oleh

Promosikan HAM dalam Aktivitas Bisnis, UPN Yogyakarta akan Gelar Webinar

YOGYAKARTA, suluhdesa.com – Laboratorium Pertahanan dan Keamanan, Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Sosial Politik, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran Yogyakarta” akan mengadakan webinar dengan tema : Mendorong Praktik Bisnis Berbasis Penghormatan Pada Hak Asasi Manusia, melalui daring zoom meeting, Jumat (20/11/2020)  yang dimulai pukul 09.30 – 12.00 WIB.

Webinar ini menghadirkan lima orang narasumber sebagai reviewer yakni Siprianus Bate Soro, S.Si, M.A (Assistant Resident Representative,Team Leader of Democratic Governance and Poverty Reduction Unit UNDP Indonesia), Dr. Mualimin Abdi, S.H., M.H (Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia Kementerian Hukum dan HAM RI), J. W. Yunardy (Presiden dari Global Compact Network Indonesia), Wahyu Wagiman (Direktur Eksekutif Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat/ELSAM), Nikolaus Loy, M.A (Akademisi pada Jurusan Hubungan Internasional UPN Veteran Yogyakarta), dan dipandu oleh Ratnawati, S.Sos., M.Si (Moderator).

Seminar Laboratorium Universitas Veteran Yogyakarta bakal dibuka oleh Rektor UPN Veteran Yogyakarta Dr. M. Irhas Effendi.

Latar belakang dibuatnya webinar ini diterima oleh Media SULUH DESA, Senin (16/11/2020), dari pihak Laboratorium Pertahanan Keamanan, Jurusan Ilmu Hubungan Internasional, Fakultas Sosial Politik, Universitas Veteran Yogyakarta.

Dalam TOR ini disampaikan bahwa, banyaknya konflik sosial yang dialami oleh tenaga kerja disebabkan oleh kegiatan bisnis.

Maka untuk mengurangi konflik tersebut, pelaku bisnis harus mempunyai standar yang baik dalam menjalankan praktik bisnisnya. Oleh karena itu PBB merilis 10 prinsip mengenai  United Nations Global Compact (UNGC). Prinsip tersebut yang dibuat untuk mendorong komitmen supaya regulasi dan kebijakan yang dirumuskan  mampu menjunjung tinggi human right atau hak asasi manusia.

Peningkatan aktivitas bisnis tentunya berpotensi mengakibatkan meningkatnya konflik antara kepentingan pelaku bisnis dengan kepentingan pekerja, masyarakat sekitar, pelestarian lingkungan, dan kepentingan umum lainnya. Maka dari itu, Laboratorium Pertahanan dan Keamanan tertarik untuk mengadakan kegiatan webinar.

Diharapkan supaya webinar ini memberikan pengetahuan dan informasi kepada mahasiswa dan khalayak umum tentang upaya global dan nasional dalam mempromosikan HAM dalam aktivitas bisnis dan mendorong penghormatan akan HAM.

Pemateri dari UNDP Indonesia, Siprianus Bate Soro bakal menjelaskan dua kerangka global dalam mendorong praktek bisnis yang menghormati Hak Asasi Manusia.

“Dua hal itu adalah UN Global Compact yang diluncurkan tahun 2000 dan UN Guiding Principles on Business and Human Rights tahun 2011. Implementasi dua komitmen internasional tersebut sangat bergantung pada tindakan kolektif Anggota PBB dan praktiknya pada tingkat perusahaan yang berbasis pada voluntarism,” jelas Bate Soro.

Sub topik ini diharapkan menjawab pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut: (1) apa yang melatarbelakangi peluncuran global compact maupun UN Guiding Principles on Business and Human Right; (2) Apa hambatan yang dihadapi? (3) Sejauh mana pengaruh kedua komitmen global di atas terhadap  penghormatan terhadap HAM oleh sektor business secara global?

Sementara itu Direktur Jenderal Hak Asasi Manusia Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, Dr. Mualimin Abdi, S.H., M.H mengatakan negara memiliki peran sentral dalam proteksi HAM melalui kebijakan politik, hukum atau kebijakan pembangunan lainnya.

