Bupati Ray Fernandez: Pemberian TTD untuk Remaja Putri di TTU Sangat Diperlukan

oleh -150 views
Lokakarya Orientasi Tingkat Kabupaten dan Puskesmas Program Suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD) bagi Remaja Putri bersama Kepala Sekolah, Guru UKS dan lintas sektor se Kabupaten Timor Tengah Utara yang berlangsung di Hotel Livero, Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Rabu(18/11/2020) siang.

KEFAMENANU, suluhdesa.com – Nutrition International dan Save The Children mengadakan kegiatan lokakarya Orientasi Tingkat Kabupaten dan Puskesmas Program Suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD) bagi Remaja Putri bersama Kepala Sekolah, Guru UKS dan lintas sektor se Kabupaten Timor Tengah Utara yang berlangsung di Hotel Livero, Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Rabu(18/11/2020) siang.

Kegiatan Lokakarya Orientasi Tingkat Kabupaten dan Puskesmas dibuka oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Timor Tengah Utara, Fransiskus Tilis, S.I.P mewakili Bupati TTU Raymundus Sau Fernandez.

Sambutan Bupati TTU, Raymunduz Sau Fernandes yang dibacakan Fransiskus Tilis, mengatakan bahwa, untuk meningkatkan derajat kesehatan terutama remaja putri di Timor Tengah Utara, perlu adanya sinergitas di antara semua lintas sektor.

Oleh karena itu Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah terus berupaya untuk bertanggung jawab terhadap kesehatan. Menurut Bupati Ray Fernandez, selain keluarga juga harus ada dukungan dari pemerintah.

Kerja sama Nutrition Internasional dan Save the Children dengan menggandeng Pemda TTU adalah untuk menurunkan stunting di Kabupaten TTU dengan salah satu programnya yaitu program suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD) kepada remaja putri di sekolah-sekolah, persiapan remaja putri untuk menjadi ibu hamil, karena wanita yang hamil atau menikah lebih banyak membutuhkan zat besi untuk pertumbuhan janinnya. Akibat kekurangan besi pada ibu hamil antara lain akan mengalami keguguran, pendarahan yang menjadi penyebab tertinggi kematian ibu dan anak.

Baca Juga:  Kampanye Perdana di Insana Barat, Warga akan Sapu Rata Pilih KITA SEHATI

Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) pada remaja putri sangat diperlukan karena anak merupakan calon penerus bangsa.

Lokakarya ini dilaksanakan sebagai wujud kepedulian terhadap kesehatan remaja putri di Kabupaten Timor Tengah Utara.

“Untuk mengatasi permasalahan tersebut tidak bisa dikerjakan oleh sektor kesehatan sendiri akan tetapi memerlukan kerja sama lintas sektor untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Sebagai lini terdepan puskesmas, guru UKS, dan kepala sekolah menjadi penggerak utama di masyarakat dalam penanggulangan masalah gizi dengan pemberian TDT pada remaja putri. Anak-anak menjadi ujung tombak dalam pembangunan bangsa ini sehingga para remaja putri harus dalam keadaan sehat untuk meraih cita-citanya,” jelas Ray Fernandez.

Ditambahkannya juga, anemia gizi adalah kekurangan Hemoglobin (Hb) dalam darah disebabkan kekurangan zat gizi yang diperlukan untuk pembentukan Hb. Remaja putri adalah masa peralihan dari anak menjadi dewasa, ditandai dengan perubahan fisik dan mental.

“Remaja putri yang menderita anemia beresiko mengalami anemia pada saat hamil. Hal ini akan berdampak negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan serta berpotensi menimbulkan komplikasi kehamilan dan persalinan, bahkan menyebabkan kematian ibu dan anak,” ucap Ray Fernandez.

Upaya penanggulangan anemia pada remaja putri yaitu peningkatan konsumsi makanan kaya zat besi, suplementasi TTD, serta peningkatan fortifikasi bahan pangan dengan zat besi dan asam folat.

