerja keras dari berbagai bidang. Beberapa bidang terkait adalah Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Dinas Kesehatan.

“Cara meningkatkan kesehatan masyarakat salah satunya adalah unsur pemberdayaan. Dalam hal ini pemberdayaan kesehatan sehingga kalau kita berbicara soal Posyandu maka Posyandu adalah wujud pemberdayaan itu sendiri. Dari sisi aturan, Posyandu itu masuk dalam lembaga kemasyarakatan sebagaimana diatur dalam Permendagri Nomor 18 Tahun 2018 tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa dan Lembaga Adat Desa. Sehingga untuk mengatasi persoalan stunting, Posyandu itu harus ditingkatkan. Jadi melalui kegiatan ini kita mengundang stakeholder di tingkat desa termasuk Kepala Puskesmas untuk bagaimana meningkatkan kinerja posyandu itu sendiri,” ujar Yustina Muti.

Yustina Muti juga berharap agar melalui kegiatan Kerja Pokjanal Tingkat Kabupaten TTU ini persoalan-persoalan menyangkut stunting dan juga persoalan menyangkut ibu dan anak bisa terjawab secara baik.

“Melalui kegiatan ini kita juga berharap agar Posyandu itu penampilannya semakin baik. Karena Posyandu adalah ujung tombak atau garda terdepan dalam pelayanan terpadu di desa-desa. Oleh sebab itu, kita menghadirkan kepala desa termasuk kepala Puskesmas yang desanya menjadi locus stunting,” katanya sembari tersenyum ramah.

Yustina juga menjelaskan bahwa isu nasional yang sekarang lagi trending adalah isu stunting. Ia juga menyebut Kabupaten Timor Tengah Utara berhasil turun sehingga hal ini perlu menjadi perhatian agar dapat ditangani secara lebih baik lagi.

“Kita sedang berusaha menurunkan angka stunting. Karena kita tahun ini, Puji Tuhan angkanya semakin menurun. Kerja keras kita berhasil menurunkan angka stunting menjadi 28,9 persen. Kita juga harus akui bahwa ini adalah hasil kerja keras kita secara konvergensi. Tapi kita perlu bekerja lebih baik lagi ke depan sehingga persoalan ini dapat kita atasi dengan baik,” tutur Yustina Muti.

Mengakhiri wawancara, Yustina Muti juga berharap agar Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) di tingkat desa itu bisa berjalan lebih baik. Karena kata dia, pekerjaan mengenai penanganan kesehatan itu tidak harus terlalu percaya diri berlebihan tetapi bagaimana membangun koordinasi antara stakeholder untuk mengatasinya secara baik. Ia juga menambahkan bahwa konvergensi stunting itu hanya 30 persen tetapi intervensi spesifiknya itu 70 persen. Sehingga stakeholder itu perlu didorong bekerja lebih efektif untuk mengatasi persoalan stunting ini. (Seko/Seko)

Komentar

News Feed