oleh

Aniaya Tus Tokan di Rumahnya, Yopi Abi Dilaporkan ke Polres TTU

KEFAMENANU, suluhdesa.com – Adalbertus Yusuf Tokan (33) melaporkan kejadian penganiayaan yang menimpa dirinya ke Polres TTU pada Senin (07/12/2020). Pasalnya Yopi Abi (yang diduga Pelaku) membawa keluarganya datang dan menganiaya korban di rumahnya sendiri di Jl. Felix Romeo, Peboko, RT 009/ RW 004, Kelurahan Kefamenanu Utara, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Adalbertus Yusuf Tokan atau Tus Tokan (Korban) mendatangi Polres TTU pada pukul 12.30 Wita dan melaporkan kejadian yang menimpa dirinya. Pasalnya, korban tidak puas dengan perilaku Yopi Abi yang mendatangi rumahnya pada pukul 12.05 Wita  dan mengetuk pintu rumah korban dengan keras untuk mencari korban sambil berteriak-teriak. Setelah menemui korban, Yopi Abi langsung mencekik korban sampai memar di lehernya.

Sesudah melaporkan ke Polres TTU dan menjalani visum di RSUD Kefamenanu, korban ditemui Media SULUH DESA dan korban menjelaskan bahwa ia sangat menyesal dengan perilaku pelaku yang adalah keluarganya sendiri. Menurut Tus Tokan, Yopi Abi datang bersama dengan keluarganya antara lain Fatma Abi yang berprofesi sebagai ASN di Pemda TTU dan juga Wilko Abi yang adalah Mantan Lurah Kelurahan Kefamenanu Utara yang datang dengan menggunakan pakaian dinas.

“Mereka datang lalu teriak-teriak di depan rumah. Mereka juga sempat ketuk pintu dengan keras sehingga saya datang dari samping kanan rumah untuk lihat siapa yang datang. Saat saya lihat mereka ada di depan rumah, Om Yopi Abi langsung bergerak menuju saya dan mencekik saya sambil mendorong saya ke belakang. Bersamaan dengan itu, Ibu Fatma Abi langsung menunjuk saya sambil bilang ‘itu dia yang tadi malam pukul. Dia juga yang teriak bilang bunuh dia, bunuh dia.’ Sedangkan saya sendiri tidak mengerti dengan tuduhan mereka, karena memang saya ada di tempat kejadian tetapi saya sendiri tidak pukul atau teriak-teriak. Tadi malam itu ada kejadian di Oeolo, Kecamatan Musi di mana ada tim sukses salah satu paket yang menghadang Pak Bupati TTU makanya kami datang ke sana untuk kawal beliau. Tetapi saya sendiri tidak tahu kalau ada yang pukul Om Yopi Abi. Nah, tadi dia datang langsung main cekik saja karena bilang saya yang pukul dia. Saya jadi bingung karena datang tidak tanya dulu tetapi langsung pukul saya,” ujar Tus Tokan.

Lebih lanjut, Tus Tokan menjelaskan, “saat saya mau pergi lapor ke Polres TTU, Ibu Fatma masih sempat bilang ‘lu pi lapor supaya sapa yang mau takut.’ Saya memang merasa dirugikan karena difitnah, dianiaya, juga mereka masuk sampai ke pekarangan sambil teriak-teriak, jadi saya memang harus lapor ke kepolisian supaya diurus dan ditindaklanjuti. Karena perilaku seperti ini perlu mendapatkan pelajaran supaya jangan main pukul saja.”

Tus Tokan juga menjelaskan bahwa ia merasa sangat dirugikan karena kejadian ini dilakukan di hadapan keluarganya termasuk anak dan istrinya. Ia merasa kecewa dan istrinya sampai menangis ketakutan.

“Tindakan seperti tidak boleh dibiarkan karena kalau tadi saya punya anak lihat dengan mata kepala sendiri pasti ia juga mengalami tekanan psikologis. Karena mereka datang teriak-teriak lalu ketuk pintu dengan keras. Saya kasihan lihat saya punya mama dan bapak yang ada di situ juga tapi tidak dihargai sama sekali,” sesal Tus Tokan.

Selus Doki, salah satu saksi yang saat itu ada di tempat kejadian mengatakan, “mereka datang teriak-teriak di depan sementara saya ada duduk dengan Tus di belakang rumah. Makanya saya suruh Adik Tus pergi lihat siapa yang teriak di depan rumah. Belum sampai di depan rumah, saya lihat Yopi Abi langsung cekik Adik Tus makanya saya tegur supaya omong baik-baik. Tapi malah si Wilko Abi yang sementara pakai pakaian dinas langsung datang menuju saya dan mau pukul saya juga. Dia gemetar karena emosi dan mau pukul makanya saya bilang kalau berani pukul saya di pohon telinga supaya saya tahu bilang kamu hebat. Karena tidak jadi pukul maka saya punya anak nona panggil saya pulang ke rumah supaya jangan ada masalah baru lagi.”

Lusia Oetpah (65) yang adalah ibu kandung korban ketika ditemui di rumahnya di Jl. Felix Romeo, Peboko, RT 009/ RW 004, Kelurahan Kefamenanu Utara menjelaskan bahwa ia sangat menyesalkan tindakan Yopi Abi yang hanya main kekerasan tanpa tanya baik-baik duduk persoalannya.

“Saya sangat menyesal dengan tindakan Yopi Abi yang datang buat ribut di rumah. Saya sempat bangun dan peluk dia sambil bilang ‘haeh na’o (Saudara, Red.) ini kau punya anak, duduk supaya kita omong baik-baik.’ Tetapi dia marah-marah sambil ancang-ancang mau pukul lagi Tus. Jadi, Tus langsung ambil motor dan pergi lapor ke kantor polisi,” jelas Lusia Oetpah sambil marah-marah.

Salah satu Penyidik Polres TTU yang menolak ditulis namanya ketika ditemui wartawan di Ruang BAP mengatakan akan memproses kasus ini sesudah Pilkada TTU tanggal 9 Desember 2020 agar tidak mengganggu jalannya proses demokrasi.

Sementara itu, Yopi Abi ketika dihubungi dua kali via telepon tidak menjawab untuk diminta penjelasan. Sampai berita ini dipublikasikan, Yopi Abi belum dapat dikonfirmasi terkait kasus penganiayaan yang dilakukan terhadap Tus Tokan. (Seko/Seko)

Komentar

News Feed