oleh

Diduga Tim Paket Fresh Hadang Bupati TTU Saat Ikut Acara Adat di Oeolo

-Berita, Daerah, Kriminal-11.003 views

KEFAMENANU, suluhdesa.com – Kejadian tidak mengenakan dialami Bupati Timor Tengah Utara (TTU), Raymundus Sau Fernandez ketika menghadiri undangan adat dari masyarakat Desa Oeolo, Kecamatan Musi, Kabupaten TTU, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Minggu (06/12/2020 pukul 23.00 Wita. Raymundus dihadang dan dimaki-maki oleh tim sukses dan Pengurus Partai Pendukung yang diduga dari Paket Fresh nomor urut 2 (Pasangan Calon Bupati TTU Hendrikus Frengky Saunoah dan Calon Wakil Bupati TTU Amandus Nahas).

Raymundus mengatakan kehadirannya di Oeolo untuk menghadiri undangan adat  4 suku di Oeolo. Empat suku ini adalah Suku Naif, Moensaku, Anunut dan Suku Moensaku. Sebelum ke Oeolo ia sempat ke Oetulu untuk membakar lilin di kuburan nenek moyang. Karena hujan  belum reda, agenda nyekar ke kuburan tidak jadi dilakukan.

“Saya baru pulang dari Oetulu. Saat berada di Oetulu. Hujan lebat sehingga kami tidak jadi ke kubur. Karena hujan tak kunjung reda kami kemudian memilih kembali dan singgah di Oeolo untuk memenuhi undangan dari keluarga besar Suku Opat yang sedang melakukan ritual adat di kampung tersebut,” kata Raymundus kepada wartawan di kediaman pribadinya, Senin (07/12/2020) sore.

“Setiba di rumah adat Suku Opat, keluaraga kemudian mengambil sopi dan sirih pinang sesuai tradisi masyarakat setempat dengan maksud agar meminta Pemerintah Daerah TTU untuk bisa memperhatikan 4 buah rumah di desa Oeolo yang minggu lalu rubuh akibat terpaan angin puting beliung,” jelasnya.

Raymundus mengatakan, pertemuan tersebut dihadiri juga oleh Pemerintah Desa dan BPD serta pihak Panwas Kecamatan Musi.

“Saya meminta mereka untuk mendata lagi rumah-rumah yang rubuh agar jangan sampai ada yang tertinggal dan mereka menyanggupi untuk mengantar data-datanya dan secepatnya akan diberi bantuan oleh pemerintah,” urai Raymundus.

Ia menjelaskan, “setelah selesai melakukan tatap muka, kami kemudian diundang untuk makan. Pada saat makan, saya melihat sebuah mobil kijang Inova dengan plat nomor DH 555 QA yang saya ketahui bahwa itu adalah mobil milik Pa Frengky Saunoah, yang memuat John Pandak, Frits Soru, Nero dan Kuncoro,” jelas Raymundus.

Raymundus juga menjelaskan bahwa, ketika turun dari mobil, mereka langsung berteriak, “bubar, bubar, bubar, datang putar balik apa lagi di sini, pembohong, penipu.”

Masyarakat yang mendengar teriakan tersebut sontak kaget dan bergerak cepat menghampiri mereka.

Di saat yang sama ada juga Panwas yang keluar dan bertemu dengan mereka untuk menjelaskan maksud pertemuan tersebut karena mungkin mereka menduga bahwa ini adalah pertemuan politik padahal ini hajatan keluarga.

Ketika panwas memberi penjelasan, mereka malah tidak menerima bahkan salah satu dari mereka yang bernama Nero mendorong Panwas yang adalah seorang perempuan.

“Kejadian inilah yang memancing emosi warga sehingga sempat terjadi insiden yang saya tidak tahu secara pasti insidennya seperti apa,” imbuh Raymundus.

Raymundus kemudian meminta masyarakat agar tidak usah diladeni. Kebetulan hadir pada saat itu Dirno Opat yang kemudian menelepon Bhabinkamtibmas dan meminta agar bisa datang ke lokasi kejadian untuk mengamankan situasi.

Bhabinkamtibmas kemudian menelepon ke Polres TTU dan pihak Polres pun kemudian mendatangi ke lokasi kejadian.

“Kami kemudian bergerak pulang ke Kefa dan setibanya kami di Oelneke mobil saya dilempari batu oleh oknum tak dikenal. Selain mobil saya, mobil milik Adik Dolfus Sonbay juga dilempari dengan batu dan parang dan barang bukti berupa batu dan parang tersebut masih ada di atas mobil Dolfus Sonbay,” kata Raymundus.

Dijelaskannya lebih lanjut pada saat melanjutkan perjalanan, “kami berpapasan lagi dengan mobil yang dikendarai oleh Charli Baker dan memang benar sempat terjadi kesalahpahaman di antara kami. Sehingga saya meminta Kabag Ops Polres TTU  agar mobil tersebut dikawal dan dibawa ke kantor polisi agar setelah di kantor polisi baru kita klarifikasi bersama, dan setelah dilakukan klarifikasi kami saling memaafkan.”