Baca Juga:  Penataan Kota, KITA SEHATI akan Gelar Pasar Malam Keliling Kantor Bupati TTU

Lebih lanjut dijelaskan Ray Fernandez bahwa, pemberian TTD bagi remaja putri di Kabupaten TTU sudah dilaksanakan dari tahun-tahun sebelumnya namun dalam pelaksanaanya masih dialami berbagai kendala seperti ketidakpahaman siswi dan orang tua akan pentingnya minum Tablet Tambah Darah untuk meningkatkan kesehatan remaja putri

“Saya berharap kepada semua, termasuk pemangku kepentingan stakeholder lainnya dapat membangun lintas sektor dan berkomunikasi secara baik dalam program ini. Kita tidak hanya berdiskusi atau merencanakan tetapi harus ada tindak lanjut dari lokakarya ini,” harap Ray Fernandez.

Sementara itu, DCOP Project BISA (Better Investment For Stunting Alleviation) Nutrition International, Donatus Kladius Maru dalam pertemuan secara virtual mengatakan Project BISA adalah program terpadu untuk mendorong perubahan perilaku melalui peningkatan pengetahuan dan pendampingan tentang gizi dan higienitas, dan advokasi.

Program BISA mendukung Pemerintah Indonesia untuk mencegah dan menurunkan stunting dengan meningkatkan pengetahuan, mengubah perilaku, meningkatkan akses dan kualitas layanan, mengelola sumber daya dan menerapkan kebijakan secara lebih efisien dan efektif.

“Tujuan lokakarya orientasi ini untuk menginisiasi kolaborasi dan koordinasi pemangku kepentingan tingkat kabupaten dan puskesmas dalam mengimplementasikan program Suplementasi TTD remaja putri di Kabupaten Timor Tengah Utara, Provinsi NTT,” ungkap Maru.

Sementara itu Perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi NTT Bidang Kesehatan Masyarakat, Dona P. Hutahaean, S.K.M., M.Kes menyampaikan bahwa, program pemberian Tablet Tambah Darah kepada remaja putri merupakan salah satu upaya pencegahan stunting.

Baca Juga:  Pakai Kain Biboki di Kampanye Damai, Kristiana Muki Ajak Warga TTU Selalu Berdamai

“Untuk itu para kepala sekolah, guru UKS, dimohon kesediaannya untuk mendukung pemberian Tablet Tambah Darah pada remaja putri bersama petugas kesehatan sejak dini. Kita mempersiapkan remaja putri supaya siap menjadi ibu, calon ibu hamil yang sehat dengan memberikan suplementasi TTD. Memang hari ini kita awali dengan orientasi kepada para kepala sekolah dan guru UKS,” terangnya.

Ia berharap para kepala sekolah dan guru UKS bekerja sama dengan puskesmas untuk memberikan Tablet Tambah Darah di sekolah sehingga anak-anak dapat mengonsumsinya setiap minggu untuk masa depan mereka menjadi ibu yang sehat.

Program ini menjadi kegiatan rutin dari program 1000 hari pertama kehidupan (HPK) dalam menekan angka kematian ibu, kematian bayi, dan stunting di Kabupaten TTU.

“Kegiatan orientasi ini bertujuan untuk meningkatkan status gizi remaja putri sehingga dapat memutus mata rantai terjadinya stunting, mencegah anemia dan meningkatkan cadangan zat besi dalam tubuh sebagai bekal untuk generasi yang sehat, berkualitas dan produktif. Bagi kepala sekolah dan guru UKS diharapkan mengetahui apa manfaat pemberian TTD dan cara konsumsinya dalam mendukung program pemberian TTD bagi remaja putri,” tutupnya.

Kegiatan lokakarya orientasi ini dihadiri oleh para kepala sekolah, guru UKS, Dinas Kesehatan TTU, pendidik, Bappeda, dengan menggunakan metode presentasi, diskusi, dan tanya jawab. (vrg/vrg)