oleh

Tidak Benar Kalau Cornelia Haekase Dicekik di Rumah Bupati TTU

KEFAMENANU, suluhdesa.com – Berawal dari komentar Cornelia C. B. Haekase Cornelia C. B. Haekase, warga Desa Haulasi, Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten TTU, pada postingan Gaspar Kolo di Group Facebook Timor Tengah Utara Bebas Berbicara yang memaki dan melecehkan istri Bupati TTU Raymunduz Sau Fernandez, Kristiana Muki yang adalah salah satu Calon Bupati Timor Tengah Utara dari Paket KITA SEHATI nomor urut 1 menuai masalah hukum dan beritanya viral di beberapa media.

Pemberitaan tersebut menyatakan bahwa, pada saat Cornelia Haekase bersama Johanis Nggadas, Robertus Haekase (Adik Cornelia Haekase), Hironima Haekase (Adik Cornelia Haekase), Cornelis Banase (Suami Hironima Haekase), dan Alexander Toan datang untuk meminta maaf kepada Bupati Ray Fernandez di kediaman pribadi di KM 5 Jurusan Atambua, Kelurahan Tubuhue, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten TTU, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sabtu (14/11/2020) malam, Yoseph Muki Kepala Bagian Organisasi Setda Kabupaten TTU yang merupakan saudara kandung Kristiana Muki tidak terima dengan makian dari Cornelia Haekase hingga mencekik Cornelia Haekase hingga lidah menjulur ke luar. Selain itu dalam pemberitaan tersebut menyebutkan juga jika Bupati TTU Ray Fernandez melontarkan ancaman kepada Cornelia Haekase.

“Untung kau perempuan, kalau kau laki-laki, sudah saya bunuh kau,” ucap Ray Fernandez seperti kata saksi bernama Hironima Haekase dalam berita itu.

Para saksi yakni Robert Haekase dan Johanis Nggadas saat ditemui Media SULUH DESA, Selasa (17/11/2020) di Koko, Kelurahan Bansone, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten TTU, menerangkan bahwa, tidak benar ada penganiayaan yang dilakukan Kabag Organisasi Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Timor Tengah Utara, Yoseph Muki dengan mencekik leher Cornelia Haekase di rumah Bupati TTU Ray Fernandez sampai lidah menjulur ke luar.

Menurut Johanis Nggadas, mereka mendampingi Cornelia Haekase dan pergi bersama ke rumah Bupati Ray Fernandez untuk melakukan upaya damai walaupun kasus makian itu telah dilaporkan pihak Bupati Ray Fernandez ke polisi. Saat tiba di rumah Bupati Ray Fernandez mereka diterima dengan baik. Tidak ada emosi atau pun marah dari Bupati Ray Fernandez dan Kristiana Muki sebagai tuan rumah.

Lebih lanjut dikatakan Johanis Nggadas, Kristiana Muki tidak berbicara apa-apa dan Ray Fernandez hanya mengatakan seharusnya dirinya yang marah karena Cornelia Haekase memaki istrinya Kristiana Muki.

“Saya punya istri itu satu kehormatan bagi saya. Bagaimana bisa kamu maki-maki, siapa yang suruh kamu? Padahal kamu selama ini berada di luar negeri? Tolong jawab yang jujur karena kita ini keluarga,” tegas Johanis Nggadas mengutip ucapan Bupati Ray Fernandez.

Dikatakan oleh Johanis Nggadas dan Robert Haekase bersamaan bahwa, saat itu Bupati Ray Fernandez tidak marah dan emosi sedikit pun. Bicaranya santai saja.

“Ibu Ray (Kristiana Muki) waktu itu buru-buru mau  kampanye, jadi kami bilang ibu pigi sudah. Kami masih di sini jadi ibu keluar. Tidak lama Yoseph Muki masuk. Nah Yoseph Muki tanya, itu perempuan yang mana karena dia tidak kenal Cornelia Haekase. Posisi duduk Cornelia Haekase waktu Yoseph Muki masuk itu berada di dekat Alexander Toan, dan setelah Yoseph Muki tahu yang maki, dia mau tempeleng Cornelia Haekase sehingga ia berlindung di belakang  Alexander Toan yang merupakan sepupunya. Jadi tidak kena. Yoseph Muki pake punggung tangan dan hanya mengenai rambut. Jadi tidak ada cekik sampai lidah menjulur ke luar seperti dalam berita-berita itu. Karena seperti itu kami pamit mau pulang, akan tetapi karena banyak sekali orang yang berada di luar rumah, maka Suami Hironima Haekase yang bernama Cornelis Banase berbisik kepada Pak Bupati Ray begini, kami khawatir jangan sampai terjadi sesuatu hal dengan kami, bisakah ada yang menghantarkan kami pulang? Nah karena hal itu, maka Pak Bupati Ray sendiri menyampaikan bahwa dirinya yang akan bersama kami. Setelah itu kami pun pulang dihantar Pak Bupati Ray. Jadi Cornelia Haekase tidak dicekik sampai lidah ke luar. Kami yang tahu persis karena pulang dari rumah Pak Bupati Ray itu mereka sempat makan dan minum di tempat ini (rumahnya Robert Haekase bersama istrinya Ona Nggadas, yang juga tinggal Johanis Nggadas, Red). Akan tetapi setelah itu mereka pun pulang ke Haulasi. Jadi seperti yang diberitakan kalau suaranya sampai hilang itu tidak benar padahal dia datang di rumah kami dia omong suara biasa-biasa saja, dia tidak ada tanda-tanda kekerasan,” ungkap Johanis Nggadas sambil tertawa.

