oleh

KITA SEHATI Paham Tentang Peternakan, yang Lain Hanya Baca Hasil Penelitian

KEFAMENANU, suluhdesa.com – Calon Bupati Timor Tengah Utara (TTU) Kristiana Muki dan Calon Wakil Bupati TTU Yosef Tanu melakukan tatap muka terbatas dan berdialog dengan masyarakat pada Selasa (17/11/2020) di Desa Banae, Kecamatan Insana Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dalam kesempatan melakukan tatap muka dan berdialog bersama masyarakat, Pasangan Calon Bupati TTU dan Calon Wakil Bupati TTU dari Paket KITA SEHATI nomor urut 1, Kristiana Muki dan Yosef Tanu menuai dukungan luar biasa di Desa Banae. Pasalnya masyarakat Desa Banae menganggap Paket KITA SEHATI sebagai anak dalam rumah. Dalam dialog itu juga masyarakat menjanjikan 80 persen suara untuk Paket KITA SEHATI.

Calon Wakil Bupati TTU Yosef Tanu ketika diberikan kesempatan menyampaikan orasi politiknya menyampaikan visi dan misi Paket KITA SEHATI. Ia disambut dengan tepukan tangan meriah dan beberapa orang yang duduk di dalam tenda sempat meneriakkan 100 persen. Akan tetapi Yosef Tanu tersenyum sambil menjelaskan bahwa 100 persen itu hanya milik Tuhan, sedangkan manusia hanya boleh 99 persen. Tetapi untuk Desa Banae, Yosef Tanu optimis bakal menuai 80 persen suara. Masyarakat yang mendengarnya sontak berteriak sembari bertepuk tangan meriah.

“Saya yakin Tuamau pasti 80 persen. Saya datang ke Tuamau sama dengan saya datang ke Letneo dengan Nansean. Dalam program-program, kami lebih prioritaskan air minum. Kalau di kampung ada sumber air maka kita tarik air dengan mengadakan pipa untuk masyarakat. Tetapi kalau tidak ada maka kita akan buat sumur bor. Kita juga akan lestarikan sumber air yang terdapat pada oe kanaf dan faut kanaf sehingga kemudian anak cucu kita dapat menikmatinya. Artinya kita akan mendanai setiap suku untuk membantu Pemerintah Daerah dalam melestarikan oe kanaf dan faut kanaf. Dengan menanam pohon atau reboisasi di kitaran oe kanaf dan faut kanaf maka akan menuai airnya dalam beberapa tahun mendatang. Ini yang kita rencanakan untuk mengembalikan kearifan adat dan sekaligus memanen air untuk kebutuhan masyarakat. Berkaitan dengan itu, kita juga akan buat sumur resapan untuk menampung air di dalam tanah. Bayangkan saja kalau setiap kali hujan kita menampung seribu liter air ke dalam tanah makanya beberapa tahun kemudian di sekitar kita pasti ada banyak air,” ujar Yosef Tanu.

Menjelaskan program selanjutnya, Yosef Tanu mengatakan, “kemudian berkaitan dengan peternakan, kami akan adakan peningkatan gen sapi kita dengan kawin suntik (inseminasi buatan). Kita akan tempatkan satu penyuluh peternakan untuk membantu masyarakat setiap kali sapi minta kawin. Jadi berkaitan dengan peternakan ini saya sendiri pelihara sapi sehingga saya tahu bagaimana meningkatkan berat badan sapi. Jangan kemudian kita hanya bicara banyak soal baca hasil penelitian. Kita pelihara sapi ini harus tahu dengan baik daripada kita hanya baca tanpa praktik. Kemudian program perumahan ini kami tidak pakai kontraktor untuk membangun rumah tersebut. Kami langsung serahkan 40 juta kepada masyarakat yang berhak. Sehingga segala kekurangan dan kelebihannya itu menjadi tanggung jawab masyarakat. Artinya bahwa kalau uang yang lebih itu menjadi keuntungan bagi masyarakat.”

Dalam sesi dialog, Wilhelmus Watu yang diberikan kesempatan bertanya mengatakan, “apa strategi yang bakal dilakukan Paket KITA SEHATI dalam penanganan Covid-19 dan juga strategi untuk pengawasan terhadap bantuan rumah yang diberikan kepada masyarakat? Kemudian langkah apa yang ditempuh dalam program latihan kerja kepada anak-anak milenial yang ingin mendapatkan pekerjaan itu karena sejauh pengamatan kami bahwa kebanyakan anak-anak kita mendaftar tetapi banyak yang gagal di tingkat kecamatan. Saya secara pribadi juga memohon kepada bapak-bapak dewan yang duduk di rumah biru di Km 9 untuk memperhatikan kami masyarakat Banae kalau ada turun reses.”

Menanggapi pertanyaan yang dilontarkan oleh Wilhelmus Watu, Calon Bupati TTU Kristiana Muki mengatakan, “kita tidak tahu sampai kapan Covid ini akan berakhir tetapi sistem yang diterapkan oleh pemerintah saat ini sudah sangat tepat sehingga bakal kita lanjutkan saja. Tetapi kita sebagai masyarakat juga perlu membantu pemerintah dalam hal menggunakan masker dan mencuci tangan setiap kali keluar atau masuk rumah. Juga kita berharap agar masyarakat dapat melaporkan saudara-saudara yang baru saja tiba dari tempat yang dinyatakan zona merah. Kita harus laporkan ke tim gugus tugas yang ada di desa untuk diperhatikan dan diberikan waktu karantina. Kemudian strategi untuk pembangunan rumah, kami akan berikan secara tuntas apabila memasuki satu wilayah kecamatan. Sehingga untuk pengawas, kami akan tambahkan biaya 5 juta sehingga pengawas dapat membantu Pemerintah Daerah dalam mengawasi pembangunan tersebut. Kemudian masyarakat juga harus mengontrol setiap bahan yang turun agar dapat diganti apabila tidak tepat guna. Misalnya batu merah harus benar-benar kuat sehingga rumah yang dibangun itu kuat dan berkualitas. Kemudian kita punya anak-anak milenial itu akan kita berikan pelatihan sehingga dapat bekerja secara profesional. Berkaitan dengan cara perekrutannya bakal kita siapkan mekanismenya untuk dapat mendaftar dengan lebih mudah dan tidak berbelit-belit.”

Anggota DPRD TTU Hironimus Funan menanggapi pertanyaan Wilhelmus terkait reses anggota dewan.

“Saya mau tegaskan bahwa bapak dan mama sudah pilih saya sebagai dewan dan saya sebagai anak dalam rumah sehingga saya akan tetap datang ke Banae. Tetapi saya baru satu tahun menjadi dewan dan saya sementara masih melakukan reses di tempat lain sehingga Banae ada jatahnya sendiri. Saya sudah atur jadwalnya dan akan buat tiga atau empat titik khususnya di Banae. Jadi yang paling penting adalah kita harus nekaf mese ma ansaof mese untuk tidak terkotak-kotak dalam memilih sehingga kemudian apa yang kami usulkan dalam sidang itu dapat diakomodir secara baik,” pungkas Anggota DPRD TTU yang kerap disapa Rony Funan. (seko/seko)

Komentar

News Feed