oleh

Kampanye KITA SEHATI di Biboki Utara: Politik Harus Punya Basis

KEFAMENANU, suluhdesa.com – Calon Wakil Bupati Timor Tengah Utara (TTU) Yosef Tanu dari Paket KITA SEHATI nomor urut 1 mengunjungi tiga lokasi di Kecamatan Biboki Selatan dalam rangka kampanye terbatas pada Minggu (29/11/2020). Tiga lokasi yang dikunjungi antara lain Desa Sapaen, Desa Taunbaen, dan Desa Hauteas Barat, Kecamatan Biboki Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Calon Wakil Bupati TTU Yosef Tanu bersama tim tiba di Desa Sapaen pukul 13.45 Wita. Masyarakat Desa Sapaen telah menanti kedatangan sang idola politiknya dengan berbaris rapi di dekat tenda kampanye. Tetua adat melakukan ritual penyambutan dengan menuturkan takanab sekaligus berdoa mohon restu dari Tuhan dan leluhur. Kemudian seekor ayam dibawakan kepada Calon Wakil Bupati TTU Yosef Tanu untuk disembelih atas garis batas yang dibuat oleh tetua adat. Sesudah memotong leher ayam tersebut, Yosef Tanu melepas ayam itu menggelepar di tanah sampai mati di antara tetua adat dan rombongan.

Pantauan Media SULUH DESA, kehadiran Calon Wakil Bupati TTU Yosef Tanu mendapat perhatian istimewa dari masyarakat. Mama-mama yang berdiri di samping tetua adat sigap maju mengalungkan selendang kepada calon pemimpinnya. Yosef Tanu merangkul semua orang tua yang mengulurkan tangan kepadanya. Kemudian sang calon wakil bupati ini dihantar masuk ke dalam tenda dengan tarian likurai dan pekikan kemenangan yang diserukan oleh tetua adat.

Anggota DPRD TTU Brando Sonbiko dari Partai Nasdem dalam orasi politiknya membeberkan alasan-alasan kemenangan Paket KITA SEHATI. Menurutnya, berpolitik itu harus punya basis yang jelas sebagai muatan dasar  untuk memenangkan pertarungan sengit Pilkada.

“Saya orang Biboki Moenleu dan kami bakal menang. Kalau di Moenleu itu ada 7 desa dan yang saya ragukan hanya satu desa. Tetapi lebih daripada itu kita menang. Kalau di Feotleu ada 5 desa dan hanya satu desa yang pasti agak terganggu tapi lebih daripada itu kita sudah pasti menang. Di Biboki ini hanya 6 kecamatan dan lima-nya kami sudah pasti menang. Sekarang yang tersisa hanya Biboki Utara. Jadi saya hari ini datang bersama Paket KITA SEHATI untuk memastikan bahwa Biboki Utara juga pasti menang telak untuk nomor urut 1. Sehingga berbicara tentang politik, saya mau bilang ini hanya persoalan basis. Jadi Mama Kristiana Muki basisnya jelas di Miomaffo dan Bapak Yosef Tanu basisnya jelas di Insana. Kalau ada yang klaim bilang Biboki itu basis untuk dia maka saya mau buka pikiran kita bahwa 5 kecamatan di Biboki sudah kami pastikan Paket KITA SEHATI menang. Jadi kami tawarkan lagi kepada bapak dan mama sekalian untuk memilih paket yang bakal menang atau yang bakal kalah. Kalau dihitung dari jumlah basisnya maka Paket KITA SEHATI sudah tentu menang jadi mau pilih yang kalah silakan. Tapi kami yakin bahwa Paket KITA SEHATI sudah tentu menang,” ujarnya berapi-api.

Salah satu masyarakat, Yosefina Usboko yang ditemui Media SULUH DESA berkomentar, “saya memilih Paket KITA SEHATI bukan karena paksaan dari siapapun. Saya sungguh sangat menginginkan agar Mama Kristiana Muki dan Bapak Yosef Tanu menjadi pemimpin untuk TTU. Karena kami yakin bahwa ketika beliau berdua memimpin tentunya anak-anak kami sudah berhasil lulus sarjana dapat diperhatikan dan tentunya jalan kami juga bakal diperbaiki. Kami belum yakin dengan program yang ditawarkan paket lain karena belum tentu direalisasikan sesuai janji. Tapi kalau Paket KITA SEHATI sudah tentu melanjutkan apa yang sudah diletakkan oleh Pemerintah Daerah saat ini terutama dalam pembangunan dan juga perhatian terhadap anak-anak kami.”

Di Desa Taunbaen pada pukul 16.45 Wita, Calon Wakil Bupati Yosef Tanu menjelaskan program yang bakal dikerjakan lima tahun ke depan jika Paket KITA SEHATI terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati.

