Pospera NTT Laporkan Arya Sinulingga ke Polda NTT

oleh -150 views
Ketua DPD Pospera NTT, bersama beberapa DPC Pospera NTT, Senin (16/11/2020), di Polda NTT.

KUPANG, suluhdesa.com – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Karunia Meianto Lily mendatangi Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk melaporkan Staf Khusus (Stafsus) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia (RI) atas nama Arya Sinulingga. Pelaporan dilakukan oleh Ketua DPD Pospera NTT, bersama beberapa DPC Pospera NTT, Senin (16/11/2020).

Ketua DPD Pospera NTT menerangkan, bahwa kedatangan DPD Pospera NTT ke Polda NTT untuk melaporkan Arya Sinulingga yang telah mencemarkan nama baik lembaga dalam hal ini organisasi Pospera.

“Kami datang ke Polda NTT sebagai respon rasa kemarahan kami terhadap seorang Arya Sinulingga yang saat ini menjabat sebagai Staf Khusus Menteri BUMN tetapi tidak bisa menjaga bahasanya sebagai seorang pejabat,” katanya.

Baca Juga:  Semua ASN Pemprov NTT Wajib Mengisi SP 2020

Akar permasalahannya, terkait pernyataan Arya di salah satu WhatsApp Group “Membangun Negeri” yang menyebutkan banyak perusahaan yang komisarisnya Pospera selama 5 tahun pada rugi semua dan bikin pusing memang.

Atas pernyataan Arya Sinulingga itu, Karunia mengatakan, bahwa pernyataan tersebut hoaks dan fitnah, karena faktanya dalam laporan keuangan BUMN RI yang diduduki Komisaris dari Pospera sebanyak 7 orang, perusahaannya tidak merugi, malahan untung.

Baca Juga:  Cegah Pandemik Covid-19, Marius Imbau Masyarakat NTT Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

“Terkait pernyataan tersebut, setelah diketahui pengurus Pospera tingkat nasional, bahwa Arya Sinulingga telah menyinggung nama organisasi Pospera dengan kalimat penyebaran fitnah dan hoaks, maka kami POSPERA se Indonesia yang tersebar di 28 Provinsi, hari ini secara serentak mendatangi Polda masing-masing daerah untuk melaporkan Staf Khususnya Erick Thohir, Menteri BUMN

“Padahal, DPP Pospera sudah meminta dalam waktu 3 x 24 jam supaya Arya Sinulingga menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf kepada DPP Pospera. Namun, sampai dengan waktu yang ditentukan Arya Sinulingga belum juga memberikan klarifikasi serta permintaan maaf,” tambahnya.

Baca Juga:  Polres Malaka Diharapkan Dapat Memberikan Perlindungan yang Prima Kepada Masyarakat

“Maka, tidak ada kata lain, selain lawan. Kami akan terus mengawal dan mendukung kepolisian RI untuk segera mengusut kasus pencemaran nama baik organisasi yang dilakukan oleh staf khusus menteri BUMN. Karena bagi kami tidak orang yang kebal hukum di negeri ini,” pungkasnya. (msd/tyh)