oleh

Kim Taolin, Cawabup yang Milenial Tawarkan Ide Bagus untuk Orang Muda Malaka

MALAKA, suluhdesa.com – Calon Wakil Bupati Malaka, Louise Lucky Taolin atau akrab disapa Kim Taolin yang berpasangan dengan Calon Bupati Malaka, Dr. Simon Nahak, S.H,. M.H merupakan Calon Wakil Bupati Milenial. Sebab dari 9 Kabupaten di NTT yang menyelenggarakan pilkada serentak tahun 2020 ini,  Kim Taolin lah Cawabup termuda dari semua Cawabup yang ada. Saat ini usia Kim Taolin 37 tahun.

Kepada wartawan yang menemuinya di Tubaki (Kediaman Kim Taolin) baru-baru ini, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kim Taolin menyampaikan bahwa, dirinya maju dalam pilkada ini sebagai representasi kaum milenial, yang mana ketika terpilih, dirinya tentu tahu apa yang menjadi impian kaum milenial.

Dia menjelaskan bahwa, di bidang olahraga, ada beberapa cabang olahraga yang menjadi ikon untuk mengembangkan minat dan bakat kaum muda di Kabupaten Malaka.

Kim Taolin juga menyebutkan bahwa untuk bidang olah raga bukan saja hanya bicara soal bola kaki. Dan sangat keliru ketika mengatakan suatu bidang olahraga berprestasi tanpa peraihan medali.

“Kita jangan sebut anak Malaka berprestasi, jika belum menyumbangkan medali emas bagi Malaka dan umumnya NTT. Bicara soal medali, berapa orang anak muda Malaka masuk ke urutan berapa peraihan medali? Sehingga menjadi barometer prestasi kaum muda di Malaka,” ketus Kim Taolin.

“Karena, bidang olah raga di Malaka dikatakan berhasil di NTT dan Indonesia umumnya, barometernya adalah dengan peraihan medali,” tambahnya.

Oleh karena itu Kim Taolin yang merupakan Calon Wakil Bupati Milenial ini berencana, jika terpilih, bidang olah raga seperti bola kaki, bola voli, tinju, pencak silat perlu mendapat perhatian khusus dari Pemerintah Malaka.

“Bukan hanya bola kaki saja, kita perhatikan juga bidang olah raga lain, yang dapat mendorong pemuda dan pemudi Malaka untuk mengasah dan mengolah kemapuan mereka supaya bisa mengikuti kejuaran-kejuaran di tingkat lokal bahkan sampai tingkat nasional dan internasional, sehingga yang kita sebut prestasi itu tercapai,” katanya.

“Caranya gampang, misalnya bidang olah raga tinju, kita perlu buat sasana tinju. Lalu pencak silat, kita perlu himpun para pemuda-pemudi yang belajar silat dari berbagai perguruan di Malaka, kita bentuk Ikatan Sahabat Beladiri (ISABELA). sehingga bibit muda yang berbakat, ketika ada ajang perlombaan, tinggal kita utus perwakilan dan itu menjadi tanggung jawab pemerintah daerah,” tutup Kim Taolin. (fecos/fecos)

Komentar

News Feed