Terkait video yang sempat diviralkan dan live oleh salah satu akun Facebook bernama Jude D’Lorenzo Taolin yang menyebut bahwa Pa Ray melakukan kekerasan fisik, Raymundus menjelaskan bahwa video tersebut tidaklah benar.

“Video itu tidak benar. Saya tidak melihat Judith di lokasi kejadian. Kalaupun ada, mungkin dia melakukan rekaman video dari tempat gelap,” lanjut Raymundus.

“Kalau memang benar saya melakukan penganiayaan terhadap salah satu warga sebagaimana yang disebut Judith dalam video itu, tentu orang tersebut sudah lapor polisi,” tambah Raymundus.

Terkait video hoax yang beredar, Bupati Raymundus mengatakan akan menempuh jalur hukum terhadap pemilik akun Facebook bernama Jude D’Lorenzo Taolin yang adalah penyebar video.

“Saya akan tempuh jalur hukum. Karena informasi yang disampaikan oleh Judith melalui media sosial terkesan sangat profokatif dan tendensius. Video itu menyebut nama saya, adik saya Melki Fernandez, Pa Hen Bana dan Pa Goris Bana dan beberapa nama lain. Saya akan jadikan video itu sebagai bukti bahwa Judith Taolin menyebar berita bohong dan tidak benar,” ucap Raymundus.

Di akhir penegasan tersebut Bupati TTU dua periode ini mengatakan, “saya ini bukan calon bupati. Saya ini Raymundus Sau Fernandez yang masih Bupati Timor Tengah Utara. Jadi kalau saya berkunjung ke mana kan tidak ada aturan yang melarang saya. Yang melarang itu kalau saya mengumpulkan massa dan kemudian mengimbau atau meminta untuk mendukung pasangan calon tertentu. Yang saya lakukan bukan itu karena saya tidak lakukan itu.”

Salah satu saksi mata, Le Ray yang berada di tempat kejadian mengatakan, situasi masih aman dan berlangsung dialog dengan para tetua adat dan masyarakat Oeolo. Situasi berubah ketika ada dua mobil yang diduga ditumpangi oleh tim sukses Paket Fresh.

Le Ray menyebut tim sukses itu adalah Jhon Pandak, Nero, Kuncoro, Rio Tatengkeng dan beberapa orang lainnya.

“Habis adat kami makan dengan orang tua di Lopo. Tiba-tiba ada dua oto dari tim sukses Paket Fresh. Mereka terus meneriaki Bapak Bupati Ray Fernandez putar balek, penipu dan sebutan lainnya yang memprovokasi Pak Bupati,” cerita Le Ray.

Ia mengatakan, karena mereka terus melakukan provokasi, ia pun memutuskan menemui mereka untuk memberikan penjelasan terkait kehadiran Bupati TTU di Oeolo.

“Saya sempat keluar tegur, siapa yang tipu? Datang ini teriak dalam kapasitas apa. Karena kami datang di sini bukan kampanye, ini hanya acara adat. Di dalam juga ada Panwas. Pak Bupati tidak datang kampanye dan tidak membawa pasangan calon untuk berkampanye,” beber Le Ray.

Menurut Le Ray, meski sudah memberikan penjelasan, mereka tetap tidak mau bergeser dari lokasi pertemuan Bupati TTU dan para tetua adat. Malah mereka terus melakukan provokasi.

“Karena mereka bikin kacau, penduduk setempat marah dan usir mereka. Karena mereka melawan masyarakat akhirnya ada kericuhan dengan mereka. Beberapa dari mereka lari tunggang langgang meninggalkan mobil,” tandas Le Ray.

Pada saat terjadi kericuhan, Bupati TTU tidak terlibat karena masih bersama masyarakat dan tetua adat. Bupati TTU, kata dia, tidak keluar dan masih duduk makan sirih bersama tua adat. Kericuhan terjadi sebab diduga ada tim sukses Paket Fresh yang memulai sehingga menyulut emosi masyarakat dan pemuda setempat untuk mengusir mereka. Mereka lakukan itu terhadap tim sukses Paket Fresh karena sudah mengganggu ketertiban dalam kampung.

Calon Bupati TTU Hendrikus Frengky Saunoah ketika dikonfirmasi terkait penghadangan yang diduga dilakukan oleh Tim Sukses Paket Fresh belum memberikan keterangan. Pesan yang dikirimkan oleh Media SULUH DESA melalui layanan WhatsApp hanya dibaca oleh ketua DPC PDI Perjuangan kabupaten TTU ini.

Kasat Reskrim Polres TTU, AKP. Sujud Alif Yulamlam, S.Ik saat dikonfirmasi wartawan di depan ruang kerjanya di Polres TTU, Senin (07/12/2020) menjelaskan terkait masalah yang menimpa Bupati TTU Raymundus Sau Fernandez di Desa Oeolo, Kecamatan Musi, Kabupaten TTU sedang didalami untuk mengetahui secara jelas kronologi kejadian tersebut.

Selain itu, dirinya akan memberikan keterangan lanjutan jika masalah ini sudah ada perkembangan. (ledys/msd)

Komentar

News Feed