Sementara itu Ipar Cornelia Haekase, Ona Nggadas yang merupakan istri dari Robert Haekase mengatakan jika pada malam usai Johanis Nggadas, Robert Haekase, Cornelia Haekase, dan yang lainnya pulang dari Bupati Ray Fernandez, menandaskan kalau tidak ada kesepakatan di rumah mereka untuk dibuatkan laporan kepada polisi seperti yang diberitakan.

Lu punya kepentingan jangan datang libatkan saya dan saya punya keluarga dan orang tua saya apalagi mereka sudah tua. Saya baca berita yang dimuat di salah satu media jadi saya bilang ke Kakak Ipar saya Yoseph Haekase (Kakak sulung Cornelia Haekase, Red), kalau lu ikut lu pung tim untuk lapor-lapor, saya mau liat nanti lu punya saksi siapa yang menguatkan lu bahwa ada cekik na, atau apa segala macam. Nah ini dorang yang pi jadi saksi, jadi kalau dong liat bilang tidak benar, pasti tidak benar,” tohok Ona Nggadas.

Dijelaskan Ona, tidak ada kesepakatan dari keluarga untuk melaporkan peristiwa itu sebab tidak benar.

“Intinya saya sudah muat di medsos tentang berita yang tidak benar. Lu (Cornelia Haekase, Red) jangan libatkan saya punya orang tua untuk ikut tipu. Lu su tau masuk lobang na lu datang ajak kami supaya masuk lobang. Lu sudah caci maki orang jelas-jelas terus apakah kami harus dukung lu? Kan tidak mungkin, jadi saya sudah klarifikasi di medsos soal tidak benar kami ada buat kesepakatan di saya punya rumah yaitu rumah milik Robertus Haekase untuk menempuh jalur hukum itu. Sekali lagi itu tidak benar. Malam itu Pak Ray turun antar dia lalu kami sepakat untuk lapor itu tidak mungkin. Itu saya sudah klarifikasi dan saya sudah omong tegas ke Cornelia Haekase, jangan kamu menyeret saya punya orang tua. Saya tidak mau. Jadi ini ada pihak ketiga yang plintir ini kasus atau mempolitisasi. Untuk urusan ini saya dan suami juga orang tua sudah lepas tangan, selanjutnya sudah diambil alih oleh Kakak Yoseph Haekase. Jadi masalah ini dia yang urus. Jika ada apa-apa, dia yang bertanggung jawab,” urai Ona Nggadas.

“Yoseph Haekase merupakan kakak sulung dari Cornelia Haekase. Saya ini juga kakak kandung. Apakah saya punya adik tarik bawa saya pi jurang saya harus ikut pi jurang? Dia su jelas-jelas tipu. Apakah dia ajak saya untuk ikut tipu sama dengan dia? Kan tidak mungkin,” tambah Robert Haekase.

Menurut informasi Cornelia baru pulang dari luar negeri untuk berlibur di TTU bersama keluarga. Cornelia Haekase bekerja sebagai TKW.

“Sudah dari dulu dia tidak suka Pak Ray bahkan waktu kedatangan di Kupang masih sempat ajak saudara yang lain ke Semau untuk tamasya. Menurut pengakuan dia bahwa saat dia di Semau, Kakak Yoseph Haekase sudah cerita perpolitikan di TTU dan mendukung salah satu paket yang ada. Malam dia tidur teringat ucapan kakaknya untuk dukung paket itu. Yah otomatis dia menjelekkan paket lain. Malam dia baca status dia komentar di status sampai menulis kata makian itu. Cornelia Haekase itu tipu karena waktu dia datang di rumah kami habis dari rumah Pak Ray itu dia dalam keadaan baik dan masih baomong baik-baik. Saya masih menawarkan makan minum. Tidak ada bekas memar seperti yang diceritakannya. Makanya saya bilang begini, visum boleh tapi nanti akan ketahuan sidik jari tangannya siapa. Saya bilang cek baik-baik jangan sampai dong sendiri yang cekik baru bilang Pak Yoseph Muki yang cekik. Itu namanya rawan saat situasi seperti sekarang ini. Bisa saja dorang yang cekik baru mengada-ada lagi,” imbuh Ona Nggadas.