“Kami akan melanjutkan mepo kait atau program baik yang sudah dimulai oleh Pemerintah Daerah saat ini. Banyak program yang bakal kami kerjakan untuk membangun TTU menjadi kabupaten yang sejahtera. Maka dari itu kami akan memperhatikan masyarakat itu harus tinggalnya layak, pakaiannya baik, dan makannya terjamin. Dengan ini maka yang paling utama kami perhatikan adalah kebutuhan terhadap air bersih. Karena segala macam bidang membutuhkan air terutama dalam bidang pertanian, peternakan, dan kesehatan. Maka dari itu, kami akan memberdayakan faut kanaf dan oe kanaf untuk mengadakan reboisasi di kitaran faut kanaf dan oe kanaf. Kita akan mendanai program ini sehingga adat istiadat kita tetap lestari dan juga oe kanaf kita tetap lestari. Tujuan kita bahwa kalau kita sudah susah saat ini maka kita tidak akan mewariskan kesulitan untuk anak dan cucu kita,” imbuh Yosef Tanu.

Berkaitan dengan kesulitan air bersih yang dialami masyarakat Kabupaten Timor Tengah Utara saat ini, Yosef Tanu mengatakan, “kemudian kita juga akan mewajibkan setiap rumah tangga untuk membuat sumur resapan sehingga air hujan yang turun dapat meresap ke dalam tanah. Hal ini direncanakan untuk jangka panjang sehingga lima atau 6 tahun kemudian kita panen air. Karena air meresap ke dalam tanah dan kita dapat membuat sumur di sekitar rumah dengan dalamnya 6-7 meter. Untuk mengatasi masalah air dalam jangka pendek akan kita usahakan untuk membuat sumur bor bagi desa yang memiliki potensi pembuatan sumur bor tersebut.”

Di Desa Hauteas Barat pada pukul 19.00 Wita, Anggota DPRD TTU Brando Sonbiko menegaskan, “kita berpolitik ini supaya pada akhirnya bisa menang dan merasakan suara kita terpakai selama lima tahun ke depan. Kita berpolitik supaya segala keluhan kita bisa didengarkan. Kalau saya bicara malam ini untuk membawa bapak mama ke dalam jurang maka saya minta supaya tahun 2024 tidak usah pilih saya jadi DPRD. Tetapi kalau saya membawa bapak dan mama ke jalan yang baik dan benar maka mari kita bersatu hati untuk membangun TTU dengan memilih jalan yang baik itu. Dan keyakinan saya bahwa Paket KITA SEHATI adalah solusi terbaik untuk membangun TTU menjadi lebih baik.”

Sementara itu, Yosef Tanu membuka orasi pembukanya dengan menyampaikan rasa terharunya atas penyambutan meriah yang dilakukan oleh masyarakat. Cara masyarakat menyambutnya membuat dirinya merasa seperti datang ke rumah sendiri. Ia sangat berterima kasih kepada masyarakat yang menganggapnya seperti anak sendiri.

Selanjutnya, Calon Wakil Bupati Yosef Tanu menegaskan tentang asumsi liar yang diciptakan segelintir orang mengenai penempatan pegawai yang dianggap sebagai pembuangan.

“Saya menegaskan tentang penempatan pegawai yang selama ini disebut dalam kampanye paket lain sebagai upaya pembuangan. Mereka bukan hanya bicara di luar tetapi bawa sampai dalam kampanye. Ini bentuk doktrin terhadap masyarakat yang dinyanyikan calon pemimpin kita dari paket lain. Mereka bilang penempatan pegawai di Mutis atau di Manumean itu adalah upaya pembuangan yang dilakukan oleh Pak Bupati TTU. Kemarin kami di Mutis, orang-orang tua di sana sangat marah karena tempat mereka dianggap sebagai tempat buangan. Padahal mereka juga membutuhkan pegawai seperti halnya Kota Kefamenanu. Dan pegawai juga sudah bersedia ditempatkan di mana saja ketika menandatangani surat lamaran menjadi pegawai. Tetapi kemudian mengeluh ketika ditempatkan di tempat lain. Hal ini kemudian menjadi bahan pembicaraan dalam kampanye yang dilakukan oleh orang-orang yang sudah mulai merasakan kekalahan,” ujarnya sambil tertawa.

Menutup acara rapat kampanye, master of ceremony (MC) Idha Amleni menitipkan pesan singkat kepada masyarakat untuk tetap pada pilihannya, Paket KITA SEHATI.

“Acara selesai bukan berarti kita juga berakhir di sini. Kaki boleh beranjak pergi, tetapi hati tetap tinggal bersemayam di sini untuk merawat kasih sayang yang telah kita rajut bersama di sini. Semoga kita berjumpa lagi pada doa dan amin yang sama bahwa Paket KITA SEHATI bakal menang oleh suara bapak mama sekalian. Sekian dan terima kasih,” ucap Idha Amleni sembari tersenyum memamerkan lesung pipinya. (Seko/Seko)

Komentar

News Feed