Sesi ini akan mendiskusikan jawaban atas pertanyaan sebagai berikut: (1) Bagaimana rencana aksi nasional dalam mendorong perlindungan HAM melalui pelibatan sektor bisnis? (2) Bagaimana kebijakan perlindungan yang diterapkan negara untuk menjamin praktek bisnis di Indonesia menghormati Hak Asasi Manusia. (3) Bagaimana kebijakan insentif yang diterapkan negara untuk mendorong sektor bisnis mengadopsi norma-norma HAM dalam aktivitas mereka.

Selanjutnya Akademisi Jurusan HI UPN Veteran Yogyakarta, Nikolaus Loy, M.A memaparkan tentang bisnis sebagai instrument perdamaian. Perdamaian dalam arti luas adalah prakondisi bagi promosi dan perlindungan HAM. Kepercayaan umum yang berlaku adalah bahwa aktivitas bisnis, karena tujuannya adalah keuntungan, cenderung eksploitatif, menimbulkan konflik dan melanggar HAM.

“Cara pandang ini meniadakan ruang untuk menggunakan bisnis sebagai instrument perdamaian dan promosi HAM. Sub tema ini akan mendikusikan jawaban akan pertanyaan sebagai berikut: (1) Bagaimana hubungan antara bisnis, konflik dan perdamaian?(2) Bagaimana bisnis dapat digunakan sebagai instrument perdamaian? (3) Kebijakan-kebijakan afirmatif macam apa yang dapat mendorong keterlibatan bisnis dalam menciptakan situasi damai dan menghormati HA?,” tandas Nikolaus Loy.

Pemateri dari Global Compact  Network Indonesia, J.W. Juandry akan menjelaskan tentang upaya mendorong perusahaan menghadapi standar HAM dalam praktik bisnis. Adopsi norma-norma HAM secara sukarela oleh perusahaan adalah kunci promosi HAM dalam aktivitas bisnis.

Sub tema ini diharapkan mendiskusikan jawaban untuk pertanyaan-pertanyan sebagai berikut: (1) Sejauh mana sektor bisnis di Indonesia telah mengadopsi norma-norma HAM dalam kegiatan bisnis; (2) Bagaimana respons sektor bisnis dan apa kemajuan-kemajuan yang telah dicapai? (3) Apakah ada resistensi dari kalangan bisnis terhadap adopsi norma HAM? Bagaimana strategi Global Compact dalam mengatasi resitensi tersebut dan memobilisasi dukungan sektor bisnis.

Sedangkan perwakilan dari ELSAM, Wahyu Wagiman menyampaikan bahwa, satu prinsip mendasar sistem HAM Internasional adalah bahwa ketika HAM dilanggar, korban harus memiliki akses terhadap pemulihan. Ketika perusahaan melakukan pelanggaran HAM, negara harus menjamin pemulihan yang efektif. Dalam proses ini, negara dapat bermitra dengan NGOs dalam penyelidikan, pendampingan dan pemulihan hak-hak korban.

“ELSAM adalah satu NGO terkemuka di Indonesia yang memiliki pengalaman panjang dalam memperjuangkan proteksi dan pemulihan HAM Korban,” jelasnya.

Sub topik ini mendiskusikan jawaban untuk pertanyaan sebagai berikut: (1) Bagaimana situasi HAM dalam sektor bisnis di Indonesia? Bagaimana strategi yang ditempuh ELSAM dalam mendorong kesadaran dan penghormatan HAM di sektor Bisnis? (3) Sejauh mana hak-hak korban pelanggaran HAM dipulihkan? Apa hambatan yang dihadapi?

Acara ini targetnya akan dihadiri oleh seluruh Mahasiswa UPN Veteran Yogyakarta, perwakilan mahasiswa dari berbagai universitas di Yogyakarta, semua Dosen UPN Veteran Yogyakarta, perwakilan instansi pemerintah, Kadin DIY, media lokal dan nasional, serta masyarakat umum. (vrg/fwl)

DomaiNesia

Komentar

News Feed