oleh

Pemkab TTU Lakukan Penanganan Stunting di Desa dengan Aplikasi e-HDW

KEFAMENANU, suluhdesa.com – Aplikasi e-HDW atau Human Development Worker akan mempermudah tugas dan fungsi kader desa. Dengan adanya Aplikasi ini maka kader desa dapat lebih efektif mengadvokasi pemerintah desa.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Timor Tengah Utara, Egidius Sanam pada pembukaan pelatihan Aplikasi Human Development Works (eHDW) bagi Kader Pembangunan Manusia (KPM) yang berlangsung di Hotel Viktory 2, Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Senin (24/11/2020).

Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) RI telah menetapkan prioritas penggunaan Dana Desa.

Prioritas penggunaan Dana Desa itu dituangkan dalam peraturan Menteri Desa, PDTT(Permendes) nomor 6 Tahun 2020 tentang perubahan atas Permendesa, PDTT nomor 11 tahun 2019 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa tahun 2020.

Terkait hal itu, Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara melalui Dinas PMD melakukan kegiatan penanganan stunting di desa dengan sistem informasi yang cepat dan akurat, yakni melalui kegiatan Aplikasi e-HDW (Human Development Worker).

Kegiatan ini dibuka oleh Asisten Tata Praja Setda Kabupaten Timor Tengah Utara, Drs. Yoseph Kuabib. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa Kader Pembangunan Manusia (KPM) adalah warga masyarakat desa yang dipilih melalui musyawarah desa untuk bekerja membantu pemerintah desa dalam memfasilitasi masyarakat desa dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengawasi pembangunan sumber daya manusia di desa.

“Aplikasi Human Development Worker (e-HDW) merupakan aplikasi berbasis android sebagai alat bantu kerja Kader Pembangunan Manusia (KPM) dalam melakukan pendataan sasaran rumah tangga 1000 hari pertama Kelahiran (HPK) dari pemantauan 5 paket layanan pencegahan stunting di desa,” jelasnya.

Peran Kader Pembangunan Manusia (KPM) dalam pemanfaatan eHDW adalah mensosialisasikan pencegahan stunting di desa termasuk memperkenalkan tingkat pertumbuhan tinggi badan sebagai seleksi dari stunting, memantau palayanan pencegahan stunting, mendata sasaran rumah tangga 1000 hari pertama kelahiran (HPK), memfasilitasi dan mengadvokasi peningkatan belanja APBDes Utama yang berasal dari sumber dana desa untuk digunakan membiayai kegiatan pencegahan stunting berupa layanan intervensi gizi spesifik dan sensitif, memfasilitasi suami ibu hamil dan bapak dari anak usia 0 – 23 bulan untuk mengikuti kegiatan konseling gizi serta kesehatan ibu dan anak.

Sementara itu Kepala Bidang Kemasyarakatan Dinas PMD Kabupaten TTU, Yustina Muti S.K.M menyampaikan bahwa e-HDW merupakan sebuah aplikasi berbasis android.

Aplikasi ini dikelola oleh KPM untuk mendukung desa dalam fasilitasi konvergensi pencegahan stunting. Aplikasi eHDW meliputi data-data fasilitas desa seperti Polindes, Posyandu, PAUD, air bersih, dan sanitasi. Sedangkan penerima manfaat adalah ibu hamil, ibu nifas, anak berumur 0– 2 tahun serta anak 0 – 6 tahun.

“KPM (Kader Pembangunan Mnusia) perlu memantau dan memastikan intervensi layanan oleh penerima manfaat. Diharapkan melalui pelatihan ini, Kader Pembangunan Manusia(KPM) dapat segera mengoperasikan aplikasi eHDW, sehingga aplikasi ini segera digunakan dan dimanfaatkan oleh KPM dalam membantu desa dalam upaya penanganan stunting di desa,” ungkapnya.

Lebih lanjut Yustina menjelaskan bahwa, Kader Pembangunan Manusia (KPM) adalah warga masayarakat desa yang dipilih melalui musyawarah desa untuk bekerja membantu pemerintah desa dalam memfasilitasi masyarakat desa dalam merencanakan, melaksanakan dan mengawasi pembangunan sumber daya manusia di desa.

Hadir sebagai narasumber dari Dinas PMD, Dinas Kesehatan, dan 100 orang Kader Pembangunan Manusia (KPM), para pendamping desa, pendamping lokal desa, dan tamu undangan lainnya. (vrg/vrg)

DomaiNesia

Komentar

News Feed