oleh

Dinas Lingkungan Hidup TTU Gelar FGD Rencana Tata Ruang Wilayah

-Berita, Daerah-210 views

KEFAMENANU, suluhdesa.com – Dalam rangka rencana tata ruang wilayah (RT/RW) Kabupaten Timor Tengah Utara, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Timor Tengah Utara menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyusunan Dokumen Kajian, Daya Tampung, Daya Dukung  Dinas Lingkungan Hidup Tahun 2020 di Kabupaten Timor Tengah Utara yang berlangsung di Aula di Laat Manekat, Kota Kefamenanu, Kabupaten TTU, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kamis (19 /11/2020).

Kegiatan FGD ini membahas kajian Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan Hidup (DDDTLH) dan dibuka oleh Asisten II Kabupaten TTU Ferdinandus Lio, S.IP.

Hadir dalam kegiatan tersebut Pemerintah Daerah TTU, Akademisi, pihak Universitas Timor dan beberapa tamu undangan lainnya.

Menurut Ferdinandus, pembahasan diskusi ini sangat penting untuk menata hal-hal yang berkaitan dengan pembangunan yang ada di Kabupaten Timor Tengah Utara.

“Forum diskusi penyusunan dokumen kajian Daya tampung  dan Daya Dukung Lingkungan Hidup ini sangat penting dan merupakan pertimbangan  dalam perencanaan pembangunan berkelanjutan,” ungkapnya.

Sementara itu Kasi Inventarisir Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten TTU, Atti Boertmans menyampaikan bahwa kegiatan Focus Group Discussion untuk menyempurnakan isi dokumen kajian yang telah dirumuskan tim selama kurang lebih tujuh bulan.

Diharapkan kaum cendikia Universitas Timor dan para undangan  dapat memberi masukan, saran, kritik dalam rangka  menyempurnakan dokumen kajian.

“Hari ini maing-masing kita memberikan masukan, tambahan untuk penyempurnaan dokumen kajian yang sudah ada, sehingga bila ada masukkan atau kekurangan bisa ditambahkan untuk penyempurnaan dokumen kajian ini,” terangnya.

Tim perumus dokumen Kajian Daya Tampung dan Daya Dukung Dinas Lingkungan Hidup, Anastasia Kadek menyampaikan bahwa, aspek pembangunan harus dilihat dengan batas kemampuan.

“Kajian itu penting untuk mengetahui sudah sejauh mana pembangunan apakah sudah sesuai dengan lingkungan itu sendiri. Mungkin pembangunan berhasil tetapi lingkungan punya batas kemampuan. Jika melampui akan mendatangkan  masalah,” jelasnya.

Lanjut dia, tujuan dilaksanakan kegiatan FGD supaya bisa mendapat masukan dari seluruh peserta yang hadir tentang dokumen Kajian Daya Dukung dan Daya Tampung demi keberlanjutan pembangunan TTU.

Dijelaskannya, Daya dukung dan Daya Tampung menjadi sangat penting. Perlu keseimbangan keduanya. Konsep Daya Dukung dan Daya Tampung ini suatu kajian sehingga segala pembangunan harus ramah lingkungan dilihat dari Daya Dukung dan Daya Tampung.

“Kajian ini mempunyai  manfaat untuk membuat proses perencanaan dan pengambil keputusan dalam hal pembangunan di Kabupaten Timor Tengah Utara. Proses pembangunan juga harus dilihat dari daya Tampung dan Daya Dukung agar adanya keseimbangan,” urainya.

Output akhir dari kajian ini adalah 23 jasa ekosistem. Jasa ekosistem sendiri mendukung bagaimana Daya Dukung dan Daya Tampung  suplai- suplai alam dan manfaatnya. Proses yang dilakukan tim perumus adalah: pengumpulan data awal mengenai kondisi alam Kabupaten Timor Tengah Utara, penilaian tim pakar yang mengetahui  betul kondisi lingkungan di Kabupaten TTU, pengolahan kuisoner dan laporan.

Diharapkan hasil diskusi oleh para pakar nantinya dapat menghasilkan dokumen yang akurat, dan selanjutnya bisa digunakan untuk membangun wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara. Semua harus dikaji seperti aspek geologi, biologi, geofisika, sosial, ekonomi dan budaya. (vrg/vrg)

Komentar

News Feed