oleh

Mahasiswi ini Ngaku Selalu Dipakai Kades Setiap Selesai Pencairan Dana Desa

-Berita, Regional-1.404 views

MAKASSAR, suluhdesa.com – Hasrat menyalurkan nafsu birahi kadang tak bisa terbendung. Demi sebuah pelampiasan, nekat memesan wanita yang menjajakan diri sebagai pelayan lelaki hidung belang atau Pekerja Seks Komersial (PSK).

Tak menghiraukan pandemi COVID-19, para PSK ini tetap saja menerima pelanggan. Seperti yang terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan. Melansir suara.prabumulihpos.com, aktivitas para PSK di Kota Makassar ini tetap lancar di tengah Pandemi Covid-19.

Melalui Aplikasi MiChat, mereka menjajakan diri ke pria hidung belang. Oknum pejabat, pengusaha bahkan kepala desa tetap rutin membooking wanita untuk sekadar peras keringat di atas ranjang.

“Pakde (kepala desa/kades) kadang sekali datang dalam enam bulan. Kalau datang kadang kita dibooking tiga hari, mumpung habis pencairan gaji atau pencairan Dana Desa,” kata Rh, gadis bertubuh langsing dan cantik ini.

Rh adalah mahasiswi semester lima di salah satu kampus di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Sekatan. Ia menceritakan bahwa pelanggannya ada dari beberapa kabupaten.

“Ada beberapa, kebanyakan pejabat dari kabupaten. Kalau dari desa itu juga banyak. Yang datang itu beberapa di antaranya yang menjabat sebagai kepala desa. Nggak usah saya sebutkan nama dan alamatnya,” ungkapnya.

Selama Covid-19 dirinya sepi pelanggan lantaran adanya larangan melakukan perjalanan lintas daerah.

“Ada juga yang nekat datang, tapi hanya satu atau dua orang,” jelas gadis berambut pirang ini melalui akun MiChat. (ledys/msd)

Komentar

News Feed