Menjawab pertanyaan Media SULUH DESA, apakah akan dilakukan upaya damai bersama Cornelia Haekase dan pihak keluarga Bupati TTU Ray Fernandez?

Johanis Nggadas dan Robert Haekase menjawab, “kami tidak bisa bicara karena itu dong yang lapor. Jadi itu urusan dorang. Cornelia Haekase itu lebih parah karena kamu caci maki orang, keterangan palsu lagi. Malam itu saat kami ke rumah, Pak Bupati Ray tidak menolak kedatangan kami. Pak Ray suruh pulang untuk pikir dulu. Nanti kita cari solusi, jangan berkelahi. itu yang Pak Bupati Ray bilang. Pak Bupati Ray tidak tolak kami, makanya saat pulang Pak Bupati Ray ikut antar. Pak Bupati Ray bilang saya yang antar kamu sampai di rumah dan saat tiba di sini Pak Bupati Ray langsung putar mobil sambil bilang saya sudah jalan. Pak Ray antar itu untuk menjaga kemanan kami di jalan. Ini artinya Pak Bupati Ray Fernandez bijaksana.”

Selain itu, terang Johanis Nggadas, Bupati Ray Fernandez tidak pernah mengeluarkan kalimat untung kau perempuan, kalau laki-laki saya bunuh kau.

“Justru kalau sampai begitu harusnya Pak Ray yang marah. Ini Pak Ray tidak emosi sama sekali. Jadi tidak ada kata-kata ancaman yang dikeluarkan. Kita pigi omong Pak Ray itu sangat santai sambil merokok. Bahkan waktu masuk rumah Cornelia Haekase sempat mencium Ibu Kristiana Muki. Ibu Kristiana Muki terima Cornelia Haekase dengan baik. Sepertinya ada yang merekayasa persoalan ini. Berita ini juga tidak benar. Ada pihak lain yang memanfaatkan situasi ini untuk memecah belah keluarga dan mengadu domba,” beber Johanis Nggadas yang dijawab betul oleh Robert Haekase dan Ona Nggadas.

Bupati Timor Tengah Utara Raymundus Sau Fernandez saat dikonfirmasi Media SULUH DESA pada Selasa (01/12/2020) pukul 12.00 Wita di Aula Biinmaffo terkait kasus ini mengatakan, itu tidak benar dan bohong.

“Saya menyampaikan begini, kalau kamu maki-maki isteri saya itu sama dengan kamu memotong-motong harga diri saya. Ketika dia disakiti, saya pasti marah. Karena isteri adalah kehormatan untuk saya. Kita lahir dari perempuan  lalu kenapa kamu sebut barang itu yang seharusnya tidak perlu kamu sebut? Coba kalau yang maki itu laki-laki, tapi ini dari seorang perempuan. Sungguh keterlaluan,” geram Bupati TTU dua periode ini.

Masalah ini berawal dari Cornelia Haekase yang diduga membalas postingan salah satu akun Facebook bernama Gaspar Kolo terkait majunya Kristiana Muki dalam Pilkada TTU dengan menggunakan bahasa Inggris dan dinilai telah menghina dan memaki Kristiana Muki Calon Bupati TTU.

Dalam komentar tersebut terdapat satu kata makian di komentar kedua. Dalam komentar pertama, Cornelia Haekase menyindir dan menyoroti buruknya kepemimpinan suami Kristiana Muki yang sangat tidak disukainya.

“Go away ..corupt people we don’t like you, I just say Bad mine, Bad leader of your Husband (emoji).”

Sementara pada komentar kedua, Cornelia Haekase mempersoalkan alasan kepulangan Kristiana Muki dari Senayan. Ia juga mempertanyakan iman Kristiana Muki, apakah sebagai orang Kristen atau Atheis. Kepada siapa Kristiana percaya, apakah percaya kepada setan atau Tuhan?

Hingga berita ini diturunkan, Media SULUH DESA sedang berupaya melakukan konfirmasi terhadap Yoseph Muki, Cornelia Haekase, dan para saksi lainnya. (vrg/msd)

DomaiNesia

Komentar

News Feed