oleh

Tidak Ada Balas Dendam Politik Jika Paket SN-KT di Malaka Terpilih

MALAKA, suluhdesa.com – Hendrikus Fahik, Ketua Tim Pemenang Pasangan Calon (Paslon) Bupati Malaka dan Calon Wakil Bupati Malaka, Simon Nahak dan Kim Taolin (SN-KT), dalam orasi politiknya di Istana Raja (Tafatik Liurai) Malaka, Desa Builaran, Kecamatan Sasitamean, Kabupaten Malaka, Provinsi NTT pada hari Kamis (19/11/2020) mengatakan, program Pemerintah Kabupaten Malaka tidak pro rakyat karena beasiswa hanya diperuntukkan bagi anak-anak pejabat.

Dalam kesempatan itu, Hendrikus Fahik menyentil persoalan beasiswa yang hanya didapat oleh anak-anak para pejabat dan juga program gizi buruk (stunting) hanya diberikan kepada segelintir orang yang dekat dengan pemerintah.

Hendrik mengatakan, dirinya sebagai wakil rakyat merasa malu ketika anaknya menikmati uang rakyat.

“Saya merasa malu. Saya malu, kalau saya sebagai seorang wakil rakyat, kemudian anak saya mendapat beasiswa, sedangkan di Malaka masih ada banyak anak-anak dari keluarga yang tidak mampu (petani) yang sangat membutuhkan beasiswa,” kata Wakil Ketua DPRD Malaka ini.

Hendrik yang juga mantan ketua PMKRI Cabang Kupang ini sangat menyayangkan ketika para pejabat menikmati uang rakyat sementara rakyatnya susah.

Selain itu, Hendrik juga menilai program RPM yang menelan anggaran miliaran rupiah hanya sia-sia. Tujuan dari program RPM adalah untuk memenuhi kebutuhan pangan dan kelimpahan makanan. Namun kenyataannya, angka stunting di Malaka masih tinggi.

“Sampai hari ini, Kabupaten Malaka peringkat kelima angka stunting tertinggi di Provinsi NTT. Lalu mana hasil dari kelimpahan makanan dari program RPM, kenyataannya gizi buruk di Kabupaten Malaka masih tertinggi,” imbuhnya.

Berdasarkan realita ini, Hendrik mengajak masyarakat untuk satukan hati mendukung paket nomor 1, paket SN-KT pada tanggal 9 Desember nanti, agar perubahan yang diinginkan masyarakat untuk kesejahteraan bersama dapat tercapai di Rai Malaka, bukan untuk kesejahteraan anak-anak pejabat dan elit.

“Mari kita pilih bapak Simon dan Kim Taolin, supaya mereka terpilih akan mengutamakan beasiswa bagi masyarakat miskin dan angka stunting di Malaka akan ditekan karena akan didukung dengan program swasembada pangan, sehingga tersedia gizi dan pangan bagi kebutuhan ibu dan anak-anak,” tandasnya.

Sementara itu, di Tafatik Liurai (Istana Kerajaan) Malaka, Calon Bupati Malaka, Simon Nahak, dalam orasi politiknya mengajak dan meminta restu dari masyarakat untuk mendukung dirinya bersama Kim Taolin, sehingga apa yang menjadi visi dan misi Paket SN-KT, untuk kesejahteraan rakyat tercapai.

Selain itu, di lokasi yang sama, Calon Wakil Bupati Malaka, Kim Taolin juga menambahkan bahwa, jika paket SN-KT terpilih, tidak ada politik balas dendam, tidak ada yang namanya balik tanah langgar-langgar dan untuk kesehatan juga tetap gratis selama tidak bertentangan dengan aturan.

“Jadi tolong sampaikan kepada keluarga yang tidak datang hari ini, mereka yang ASN, aparat dan para penerima bantuan dari pemerintah, beritahu mereka, saya dan bapak Simon terpilih, kami tidak sembarang pindah-pindah orang, tidak tekan orang sembarang dan coret sana-sini, kami tidak balas dendam,” ungkap Kim.

“Dan jangan dengar orang bilang saya dengan Bapak Simon Nahak terpilih, balik tanah gratis tidak ada dan berobat gratis juga tidak ada, itu bohong. Traktor itu masyarakat punya bukan milik pribadi. Jadi kami terpilih, balik tanah tidak langgar-langar lagi, traktor kurang akan pemerintah beli tambah. Lalu berobat gratis itu juga tetap ada selagi kita tidak bertentangan dengan aturan. Jadi jangan percaya isu murahan yang mau memengaruhi bapak mama mereka,” tutup Kim Taolin. (fecos/fecos)

Komentar

News Feed